Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 33: Sedikit Lega


__ADS_3

Pertemuan antara Alex yang Ayahnya, Antony di suatu reuni yang sangat mengharukan.


Antony sendiri, tidak akan pernah mengira jika Putra kesayangannya saat ini berada di depannya dan sehat.


"Alex.... Ini benar-benar kamu...."


"Ya, ini Aku Papa, Aku perlu membicarakan hal penting dengan Papa, mungkin kita harus berada di ruangan yang cukup tenang,"


Antony lalu segera mengajak Alex salah satu ruangan di lantai itu yang kebetulan kosong.


Ayah dan Anak itu, lalu mulai duduk disalah satu sofa dan saling berhadap-hadapan.


"Jadi, ceritakan apa yang terjadi," tanya Antony setelah mencoba menenangkan dirinya.


"Ya, tidak tahu harus memulainya dari mana namun kecelakaan yang menimpa aku ini kemungkinan di segaja oleh seseorang, Aku banget beruntung saat itu bisa selama setelah diselamatkan oleh seseorang, sayangnya aku sempat kehilangan ingatan ku, saat ini ingatanku belum pulih bener,"


Alex mulai menjelaskannya tentang apa yang terjadi padanya, dan tentang berapa ingatan yang mulai dirinya ingat.


"Saat itu, ketika Aku melewati Gedung D.A Group, aku seperti mengenali seorang pemuda yang baru keluar dari sana, itu sama seperti seorang pemuda yang menaiki mobil yang mengejar mobilku, walaupun aku masih tidak yakin karena ingatanku masih sedikit buram ketika kejadian itu,"


Mendengar hal-hal ini, Antony jelas menjadi sangat kaget, video tidak pernah mengira jika putranya terlibat dalam kecelakaan semacam itu.


D.A Group katanya?


Itu adalah Perusahaan milik Keluarga Dirgantara yang sudah diperbaharui sebelumnya.


Awalnya basis Operasinya berkembang di Luar Negeri, baru beberapa tahun belakangan mereka membuka kantor cabang kembali ke Negara ini.


Pemiliknya, masih sama, Geovanni Dirgantara itu, yang bekerja sama dengan Pamannya, Viktor Anderson, setelah dulu keduanya sempat lolos dan keluar dari Penjara.


Kombinasi mereka berdua masih saja suka membuat masalah dengan Keluarganya, bahkan walaupun tahun-tahun berlalu.


Bahkan, Perusahaan Anderson yang berada di Luar Negeri yang ternyata berada di kendali Pamannya Viktor, berhasil di ambil alih semua Klaiennya oleh mereka, itulah kenapa mereka berhasil membangun Perusahaan Dirgantara yang hampir bangkrut itu.


Bahkan setelah kekalahan mereka sebelumnya, mereka tidak pernah menyerah, tujuan mereka sampai saat ini masih sama yaitu ingin menghancurkan dirinya dan Perusahaan Anderson dan seluruh Keluarganya.


Antony juga tidak akan mengira jika dendam mereka begitu besar.


Sebelumnya, memang Perusahaan mereka sempat masuk dalam persaingan sengit, namun Perusahaan D.A Group itu masih saja buka melakukan trik-trik dan hal-hal ilegal.


Hah, namun Antony juga tidak akan mengira, jika Putranya Alex akan menjadi korban pertama dalam rencana balas dendam mereka.


Mereka itu, benar-benar tidak bisa dimaafkan.


Jika ini benar-benar perbuatan mereka...


"Alex, kamu tenang saja, Ayah dia kan mencoba menyelidiki ini secara tuntas,"


"Baik, Papa. Terimakasih banyak, namun untuk sementara ini Aku ingin Papa merahasiakan keberadaanku dulu dari semua orang termasuk dari Mama dan Adik-adikku,"


Mendengar pertanyaan dari Putranya itu, Antony sedikit kaget, namun setelah berpikir beberapa saat dirinya juga mengerti.


"Kamu tidak ingin membuat mereka khawatir dan menjadi terlibat juga bukan?"


"Ya, Papa. Aku tidak ingin mereka terlibat dalam hal ini, Aku takut orang juga jadi terluka karena aku,"

__ADS_1


"Tidak, ini bukan salahmu, bisalah orang-orang yang menyelakankan kamu, sekarang kamu tenang saja aku akan mengurus semuanya,"


"Ya, Papa, kurasa aku akan pergi sekarang,"


"Kenapa kamu begitu buru-buru?"


"Gadis yang menolongku, ini sedang menunggumu aku harus kembali padanya, aku juga belum cerita soal hal hal ini padanya yang dia tahu aku masih kehilangan Ingatanku,"


"Yang menolongmu seorang gadis?"


Mendengar pertanyaan itu, Alex segera tersenyum dan berkata,


"Ya, iya adalah seorang gadis baik hati yang menolongku, lagi aku ingin sedikit membalas budi padanya dengan berada di sampingnya untuk sementara ini,"


Antony yang mendengar itu, lalu sedikit tertawa,


"Astaga, jadi kamu ingin bersemangat sebenanya agar bisa mendekati gadis itu bukan?"


Alex jelas saja merasa malu, karena sebagian niatnya itu ditebak dengan tepat oleh Ayahnya.


"Tidak seperti itu,"


Antony hanya tersenyum lalu mulai berkata,


"Tidak apa-apa, kamu sudah dewasa kamu selalu bisa mendapatkan wanita manapun yang kamu suka, lain kali jika semuanya sudah beres kamu bisa memperkenalkan Papa padanya,"


"Papa jangan bicara omong kosong seperti ini,"


Setelahnya mereka mulai bertukar nomer ponsel, dan Alex segera pergi dari sana.


Sialan!


Dirinya kecolongan sampai membiarkan putra kesayangannya itu mengalami kejadian seperti ini.


Awas saja mereka yang berani mencelakakan Putranya ini, dirinya pasti akan mengejar mereka sampai dapat.


####


Setelah berpisah dengan Ayahnya itu, Alex segera pergi ke parkiran ke tempat Natasya berada.


Setidaknya saat ini sudah ada beberapa kelegaan dalam dirinya.


Ayahnya akan membantu dirinya untuk menyelidiki ini.


Baik, salah satu sudah selesai saat ini dirinya bisa fokus untuk membantu Nona Natasya.


"Alex, kamu sudah kembali? Jadi bagaimana hasilnya?"


Alex lalu mulai membuka surat perjanjian yang ada di sana.


Melihat surat itu, Natasya langsung tersenyum dan berkata dengan semangat,


"Hmm, kamu benar-benar sangat hebat tidak sia-sia aku mengandalkan mu, jika seperti ini Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik,"


"Ya, pernah kasih telah percaya padaku,"

__ADS_1


Mereka berdua yang sangat gembira itu lalu mulai merayap kan pencapaian ini dengan makan di luar, tentu saja itu makan di Restoran Seafood kesukaan Alex.


Sampai hari-hari segera berlalu dan kabar keberhasilan Natasya dalam merekrut Aktor Populer yang di bantu oleh Pengawalnya itu tersebar sampai ke telinga Florencia dan Ibu Tiri Natasya.


"Mama, Aku merasa, Pengawal Natasya itu merusak semua rencana kita," kata Florencia dengan kesal.


Wanita baru saya di depannya itu juga menghela nafas kesal.


"Memang, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Jikaa seperti ini terus, nanti di Rapat Direksi, Natasya itu pasti akan mendapatkan dukungan semua orang,"


"Memang aku juga tidak suka pengawal Natasya itu, aku rasa sebaiknya kita menyingkirkan Pengawal itu dulu," kata Florencia tiba-tiba.


"Menyingkirkan? Maksudmu?"


"Buat, dia di pecat atau sesuatu, aku tidak ingin Natasya itu memiliki bantuan atau sesuatu,"


"Tapi kejadian soal foto tempo hari gagal,"


"Aku tahu, aku rasa itu masih kurang kita perlu menyebarkan gosip itu untuk memastikan semua orang di seluruh kantor tahu," kata Florencia lagu dengan nada licik.


"Baik, ini adalah ide yang bagus kamu segera siapkan rencana itu untuk menyingkirkan, Alex. Aku akan mencoba menyiapkan rencana untuk membuat Natasya dalam masalah,"


Kedua wanita itu terlihat sangat senang ketika memikirkan rencananya itu.


####


Hari-hari segera berlalu, dan Iklan yang di rencanakan itu telah selesai dan tanyang dengan baik.


Dan benar saja sepertinya, efek dari Iklan yang baru itu cukup bagus, membuat Penjualan mulai meningkat.


Natasya saat ini, lihat laporan tentang penjualan online di salah satu Toko Perusahaan.


"Alex, lihat ini, strategi kita benar-benar sangat sukses,"


"Itu benar, Nona. Sekarang setidaknya kita bisa bernafas lega karena semuanya berjalan sesuai rencana,"


"Itu benar, Aku rasa aku akan bersaitai dulu sementara,"


Kedua orang itu terlihat sangat senang dan menikmati hari hari damai mereka tanpa tahu jika saat ini di kantor sedang ada gosip heboh tentang mereka berdua.


Natasya, bukan tipe orang yang memperhatikan tatapan orang-orang atau hal-hal soal gosip, begitu pula dengan Alex.


Namun, sejak apa yang dikatakan Sopir sebelumnya, Alex sedikit waspada kepada tatapan orang-orang.


Semakin ke sini, Alex merasa tatapan orang-orang kantor menjadi semakin buruk.


Hal-hal ini entah kenapa membuat firasat nya menjadi buruk.


"Nona kenapa tiba-tiba ingin makan siang di Atap?"


"Di sana itu sangat indah, bisa melihat arena perkotaan juga cukup menyegarkan, ada tempat berteduh di sana jadi kamu tidak perlu khawatir untuk kepanasan, pokoknya kamu akan senang jika berada di sana, aku sebelumnya sering kesana,"


"Begitu? Baiklah jika Nona pikir itu bagus, itu pasti memang bagus,"


Kedua orang itu mulai berjalan menuju lift, dan tepat ketika mereka tiba di lift paling atas, tuanya segera menuju ke tangga tempat mereka tuju.

__ADS_1


Kereta berdua tidak sadar jika setelah mereka naik tangga, lift segera terbuka, terlihat ada orang yang mengikuti mereka berdua.


__ADS_2