
Hari segera berlalu sejak Natasya diangkat sebagai CEO baru. Saat ini Natasya sedang duduk di ruangan barunya mulai menikmati kekuasaan yang baru saja dirinya dapatkan.
Dari sini, Natasya jelas merasa senang, buka dirinya sudah berhasil mendapatkan apa yang dirinya inginkan, dapatkan posisi ini dengan cara membuktikan dirinya sendiri.
Ya, namun Natasya juga merasa ada yang aneh.
Benar, cukup aneh kenapa semuanya berjalan terlalu lancar dan mulus?
Terutama soal tawaran tawaran project atau tentang bagaimana dirinya memenangkan beberapa produk dengan cukup mudah.
Ya, Natasya jelas merasa hal ini terlalu mencurigakan, tidak mungkin kebetulan bisa sampai seperti itu bukan?
Natasya tentu tidak bodoh, dirinya sudah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang semua ini, bisanya tentang project projet yang dirinya dapatkan.
Yah, bukan berati dirinya tidak percaya diri dengan kemampuan miliknya, sampai saat ini dirinya masih percaya jika kemampuan miliknya cukup kompeten hingga dirinya bisa sampai ke posisi ini, dari pelatihan dan pelajarannya selama bertahun-tahun.
Hanya saja....
Hal-hal terlihat terlalu lancar dan tanpa hambatan, bahkan Pemilik Saham baru sebelumnya terlihat mencurigakan?
Dan bahkan laporan dari Penyelidikan Ibu Tirinya dan Florencia terlalu bagus, padahal dirinya awalnya hanya menyuruh untuk menyelidiki kecelakaan, namun hasil laporan yang didapatkan lebih banyak dari pada yang dirinya suruh.
Memikirkan semua ini jelas aja, Natasya tidak bisa untuk tidak berpikir, pasti ada seseorang di balik semua ini.
Semua ini jelas sudah direncanakan seseorang, dan ini mengungkapkan dirinya, seolah-olah orang misterius ini diam-diam membantunya.
Rasanya aneh ketika memikirkan kemungkinan ini, itulah kenapa Natasya mulai menyelidiki tentang semua ini.
Harusnya, sebentar lagi laporan dari anak buahnya datang?
Natasya benar-benar menunggu ponselnya berbunyi.
Ting
Mendengar ponselnya berbunyi, Natasya jelas langsung mengangkatnya, dan melihat pesan disana.
Ternyata itu dari Alex?
'Jangan Lupa Untuk Makan siang, apalagi sekarang Kamu CEO baru, pasti kamu akan sangat sibuk, tapi tetap harus makan teratur untuk menjaga kesehatan. Ah benar, Aku barusan mengirimkan Pesanan Makan Siang dari Restoran dekat tempatku, kamu bisa mengambilnya di Resepsonis bawah, tadi pihak restoran sudah bilang jika perdanaku sudah sampai,'
Natasya yang menatap pesan itu lalu segera melihat kerah jam tangannya yang memang sudah menunjukkan waktu makan siang.
Lalu dirinya kembali menatap ponselnya.
Alex bahkan mengirimkan makan siang untuknya?
Natasya benar-benar merasa tidak mengerti ada apa dengan semua kebaikan ini?
Apa jangan bilang ini semua hanya untuk balas Budi?
Hanya dirinya saja yang salah paham selama ini, jika Alex mempermainkannya?
Tapi, kebaikan ini terlalu berlebih-lebihan, hingga Natasya merasa tidak sanggup untuk menerima ini, hal ini benar-benar membuat hatinya kacau.
Natasya lalu menarik nafasnya dan mengirimkan pesan ke Alex.
'Terimakasih banyak, tapi lain kali tidak perlu repot-repot,'
Balasan segera datang setelahnya,
'Ini tidak repot sama sekali, semoga kamu menikmati makan siangmu,'
Kata-kata hangat itu, benar-benar masuk kedalam hati Natasya, sungguh...
Natasya benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Dan segera setelah itu, dirinya meminta pihak Resepsonis untuk membawa keatas paket makanan yang Alex kirimkan.
Sambil menunggu itu, Natasya masih menatap ponselnya dengan cermas, ada foto Alex dan dirinya disana, yang ingin dirinya hapus, namun sampai saat ini dirinya tidak berani untuk menghapus foto itu.
Ah...
__ADS_1
Ternyata waktu berlalu begitu cepat, sejak pertama kali dirinya bertemu dengan Alex...
Sampai sekarang dirinya masih penasaran dengan sosok Pria itu, yang masih sangat misterius untuknya...
Ketika Natasya masih sibuk berpikir, pesan dari anak buahnya yang dirinya tunggu akhirnya datang.
Email itu berisi laporan hasil penyelidikan mereka, dan hal itu jelas ada di luar dugaan Natasya.
Apalagi setelah membaca nama dalam Laporan itu.
'Alexsander Smith CEO Smith Group yang juga merupakan Putra dari Pemilik AX Investment,'
Sekarang semuanya masuk akal, ternyata benar ini adalah rencana seseorang, seseorang yang diam diam membantunya selama ini.
Dan ternyata identitas orang yang membantunya itu adalah Alex?
Jangan bilang, Alex juga yang meminta Ayahnya untuk membeli 10% Saham itu?
Ketika memikirkan kemungkinan ini, Natasya benar-benar menjadi binggung.
Ya, kenapa Alex melakukan sampai sejauh itu?
Ini benar-benar karena balas Budi??
Atau Alex hanya ingin mempermainkan dirinya?
Disana dalam laporan itu juga ditulis lengkap Identitas Alexander Smith ini.
Yang juga Putra dari Emelin Smith, Kakak Tertua Alena.
Semakin membaca laporan itu, semakin membuat Natasya kaget.
Ya, pantas saja Kakak tertua Alena itu seolah menghindar untuk bertemu dengannya, apakah Alex tidak ingin dirinya tahu soal Indentitasnya?
Agar bisa menyembunyikan Pertunangannya?
Semakin memikirkan ini membuatnya merasa semakin rumit.
Sebentarnya...
Apa yang kamu inginkan dariku?
####
Disisi lainnya, Alex yang mendapatkan balasan pesan dingin itu, jelas merasa kecewa.
Hah...
Dirinya masih belum mengerti kenapa Nona Natasya itu menghindarinya.
Ah benar, karena dari kemarin dirinya sibuk dirinya sampai lupa memeriksa.
Di Ruangannya ini ada Kamera CCTV yang dipasang, dan tentu saja ini hanya bisa dilihat oleh nya dan hanya diketahui oleh nya.
Segera Alex mengambil laptopnya, dan melihat rekaman hari dimana dirinya makan ponselnya di ruangan itu.
Dan benar saja, Alex benar-benar menemukan hal yang tidak pernah dirinya juga.
'Aku adalah Tunangannya Alex, kamu jangan dekat-dekat dengan Tunanganku,'
Hal-hal yang Serena katakan jelas sekali terekam dalam kamera CCTV itu.
Alex benar-benar tidak menyangka ada kejadian semacam itu.
Itukan alasan kenapa Nona Natasya mulai menjauhinya?
Sialan!!
Dirinya tidak akan pernah mengira jika Serena itu licik.
Tanpa basa-basi, Alex segera memanggil Serena ke Ruangannya.
__ADS_1
Serena awalnya begitu senang ketika Alex memanggilnya, berpikir jika Alex mungkin akan mengajaknya makan siang bersama.
Dengan ekspresi senang, Serena masuk ruangan itu.
"Selamat siang, Pak Presdir, apakah ada yang bisa Aku bantu?"
Alex menatap Serena dengan ekpersi dingin.
"Mulai sekarang kamu berhenti magang di Perusahaan ini, segera bereskan barang-barangmu, Aku rasa sudah cukup kamu magang di sini, seharusnya hal yang sudah aku ajarkan bisa kamu coba terapkan di Perusahaan Ayahmu,"
Kata-kata itu begitu dingin dan to de point', membuat Serena syok.
"Kenapa?? Kenapa begitu tiba-tiba?"
Alex mencoba mengendalikan emosi kemarahan nya.
Dirinya tidak bisa bertindak gegabah karena dipengaruhi kemarahan.
Kabarnya, wanita yang cemburu itu bisa berbuat nekat.
Dirinya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Jadi dengan tenang, Alex coba mencari alasan yang logis.
"Jadi begini, sebentar lagi Perusahaan ini akan memasuki masa sibuk-sibuknya, Kami kan lebih membutuhkan tenaga yang terampil dan profesional, setelah ini Aku juga akan sangat sibuk sekali, dan mungkin tidak akan memiliki waktu untuk memandumu. Dan aku merasa kamu sudah cukup belajar disini, alangkah lebih baik, jika kamu mencoba mempraktekkan apa yang Aku ajarkan di Perusahaan Ayahmu, Aku akan berbicara dengannya nanti,"
Serena mendengar itu jelas merasa panik dan berkata,
"Tapi... Tapi... Tidakkah ini terlalu cepat?"
"Aku minta maaf Serena, bun aku benar-benar tidak akan memiliki waktu aku harap kamu mengerti,"
"Tapi Aku ingin dekat denganmu,"
"Serena, Aku saat ini sedang sibuk mengurusi Karirku, Aku benar-benar tidak ada waktu untuk berurusan dengan hal semacam itu,"
"Tidak!! Kamu bohong!!"
"Bohong apa? Kamu tahu apa?"
Serena keceplosan itu jeles langsung menutup mulutnya, karena dirinya tidak mungkin untuk berkata jujur soal dirinya tahu Alex selalu berhubungan dengan seorang gadis tertentu bernama Natasya itu.
"Cukup, Aku harap kamu mengerti. Aku juga tidak tertarik dengan mu,"
Serena mencoba mencari alasan untuk bertahan, namun Alex selalu dapat menemukan celah untuk membantah alasannya itu.
Serena akhirnya keluar dari ruangan itu dengan ekpersi kecewa.
Dirinya tidak mengira jika Alex ini ternyata sangat keras kepala, benar-benar menyebalkan ketika memikirkannya, bahkan menolak dirinya mentah-mentah seperti ini?
Hal ini terasa sangat memalukan untuk Serena.
Alex yang melihat Serena pergi dengan kesal karena dirinya yang sempat melukai harga diri gadis itu, segera merasa lega.
Yah, biarkan saja dirinya terlihat seperti laki-laki yang buruk.
Yang penting adalah pendapat Natasya...
Benar, setelah ini dirinya jelas harus menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan Natasya nanti.
Namun jika dipikir-pikir lagi, Alex merasa aneh.
Nona Natasya menghindarinya ketika tahu dirinya punya Tunangan?
Bukankan itu artinya Nona Natasya cemburu?
Jika cemburu, berati artinya Nona Natasya memiliki beberapa perasa romantis padanya?
Ketika memikirkan semua kemungkinan itu benar-benar membuat mood Alex kembali baik.
Alex benar-benar tenggelam dengan semua pikirannya itu.
__ADS_1