Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 28: Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Di tempat lainnya, sesuai saran dari Natasya, begitu telepon di tutup, Alex segera kembali ke tempat parkir untuk menyuruh Supir mengantarkan nya kembali ke Rumah Keluarga Scarlett untuk beristirahat.


Ya walaupun dalam hati dirinya merasa tidak enak karena boleh seperti ini, namun apa buat.


Sebelum ingatannya cukup pulih, dan dirinya tahu apa orang yang mencoba mencelakakan dirinya, ingat tidak boleh terlalu gegabah untuk kembali masuk ke dalam Keluarganya.


Walaupun dalam hatinya dirinya juga merindukan mereka, saat ini bukan hal yang nyaman.


"Pak Supir, tolong kembali antar aku ke Rumah Keluarga Scarlett,"


Supir ini merupakan seorang supir baru yang Natasya dapatkan, ya dalam Keluarga Scarlett, Natasya memang adalah orang yang paling sering mengganti supir atau bawahnya, warna dia tidak suka diawasi oleh siapapun dan tidak percaya siapapun, apa yang tahu jika dia mempercayai orang terlalu lama orang itu malah akan menghianati nya.


Tak tekan rahasia umum untuk menolak itu selalu mengganti bawahannya.


Supir itu yang di suruh oleh Alex juga merasa tidak suka, lalu segera berkata,


"Siapa kamu berani menyuruhku? Memangnya kamu majikan ku? Kamu itu hanya seorang pengawal sama seperti aku yang hanya bawahan Nona Natasya, jangan sok menurut-yuruh Aku!"


Mendengar kata-kata dingin itu, Alex jelas merasa tidak nyaman juga.


"Ini adalah perintah dari Nona Natasya,"


Alex last bisa melihat ekspresi tidak suka dan rasa kesal dari Supir itu.


"Cih, kamu itu pasti jelas merayu Nona Natasya sampai dia memperlakukan mu itu baik seperti itu,"


Mendengar Nama Nonanya itu di bawa-bawa, jelas Alex menjadi marah dan berkata,


"Aku jelas tidak mengoda Nona Natasya, kami berdua tidak memiliki hubungan apa-apa,"


"Sudahlah, kamu itu jangan mengelap. Jelas kamu itu merayu Nona Natasya dengan wajahmu, banyak karena wajahmu sedikit tampan, kamu jangan sombong ya,"


"Aku sungguh tidak,"


Jelas, Alex mengelak dengan tuduhan itu.


"Kamu tidak perlu mengelak, kalau kamu tidak merayu Nona Natasya, apakah dia yang mencoba merayumu? Lihat, pakaian dan barang-barang yang kamu pakai, itu semua jelas mahal, mungkin seorang pengawal sepertimu bisa membeli barang-barang yang begitu mahal seperti itu. Itu pasti pemberian Nona Natasya bukan?"


Mendengar pertanyaan itu, Alex jelas merasa tidak nyaman, namun itu adalah kenyataan bahwa semua barang yang dirinya pakai adalah pemberian dari Nona Natasya, itu karena dirinya tidak memiliki uang atau apapun yang tersisa tubuhnya, dirinya hanya menumpang.


Jadi, Alex tidak bisa mengelak ketika ditanya seperti itu.


"Apa yang aku katakan jelas benar bukan? Aku juga sudah mendengar ini dari para pelayan, bahwa kamu itu memiliki hubungan dengan Nona Natasya, kalian itu terlalu mencurigakan, terutama Nona Natasya yang biasanya game kepada bawahannya dan selalu mengganti bawahannya, namun kamu bahkan dibelikan barang-barang mewah, jika kalian tidak memiliki hubungan lalu apa?"


Ini adalah pertama kalinya Alex mendengar soal gosip semacam ini.


Di bahkan di antara kalangan pelayan, dirinya dan Nona Natasya sudah menjadi bahan gosip semacam itu?


Alex barang baru menyadari ketika supir itu bicara.


Jadi hanya karena dirinya berada bersama Nona Natasya, keberadaannya sudah menjadi sebuah beban untuk Nonanya?


Semua orang mulai bergosip soal Nonanya, belum memikirkan soal foto itu.


Walaupun Nona Natasya bilang, jika semuanya baik-baik saja, namun setelah dirinya mendengar gosip semacam ini rider di kalangan pelayan jelas dirinya merasa sangat sangat bersalah.


Dirinya hanya beban...


"Jaga bicaramu!!"


Alex yang kesal itu, memilih untuk meninggalkan tempat parkir.


Bisa dirinya naik taksi saja pulang, lalu malas untuk berdebat dengan supir menyebalkan itu.


Namun ketika Alex mulai mengecek dompetnya untuk menyiapkan uang taksi, Alex menjadi ingat, bahkan dompet uang dan bonsai yang dibawanya semuanya adalah pemberian dari Nona Natasya.


Rasanya begitu frustasi menjadi beban semacam ini dan hanya membuat reputasi Nonanya menjadi buruk.

__ADS_1


Namun apa yang bisa dirinya lakukan?


Alex yang merasa frustasi itu, akhirnya memilih untuk berjalan kaki.


Dirinya hanya ingin melihat-lihat daerah sekitar dulu, sambil menenangkan pikiran.


Namun, nanti bagaimana jika Nona mencarinya?


Mari pikirkan itu nanti, atau bilang saja dirinya sempat mampir ke mana untuk mencoba menenangkan pikiran dan beristirahat.


Kawasan betul betul tempat dirinya berada adalah di Pusat Perkantoran.


Kalau dirinya tidak salah ingat, Perusahaan Smith juga ada di sekitar daerah ini.


Tapi setidaknya itu masih di ujung jauh sana.


Tepat saat ini, Alex melewati sebuah gedung yang begitu besar dan megah.


Alex mulai membaca nama dari gedung itu.


D.A Group


Tepat ketika dirinya membaca papan nama itu, Alex tak kenapa merasa nama itu sedikit familiar.


D.A Group


Di mana dirinya pernah mendengarnya?


Dirgantara Group?


Benar juga dirinya pernah membaca artikel tentang perusahaan ini juga.


Pikiran Alex mulai berjalan ke mana-mana ketika menatap kearah gedung itu.


Tepat ketika dirinya menatap gedung itu, dirinya melihat seorang pemuda yang memiliki wajah yang cukup familiar keluar dari arah gedung itu.


Pemuda itu...


Pemuda itu....


Kemudian sebuah wajah dari ingatan nya muncul.


Itu adalah Pemuda yang ada dalam Ingatannya yang berkar dengannya sebelum kecelakaan itu?


Pria muda sedikit lebih pendek dari nya dan sedikit lebih muda.


Setelahnya dirinya juga mulai teringat tentang mobil yang mengejarnya...


Mobil itu....


Mobil yang mengejarnya adalah mobil yang sama yang saat itu pemuda itu gunakan...


Tunggu...


Ketika memiliki ingatan tentang ini, sekali lagi kepala Alex sakit.


Dan yang jelas dirinya tidak boleh terlalu lama berada di depan gedung ini.


Jelas tidak ada yang baik jika dirinya terus di sini.


Jadi mau tidak mau, Alex segera memanggil taksi yang kebetulan lewat dan segera masuk dengan buru-buru.


Baru setelah itu dirinya merasa lega.


Namun dirinya juga masih memiliki ingatan yang samar, Apakah benar pemuda itu?


Dari jauh memang terlihat familiar, namun dirinya juga belum melihat wajah itu dengan begitu dekat.

__ADS_1


Atau ingatannyaa masih sedikit salah?


Alex juga tidak tahu, dan tepat di saat seperti ini dirinya mengalami sakit kepala.


Belakangan ini dirinya memang mengalami lebih banyak sakit kepala.


Tepat tika dirinya ingin mengambil obat di dalam jasnya, dirinya melihat ternyata obat sakit kepalanya sudah habis.


Sial.


Sepertinya dirinya memang harus konsultasi ke rumah sakit.


Mungkin dokter bisa memberikan solusi, soal sakit kepala dan ingatan nya yang perlahan-lahan pulih itu.


"Mau kemana Tuan?"


"Pergi ke Rumah Sakit A,"


Tepat setelah dirinya mengatakan itu taksinya segera berjalan menuju ke rumah sakit biasa dirinya periksa.


Tidak lama sampai mereka sampai di Rumah Sakit A.


Setelah sampai di rumah sakit itu Alex segera turun dari mobil, lalu segera masuk dan mengambil nomor antrian.


Untungnya rumah sakit itu tidak terlalu ramai.


Namun tetap saja harus menunggu, kepala Alex ga perlahan-lahan mulai tidak begitu sakit.


Setelah melihat nomor antrian yang sepertinya masih cukup lama, Alex mencari tempat duduk yang kosong.


Untungnya terbanyak tempat duduk kosong namun karena dirinya mencari ketenangan akhirnya Alex memutuskan untuk duduk di pojok.


Alex yang terlalu fokus melihat ke arah tempat yang akan dia duduk di itu tidak melihat jalan di depannya sampai dia tidak sengaja menabrak seorang gadis.


Ini adalah wajah yang cukup familiar.


Dan segera setelahnya, gadis itu langsung menatap wajah Alex dengan ekpersi tidak percaya, kemudian gadis itu segera memeluk Alex, membuat Alex tentu saja menjadi kaget melihat seseorang memeluknya.


"Alex? Ini pasti benar benar kamu... Aku yakin saat di Taman Aku tidak salah lihat, Alex... Kamu ternyata masih hidup...."


Alex segera mencoba melepaskan pelukannya, dia merasa kaget melihat gerakan tiba-tiba itu.


"Siapa? Siapa kamu sebenarnya?"


Gadis itu lalu segera berkata,


"Aku Emma... Kamu tidak ingat aku?"


Alex segera menjadi panik, dan mulai mundur ke belakang.


Mendengar nama dan wajah gadis itu, kepala Alex menjadi sakit.


Dan sekali lagi sebuah ingatan muncul.


Itu adalah sebuah adegan dimana Alex menatap seorang gadis dari jauh.


Seorang gadis yang sedikit lebih muda dari dirinya....


Perasaan hangat tiba-tiba muncul...


Seolah perasaan aneh muncul ketika Alex mengigat kenangan itu...


Emma....


Siapa Emma?


Setelahnya ada lagi sebuah ingatan tentang adegan di mana Alex memberikan hadiah pada gadis dalam ingatannya itu.

__ADS_1


'Ini adalah sebuah kado untuk orang yang spesial untukku,'


Kepala Alex menjadi sangat sakit ketika memikirkan itu.


__ADS_2