Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 30: Menyembunyikan Identitas


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan oleh Alex itu, jelas Emma menjadi bingung lalu dirinya segera bertanya,


"Kenapa? Kenapa kamu harus menyembunyikan hal ini dari semua orang dan keluargamu?"


"Saat ini, ada seseorang yang mengincar ku, lebih aman untukku juga untuk keluargaku jika semua orang tahu Aku sudah meninggal,"


Emma menjadi sangat kaget ketika mendengar ada orang yang mengincar Alex, Apakah orang itu juga yang menyebabkan Alex mengalami kecelakaan?


"Ada seseorang yang mengincarmu? Apakah kamu tahu siapa?"


"Saat ini aku sedang menyelidiki soal hal ini tentang pelakunya dan alasan dibalik itu, itulah kenapa aku membutuhkan bantuanmu,"


"Bantuanku?"


"Ya, Apakah kamu tidak keberatan untuk membantuku?"


"Tentu saja tidak aku sungguh tidak keberatan jika aku bisa membantumu aku jelas akan membantumu Jadi apa yang bisa aku bantu?"


"Rahasiakan semua yang kamu dengar hari ini tentang bagaimana kamu bertemu denganku dan tentang apa yang Aku katakan,"


"Tapi...."


"Aku tidak ingin melibatkan mu dalam semua konflik ini, Emma. keselamatan mu adalah yang paling utama jadi agar kamu aman lebih baik kamu berpura-pura tidak tahu soal hal ini, namun sebetulnya aku memiliki beberapa kecurigaan, kamu harus hati-hati dengan Perusahaan Dirgantara,"


"Perusahaan itu? Apakah kamu mencurigai mereka pelaku di balik insiden yang menimpamu?"


"Mereka mungkin salah satu orang yang aku curigai, namun aku juga masih belum yakin atau memiliki bukti valid,"


Ya, dirinya masih sedikit berbohong soal hal ini.


"Tahu ku memang perusahaan itu sangat bermusuhan dengan Ayahmu,"


Mendengar soal hal itu, Alex mendapatkan sebuah informasi baru.


Jadi mereka memang memiliki masalah dengan Keluarganya?


Itukah Alasan dirinya dicelakai?


Hal ini jelas sangat berbahaya....


Tenang, pertama dirinya harus tenang dan mulai menyusun strategi yang bagus untuk membongkar motif mereka.


Ketika Alex sibuk berpikir itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Emma juga menjadi kaget ketika mendengar ponsel itu berbunyi.


"Alex.... Ponselmu...."


"Sebenarnya, Aku ingin mengangkat telepon bisakah kamu keluar dari ruangan ini sebentar?"


Mendengar itu, Emma awalnya tidak ingin keluar, dirinya juga ingin tahu dengan siapa Alex berbicara.


Namun, melihat ekpersi Alex, dirinya segera keluar takut malah menyinggung perasaannya, apalagi saat ini Alex masih dalam keadaan sakit.


"Ya, aku akan keluar namun ingat kamu jangan pernah kabur dariku seperti sebelumnya jika kamu ingin pergi kamu bilang padaku dulu,"


"Tentu saja, Aku tidak akan kemana-mana,"


Setidaknya sementara, karena Alex tahu masih ada beberapa hal yang harus dirinya urus.


Jelas, telepon ini dari siapa.


Saat ini hanya ada satu kontak yang menyimpan nomornya.


Ini adalah Nonanya, Natasya Scarlett.


Jelas, Nona Natasya mungkin khawatir tentang keadaannya.


Sudah jam berapa ini?

__ADS_1


Alex melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang.


Jam jam ini memang seharusnya dirinya sudah kembali ke kantor.


"Ya, Nona?"


'Alex, kamu ini sebenarnya ke mana? Tadi kaya Supir, kamu pergi menggunakan taksi, apakah kamu benar-benar sampai di rumah? Namun kenapa kamu tidak segera menghubungiku?'


"Benar-benar tidak apa-apa, Nona tidak usah terlalu khawatir aku akan segera kembali ke kantor,"


'Tidak usah, aku pikir sebaiknya kamu beristirahat saja untuk hari ini tidak perlu ke kantor baik-baik di rumah,'


"Tapi Nona..."


'Pokoknya, ketika aku sampai di rumah aku harus melihatmu berada di rumah dan beristirahat aku tidak mau tahu, itu harus menjaga kesehatan mu dan jangan lupa meminum obat secara teratur, itu orangnya pelupa jika minum obat, kadang lupa tidak meminumnya. nanti setelah pulang aku akan mampir ke apotik untuk membelikanmu beberapa vitamin aku pikir untuk memulihkan ingatanmu dengan cepat kamu juga harus minum banyak vitamin, benar, apakah kamu ingin titip sesuatu untuk nanti? Berapa makanan yang kamu suka misal?"


Ketika Alex mendegar kata-kata Natasya, senyuman segera minum l diwajahnya.


Astaga, Nona Natasya ini mencemaskan dirinya sampai segitunya, seolah-olah Nona Natasya ini adalah Istri yang sangat perhatian padanya.


Ketika Alex memikirkan hal tidak senonoh itu, wajahnya menjadi memerah dan malu sendiri.


Apa yang dirinya pikirkan?


Kenapa dirinya bisa berpikir hal tidak sopan seperti itu pada Nona Natasya?


Istri apa?


Alex, jangan memikirkan hal-hal omong kosong semacam ini soal Nona Natasya.


Alex coba menenangkan detak jantungnya yang bergerak lebih cepat itu.


Mendengar suara Nona Natasya saja, sudah membuat hatinya merasa tidak karuan seperti ini.


"Tentu saja Nona, aku akan baik-baik saja. Mungkin aku membutuhkan beberapa hal hal yang manis, aku sebenarnya tidak begitu menyukai minum obat yang pahit,"


Dari ujung telepon, Natasya lalu tertawa, dan segera berkata,


"Dari mana Nona Tahu aku suka Coklat?"


Alex juga tidak tahu jika dirinya suka Coklat?


Ingatan nya masih sedikit belum pulih.


'Pffff... Kamu sendiri malah tidak tahu? aku ingat di berbagai kesempatan ketika kita pergi keluar dan beli makanan biasanya kamu selalu memesan Rasa Coklat, entah Es Krim Coklat, Kue Rasa Coklat, atau Minuman Coklat, aku pikir kamu begitu menyukainya sampai selalu memesan rasa coklat,'


"Nona begitu perhatian,"


Mendengar kata-kata Alex, Natasya yang berada di ujung telepon itu, juga merasa sangat malu sendiri.


Kata-kata pujian dari Alex, benar-benar membuat Natasya berdebar-debar.


'Ya, Ya itu karena kamu adalah Bodyguardku yang berharga,'


Ketika mendengar kata-kata hangat itu, entah Alex merasa senang atau kecewa.


Ini hanya karena dirinya adalah Pengawalnya?


Tidak lebih dan tidak kurang?


Hah, Alex sekali lagi mulai mengendalikan perasaan tidak terkendali dalam dirinya ini.


Tidak, dirinya jelas tidak boleh memiliki perasaan pada Nona Natasya...


Saat ini dirinya belum memiliki identitas yang pantas untuk Nona Natasya.


Belum lagi ingatan nya yang hilang.


Ya, namun berikutnya Alex menjadi ingat soal Identitas dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Ini, dirinya adalah Putra dari Artis Favorit Nonanya?


Tenyata dirinya memiliki identitas yang cukup baik.


Mungkin, jika ingatan nya kembali dirinya jelas akan memperkenalkan mereka berdua, orang wanita paling berharga dalam hidupnya, ah tambakan adiknya Alena.


Namun sepertinya ini butuh waktu.


"Terimakasih Banyak Nona,"


Ya, dirinya juga harus membalas budi.


Nanti jika saatnya tiba dan dirinya benar-benar memulihkan ingatan nya dirinya pasti akan membantu Nona Natasya agar bisa menjadi Pewaris Keluarga Scarlett.


Saat ini dirinya juga akan membantunya se bisanya berdasarkan semua ilmu pengetahuan yang dirinya memiliki.


Itu benar selama waktu waktu berlalu pasti dirinya juga akan mengembalikan ingatan nya soal Bisnis.


Kalau tidak salah dirinya adalah seorang CEO?


'Sama-sama, Istirahat yang cukup ya, Alex,'


"Ya, Nona juga. Jangan untuk makan siang tepat waktu,"


setelah beberapa percakapan itu akhirnya telepon diakhiri.


Dan Alex kembali gadis yang berada di depan untuk kembali masuk.


Alex segerah bilang padanya akan segera pergi, mereka tukar nomor ponsel agar Alex bisa menghubungi gadis itu.


Saat ini dirinya hanya bisa mengandalkan beberapa Ingatannya yang masih belum terlalu pulih, nike memiliki seseorang kenalan yang mengenal dirinya di masa lalu bisa menjadi hal yang cukup baik.


"Alex, apakah kamu benar-benar sudah baik-baik saja?"


"Ya, kamu sendiri juga sudah dengarkan dari dokter? Aku sebenarnya dalam keadaan yang cukup baik, hanya tadi aku sempat kehabisan obat ku jadi aku pergi periksa, sekarang aku akan meminta dokter memeriksa aku lagi jadi kamu jangan terlalu cemas,"


Begitulah, setelahnya ada Dokter yang memeriksa Alex zat bertanya-tanya padanya soal kondisinya baru-baru ini, Dokter itu kera memberi sebuah nasehat padanya.


"Jadi begitu, kamu sudah mengembalikan beberapa ingatanmu? Namun siap kali kamu mendapatkan ingatanmu kepalamu menjadi sangat sakit?"


"Itu benar dokter kira-kira ini kenapa ya?"


"ini diakibatkan oleh benturan yang terjadi padamu sebelumnya yang mengganggu memori mu, ini memang akan pulih sedikit demi sedikit namun yaitu tadi kadang akan terasa sangat sakit jika kamu mulai mengingatnya, barangku adalah kamu tidak boleh terlalu keras mengingat semuanya sekaligus, pelan-pelan kamu harus mendatangi tempat-tempat yang familiar dari masalalumu, namun jangan terlalu keras untuk mengingatnya intinya kamu harus bersabar untuk mengembalikan ingatanmu sedikit demi sedikit, lupa juga minum obat teratur,"


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari dokter itu, Alex hanya patuh.


Lalu segera berkata,


"Dokter, Aku sebenarnya memiliki permintaan,"


"Apa itu?"


"Kalau bisa aku ingin di masa depan dokter tidak perlu membicarakan soal riwayat kesehatan kepada orang lain bahkan walaupun itu orang yang aku kenal dan aku aja ke sini,"


"Tapi...."


"Dokter, aku mohon, karena aku masih tidak memiliki ingatanku aku tidak bisa percaya begitu banyak orang jadi aku mohon dokter mau bekerja sama dengan kau,"


"Baiklah Aku mengerti mulai sekarang yang bisa melihat riwayat kesehatanmu hanya kamu sendiri aku tidak akan membagikan informasi tentang kesehatan kecuali ini mendapatkan persetujuan dari mu atau mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkannya atau kamu tiba-tiba dalam bahaya atau sesuatu,"


Tempat setelah itu dokter segera pergi, lalu Alex juga berpamitan dengan Emma, dian memaksa untuk memesan Taksi dan kembali ke Rumah Keluarga Scarlett.


Ketika sampai di rumah itu dirinya jelas mendapatkan tatapan yang tidak nyaman dari beberapa pelayan.


Awalnya dirinya tidak terlalu memperhatikan tatapan mereka.


Namun setelah dirinya mendengar kata-kata dari supir itu, dirinya juga menjadi cemas.


Jadi alasan mereka menatap dirinya seperti itu mereka semua mengira, jika dirinya ini semacam laki-laki penggoda atau Laki-laki Bayaran milik Nona Natasya?

__ADS_1


Sepertinya masih banyak hal-hal yang harus dirinya urus di rumah ini.


Ternyata menyembunyikan Identitas macan ini sangat merepotkan.


__ADS_2