Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 31: Masalah di Kantor


__ADS_3

Hari-hari sekali lagi berlalu dengan cepat, dimana Natasya menjalani kesehariannya yang biasanya dengan Alex.


Alex sendiri, selama hari-hari ini masih terus kepikiran tentang kenangan nya yang perlahan-lahan pulih.


Namun dirinya juga bingung soal apa yang harus dirinya lakukan, bahkan walaupun dirinya memiliki petunjuk soal seseorang yang ingin mencelakakan dirinya, dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Alex,"


Panggilan dari Natasya itu membuat Alex tersadar dari lamunan nya, dirinya segera menatap Natasya, dan mulai bertanya,


"Ada apa Nona?"


Dengar pertanyaan itu ekspresi Natasya berubah menjadi cemberut lalu dirinya segera bertanya,


"Seharusnya aku yang bertanya padamu soal kenapa denganmu,"


"Memang kenapa denganku?"


"Aku melihat akhir-akhir ini kamu lebih banyak melamun,"


Mendengar kata-kata itu jelas Alex menjadi terkejut, jadi Nona Natasya ternyata cukup memperhatikan dirinya hingga dia sadar tentang beberapa perubahan yang dirinya alami.


Memang sejak dirinya mengembalikan ingatan nya perlahan-lahan ingatan nya juga segera pulih.


Soal hal-hal Bisnis yang dirinya pelajari juga perlahan-lahan pulih.


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan tentang masa laluku kira-kira seperti apa aku di masa lalu?"


Menengar itu, Natasya langsung diam sambil berpikir, menatap Alex dari bawah sampai atas, lalu segera berkata,


"Mungkin kamu dirinya adalah seorang model?"


Mendengar itu tiba-tiba, tentu Alex menjadi kaget.


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"


"Kamu memiliki tinggi yang cukup baik, memiliki tubuh yang bagus, lalu juga memiliki wajah yang tampan, ini jelas cocok sebagai seorang foto model,"


Alex lalu segera teringat beberapa hati masa lalunya di mana dirinya pernah menjadi seorang aktor cilik ketika masih kecil karena semua orang menyebutnya tampan, awalnya dirinya menyukainya namun lambat laut dirinya masa tidak begitu cocok dengan hal-hal itu dan bisa ada beberapa masalah.


Ya, ingatannya sudah pulih sejauh itu namun beberapa detail masih sedikit kabur.


"Nona terlalu berlebih-lebihan,"


"Tidak tidak aku hanya mengatakan hal yang sejujurnya, kamu memang sangat tampan!"


Alex merasa sedikit malu ketika dipuji itu.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol itu, tiba-tiba pintu ruangan Natasya diketuk oleh seseorang.


Alex segara menormalkan kembali ekspresinya dan kembali ke tempat dirinya biasa duduk, begitu pula dengan Natasya.


"Masuk,"


Lalu seberapa orang mulai masuk, lihat sepertinya ada salah satu Direktur Pemasaran, juga Florencia yang masuk, jelas Natasya tahu pasti akan ada masalah yang timbul.


"Silahkan Duduk, Pak Direktur. Ada apa ini kenapa kalian tiba-tiba ruanganku?"


Pak Direktur itu segera duduk, namun dia tidak berbicara yang berbicara itu malah Florencia.


"Coba lihat ini, Natasya. Gara-gara kamu salah pilih Aktor untuk Iklan Produk terbaru kita, dan Aktor itu malah terlibat suatu skandal, Pejulana Produk-produk Perusahaan, ini benar-benar menjadi menurun drastis, membuat kerugian yang cukup besar pada Perusahaan Bulan ini,"


Florencia mulai menunjukkan berkas-berkas tentang penurunan penjualan yang terjadi.


Natasya menjadi singa tentang ini dua bulan lalu, memang benar dirinya yang memilih Aktor untuk menjadi bintang Iklan pada Produk ini, bungas awalnya dirinya sudah memeriksa latar belakang Aktor ini dengan baik, namun siapa yang tahu di tiba-tiba orang itu malah terlibat sebuah skandal memalukan, membuat Imagernya turun, berimbas pada penurunan keuntungan perusahaan.


Sial.


Dirinya benar-benar membuat kesalahan.

__ADS_1


"Maaf, ini mungkin memang kesalahanku sesaat memilih Aktor, aku benar-benar minta maaf,"


"Minta maaf katamu! Ini benar-benar tidak bisa dimaafkan kamu itu telah membuat kesalahan besar, benar bukan Pak Direktur? Tadi les harus membawa hal ini ke Rapat Direksi berikutnya,"


"Ini benar, kesalahan ini benar-benar cukup fatal,"


Mendengar kata, Rapat Direksi, jelas wajah Natasya menjadi pucat.


Sialan, Florencia ini jelas ingin membuat masalah dengan salahan yang kebetulan dirinya lakukan.


Lalu bagaimana ini?


Rachel ini dan kesalahan ini sampai dibawa ke Rapat Direksi bulan depan, ini jelas akan membuat para Anggota Direksi mengurangi rasa kepercayaan mereka pada dirinya.


Ini jelas tidak bisa dibiarkan hal hal ini menjadi sebuah masalah serius.


"Baik, Pak Direktur tidak perlu terlalu jemaat aku pasti akan menemukan solusi untuk masalah ini,"


"Kamu itu, hanya banyak omong kosong saja,"


Mendengar kata-kata sinis dari Florencia itu, jelas Natasya merasa tidak senang.


"Florencia, ini jelas tidak ada hubungannya dengan mu, bukannya kamu harus mengurus tentang project mu itu? Kenapa kamu malah mengurusi urusan milik Direktur Pemasaran?"


"Jelas saja ini ada hubungannya denganku karena dimasa depan ini adalah calon perusahaan minggu jadi setiap kesalahan apapun aku harus tahu,"


"Kamu yang berhenti bicara omong kosong. Milikmu apa? Kakek dan Nenek masih hidup, dan mereka tidak memberikan warisan nya kepadamu kamu jangan terlalu banyak menghayal,"


"Natasya!! Kamu berani bicara kasar padaku?"


Florencia mulai mendobrak meja dengan keras, terlihat sekali ingin membuat berantakan dokumen di meja Natasya.


Alex yang berada di dekat situ jelas langsung memegang tangan Florencia, membuat Florencia marah.


"Lepaskan!! Apa-apaan ini!"


Natasya memberikan anggukan pada Alex, setuju tentang perbuatannya.


"Baik, Nona."


Sang Direktur yang memang berada di kubu norma tidak bisa banyak berkomentar soal hal-hal yang dilakukan ke-2 Nona muda itu, bisa menurut dan mulai merapatkan hal ini dengan Natasya setelah Florencia pergi.


Diskusi itu untungnya berjalan dengan lancar, sebuah solusi segera ditemukan.


"Bapak tenang saja, kali ini aku akan memastikan bulan depan penjualan kita akan naik, saya akan memilih kan Brand Ambasador baru yang sangat cocok untuk Produk-produk kita, kali ini saya akan lebih selektif,"


"Baik, jika itu solusi yang Nona Berikan, Saya menunggu kabar baik dari anda,"


Dan begitulah Pak Direktur segera pergi dan Alex kembali masuk ke dalam ruangan.


Natasya lalu mulai menjelaskan masalahnya itu pada Alex.


Sebenarnya dirinya merasa sangat bingung tentang apa yang sebaiknya dirinya lakukan, apalagi soal Pemilihan Brand Ambasador ini, sangat susah untuk berdiskusi dengan seorang Aktor ternama.


Sebelumnya, dirinya pernah ditolak oleh beberapa Manajemen Aktor, di dirinya hanya bisa memakai Aktor seadanya.


"Sial, seandainya saja Aku bisa membujuk Aktor Leo Cartwright untuk menjadi Brand Ambasador ini, pasti masalah akan selesai, karena dia adalah Aktor Peringkat Satu dengan kepopularitasan paling tinggi, sangat susah untuk mendapatkan dia sebagai Brand Ambasador, karena banyak Perusahaan yang memilih dia,"


"Brand Ambassador? Bukankah ini merupakan Perusahaan Kontruksi dan Properti?"


"Memang awalnya begitu, namun belakangan Perusahan ini juga mulai berkembang membuat perusahaan cabang dan memulai usaha baru, sebenarnya ini bukan ide ku, ini ide Florencia, namun orang itu malah hanya membuat masalah dan akhirnya, aku yang harus bertanggung jawab pada Perusahaan Cabang itu, dan beginilah akhirnya aku mendapatkan sedikit masalah karena tidak pandai dengan hal-hal semacam ini, aku yakin ini dari awal memang dia sengaja membuat masalah denganku,"


Natasya lalu mulai menjelaskan produk apa yang ingin dirinya Iklankan.


Ini adalah produk perabotan rumah tangga, seperti Kasur dan sebagainya, cocok untuk bisnis Properti yang biasanya juga membutuhkan perabotan perabotan semacam itu untuk Rumah yang dibangun.


Namun, Brand yang mereka buat tidak berkembang sebaik yang mereka rencanakan.


"Jadi begitu, ini sebenarnya tidak terlalu sulit jika kita mendapatkan Aktor baru, dan konsep Iklan yang baru,"

__ADS_1


"Memang itu yang aku cari namun aku benar-benar pusing dengan konsep iklan yang akan dibuat,"


Mereka berpikir keras, dan Alex juga ikut membantu Natasya dalam menyiapkan Konsep Iklan ini.


Natasya diam-diam menatap Alex yang serius membaca dokumen itu.


Sungguh, Alex sekali lagi membantunya seperti ini, membuat dirinya tersentuh.


Semua konsep iklan ini dikerjakan berdua, dan hanya dalam beberapa hari konsep Iklan itu telah selesai.


Natasya terlihat puas dengan hasil yang ada di Laptopnya.


Mama beberapa hari ini untuk membuat konsep ini dirinya lembur di kantor, namun untungnya dirinya tidak sendirian.


Disini, ada Alex yang selalu menemaninya juga memberikan ide ide fantastis untuk konsep iklan ini.


"Ini benar-benar sangat bagus, namun yang jadi masalah masih sekitar aktor yang akan kita pilih,"


"Apakah ini masih Akhir Leo Cartwright ini?"


"Ya, kalau bisa aku ingin mendapatkan dia namun aku juga tidak tahu bagaimana caranya,"


Setelahnya, Alex mulai berpikir sebentar.


Leo Cartwright?


Ini sepertinya nama yang cukup dirinya kenal...


Tunggu....


Seuah ingatan mulai muncul dalam benaknya, kali ini memori tentang dirinya bersama dengan seorang anak laki-laki yang sepertinya adalah teman baiknya.


Ingatan tentang temannya ini kali ini cukup jelas di mana mereka sering pergi bermain bersama dan setelah dewasa bahkan sering bertemu dan mengobrol seperti saudara, mereka sebelumnya kenal saat dirinya memasuki Dunia Hiburan.


Leo Cartwright.


Sekarang ketika Alex mulai mengingat masa lalunya kepalanya sudah tidak begitu sakit hanya berdenyut sedikit.


Benar, ini adalah teman masa kecilnya?


Mungkin dirinya bisa mencoba membantu untuk mendapatkan orang ini?


Ya, temannya yang ini adalah sahabat baiknya, yang bisa di percaya, dirinya rasa tidak masalah jika dirinya mengungkapkan beberapa rahasia pada temannya ini?


"Mungkin Aku akan mencoba menemui orang ini di Tim Manajemennya? Ku akan mencoba membujuk nya,"


Natasya yang mendengar keputusan itu jelas menjadi kaget.


"Kamu yakin, Alex?"


"Ya, aku akan mencobanya terlebih dahulu, itupun jika Nona percaya padaku,"


Natasya lalu segera tertawa, dan berkata,


"Tentu saja, Aku percaya padamu, mari kita bersiaplah tempat mereka, di AX Entertainment,"


AX Entertainment?


Nama ini terlihat familir.


Tunggu, dulu bukanlah ini tempat Mamanya, Emelin Smith bekerja sebagai CEO mereka?


Alex jelas merasa belum siap untuk bertemu dengan Mamanya itu.


Namun bagaimana?


Dirinya tidak memiliki begitu banyak pilihan.


"Baik, saya tidak akan mengecewakan Nona Natasya,"

__ADS_1


Dan begitulah mereka berdua segera bersiap untuk pergi ke AX Entertainment.


__ADS_2