Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 50: Dekat


__ADS_3

Pada akhirnya, malam itu Alex dan Natasya memutuskan untuk makan malam bersama.


Natasya sejujurnya dirinya mulai canggung ketika dirinya mulai duduk di meja makan yang sama dengan Alex.


Sedikit bingung tentang apa yang harus dirinya katakan mengikat sebelumnya dirinya sempat memaki-maki dan mengatakan hal-hal kasar soal Alex.


Alex yang menatap Natasya game menjadi salah tingkah sendirian karena sudah cukup lama sejak mereka kembali makan di meja yang sama.


"Nona Natasya..."


"Alex...."


Mereka berdua saling berbicara di saat yang sama membuat situasi menjadi canggung.


"Kamu duluan saja,"


"Nona, duluan saja,"


Lagi-lagi mereka mengatakan hal yang sama setelahnya mereka berdua tertawa memikirkan sikap aneh masing-masing.


"Pfff... Baiklah Alex, biar aku saja yang mulai. Jadi, apakah kamu ingin menceritakan soal keluargamu padaku?"


Alex terdiam sejenak memikirkan apakah dirinya akan mengatakan yang sejujurnya atau tidak, bukan berarti dirinya ingin menyembunyikan ini hanya saja...


"Kamu pasti akan sangat terkejut jika tahu siapa Keluargaku,"


Natasya terdiam sejenak, seolah sedang memikirkan tentang apa yang akan dikatakan Alex.


"Aku tebak.... Mungkin sebenarnya kamu anggota Genk Mafia?"


"Tebakan nona sangat berlebihan sekali,"


"Lalu apa? Aku melihat, lagu mulai berpikir jelas kamu pasti bukan orang biasa,"


"Apa? Aku hanya manusia biasa sama seperti Nona, memiliki darah berwarna merah dan masih makan nasi,"


"Baiklah-baiklah, Aku tetap kamu ingin merahasiakan nya?"


"Emm... Apakah Nona keberatan?"


"Tidak apa-apa, kamu boleh tidak mengatakan ini padaku, hanya saja.... Aku mungkin akan sedih,"


Alex mulai berpikir sebentar terlihat diam dan membuat beberapa perhitungan.


"Sebenarnya Aku adalah anak seorang Pengusaha,"


Terlihat wajah biasa saja dari ekspresi Natasya.


"Ah, begitu, Aku tahu. Aku sudah menatapnya tentang bagaimana lagu begitu pintar dan juga kamu memiliki selera yang bagus dalam memilih baju,"


"Benarkah itu? Kebayakan baju yang Aku miliki, kalau tidak pilihan Mamaku, ini pilihan Adikku,"


Mendengar kejujuran itu, Natasay lalu tertawa,


"Pffff.... Kamu terlihat sangat dekat dengan mereka,"


"Ya, aku sekarang ingat bahwa aku sangat dekat dengan Keluargaku,"


"Mereka pasti sangat sedih ketika tahu kamu menghilang,"


"Itu benar sekali, itulah kenapa aku pulang,"


"Baiklah aku mengerti situasi mu,"

__ADS_1


"Ya... Beberapa hal sulit memang sempat terjadi padaku, namun sungguh aku sangat berterima kasih pada Nona Natasya yang telah menyelamatkanku, Aku berhutang Budi padamu, aku akan melakukan apa saja untuk menebus ini,"


"Alex Aku sudah bilang sebelumnya jika kamu tidak perlu terlalu memikirkannya,"


"Tapi Nona... Jika ada yang bisa aku bantu...."


"Tidak Alex. Tidak apa-apa aku akan mencoba melakukan semuanya aku yakin aku bisa. Hanya saja, sebenarnya aku sangat ingin kamu berada di sisiku seperti sebelumnya, namun aku tahu ini permintaan yang tidak mungkin bukan?"


Alex ditanya itu menjadi sedikit ragu, karena memang benar hal itu tidak mungkin apalagi sekarang posisinya dan tanggung jawabnya sebagai CEO Perusahaan.


"Nona itu...."


"Alex, kamu tidak perlu terlalu menuruti permintaan ku. Yang jelas aku tahu jika kamu aman dan baik-baik saja sudah cukup, hanya masa depan kamu jangan mencoba untuk menghilang lagi,"


"Kali ini, Aku tidak akan melakukannya,"


"Baik-baik, Mari segera memesan makanan, Ah dan juga berikan ponsel mu padaku aku jelas harus membuatmu menyimpan Nomor Teleponku,"


"Aku sudah hafal nomor teleponmu,"


"Namun kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku?"


Alex diam.


Natasya lalu berkata lagi,


"Ya, kali ini Aku akan coba mengerti, tapi mulai sekarang kamu jelas harus menghubungi ku,"


"Tentu saja, Aku akan selalu menghubungimu,"


Setelahnya, mereka mulai makan malam, mereka tidak banyak hal yang mereka bicarakan.


Hanya Natasya mengeluh soal hal-hal yang dirinya alami ketika berada di kantor, mulai dari hal-hal yang terjadi setelah kecelakaan itu, selalu hal-hal terjadi di Rumah yang lagi-lagi dirinya mulai disalahkan.


Alex menatap Natasya tanpa berkedip, merasa tidak percaya bahwa dirinya bisa perbaikan hubungannya dengan Nonanya ini.


Rasanya hal-hal ini benar-benar luar biasa.


Namun tidak lama sampai mereka berpisah, karena Natasya tiba-tiba mendapatkan telepon dari ayahnya untuk segera pulang.


"Hah, Ayahku pasti ingin memberiku beberapa nasehat atau tidak memarahi ku tentang hal-hal di kantor aku benar-benar sangat lelah untuk mencoba mencapai ekspektasi yang dia miliki,"


"Nona pasti bisa,"


"Ya, Terimakasih Alex. Pastikan kamu nanti menelepon atau mengirim pesan padaku jika kamu sudah sampai di rumah,"


"Tentu saja,"


Keduanya lalu mulai berpisah.


####


Hari-hari mulai berlalu dengan cepat.


Selama hari-hari ini, Alex dan Natasya akan sering bertukar pesan.


Berita terkadang hanya ber kirim pesan singkat menanyakan kabar atau apakah sudah makan, nanya pertanyaan sederhana namun hal itu jelas cukup untuk menggugat Alex merasa sangat bahagia.


Misalnya saja, di sarapan pagi itu, Alex yang biasanya hanya akan duduk di meja makan dan sarapan kali ini malah hanya memegang ponselnya, lalu mulai memotret makanannya, dan lagi tersemyum sendiri sambil melihat ponselnya.


Tentu saja hal hal ini disadari oleh, Emelin dan Alena, sebagai perempuan jika berdua jelas sangat sadar dengan perubahan Alex.


Belakangan, mereka memang lebih sering memergoki Alex tersenyum pada ponselnya.

__ADS_1


Emelin dan Alena mulai saling bertatapan, lalu segera mengaguk, berpikir jika Apa yang mereka pikirkan sama?


Pastikan pikirannya itu dirinya lalu berbisik kepada putrinya itu,


"Lihat, Kakakmu Alex mulai tersenyum sendiri pada ponselnya, sangat jarang melihat dia memiliki ekspresi seperti itu, kamu pikir dia jatuh cinta?"


"Ya, sangat jelas di wajahnya. Aku juga pernah kebetulan melewati kamarnya yang sedikit terbuka, iya sepertinya sedang mengobrol dengan seorang gadis,"


"Astaga, jangan bilang ini Serena?"


"Ah, bisa saja. Apa Aku perlu bertanya pada Kak Alex?"


"Tidak, Kamu tahu Kakakmu seperti apa, dia itu sangat pemalu, last tidak akan bercerita tentang hal-hal ini.


"Hmm, Mama benar."


"Ya, lasagna sedikit lega ketika melihat kakakmu itu kembali tersenyum seperti itu, dia jelas pasti sangat mencintai gadis itu,"


"Benar, Kak Alex biasanya memiliki ekspresi yang cukup dingin, orang segera akan melihat jika Kak Alex memiliki ekspresi hangat seperti itu, jelas dia sangat menghormati dan menghargai orang itu,"


"Astaga, Kakakmu itu sedikit mengigatkan Mama pada Papamu, dulu Papamu ketika masih muda juga seperti itu dia memiliki wajah dingin namun selalu bersikap sangat manja didepan Mamamu ini,"


"Ah? Benarkan?"


Alex yang sudah meletakan ponselnya, tentu saja melihat Mama dan Adiknya itu sedang berbisik-bisik dimeja, jelas menjadi penasaran dan bertanya,


"Apa yang kalian berdua bicarakan?"


Mendengar pertanyaan itu, Emelin dan Alena lalu tersenyum nakal dan berkata,


"Adalah rahasia antar wanita Kakak tidak boleh tahu,"


Alex lalu mulai menatap Ayahnya, dan berkata,


"Papa, lihat sekarang Mama dan Alena suka mainan rahasia-rahasiaan dengan kita,"


Antony juga jelas menyadari sikap dan perubahan Putranya belalangan, apalagi soal permintaan dari Putranya beberapa saat lalu.


Dia segera berkata,


"Alex, kamu pasti juga menyembunyikan sesuatu dari kami. Kamu sebenarnya tidak perlu menyembunyikannya, bawa dia ke rumah, Papamu dan Keluargamu pasti akan segera memberikan restu, bahkan jika kamu ingin segera menikahinya, siapkan saja lamarannya,"


Mendengar kata-kata Ayahnya itu, Alex memiliki teliga sedikit memerah, merasa sangat malu.


Menikah Apa?


Belum tentu juga Nona Natasya mau bersama dengan dirinya.


"Ukhh.... Papa apa-apaan sih?"


Julio yang tidak tahu apa-apa itu lalu menimpali.


"Eh? Kak Alex sudah punya pacar? Kenapa tidak memberitahuku? Jaja Jahat!!"


"Julio, inti bicara omong kosong aku jelas tidak memiliki seorang kekasih, ini hanya teman,"


Lalu Alena mulai menyindir,


"Ya, ini semua berawal dari teman namun kemudian tumbuh hal-hal sacam itu, Kak Alex kali ini tidak boleh sampai ketinggalan lagi, langsung Gass sampai ke pelaminan,"


"Benar, Alex Putraku. Langsung saja Gass, sampai pelaminan,"


"Astaga.... Apa-apaan sih dengan omong kosong kalian!!"

__ADS_1


Alex menjadi semakin malu sedangkan keluarganya itu menertawakan Alex.


__ADS_2