
Hari-hari segera berlalu dengan cepat, sudah hampir dua minggu berlalu sejak Iklan yang Alex dan Natasya rencanakan rilis, dan benar saja, dalam dua minggu, udah atas kemajuan dalam tingkat penjualan Perabotan.
Natasya yang menatap hasil penjualan itu, terlihat senang.
Namun, ekpresi Natasya tidak menunjukan kesenangan.
Jelas hal ini semua karena gosip yang belakangan beredar di kantor tentang dirinya dan Alex.
Natasya benar-benar gitu marah tentang seorang yang menyebarkan gosip omong kosong ini.
Melihat hal-hal sudah menyebar seperti api ini, Natasya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa membiarkan semua itu, nya bisa berharap hal hal ini tidak mempengaruhi soal pencapaian yang dirinya miliki.
Sial, Natasya juga tahu pasti ini ulah dari Florencia atau Ibu Tirinya, untuk membuat konsep dan rumor omong kosong semacam ini, kena mereka tidak bisa bersaing dengan dirinya secara sehat.
Misalnya, tentang bagaimana dirinya bisa memecahkannya masalah-masalah sulit, sedangkan mereka tidak.
Dan lagi dirinya juga memerlukan proyek baru.
Jika dihitung-hitung, sejak dirinya bertemu dengan Alex, banyak keberuntungan datang dalam hidupnya.
Alex ini sudah seperti bintang keberuntungan dalam hidupnya ini.
Ukhh, selain Tampan, bisa melindunginya, juga pembawa Keberuntungan!!
Semakin kesini, Natasya semakin merasa menyukai Alex, sungguh pesona yang tidak bisa dirinya tahan!!
Apalagi melihat wajah tampan itu setiap hari, benar-benar meyegarkan mata dan hatinya, sangat bagus untuk healing setelah melalui begitu banyak kesulitan dan masalah di kantor yang tidak ada habisnya.
Hanya menatap wajah tampan itu saja sudah membuat dirinya merasa bahagia.
Yah, lupakan rumor omong kosong itu, lagipula dalam Keluarga Besar semacam itu, siapa sih yang benar-benar tidak punya rumor?
Semua orang selalu seenaknya saja bergosip, yah, dirinya juga tidak benar-benar bisa mengendalikan apa yang orang lain pikirkan.
Terlalu melelahkan, jadi sebaiknya dirinya fokus pada hal-hal penting, salah satunya adalah mendapatkan Proyek Mengungkan!
Berbeda dengan Natasya yang memiliki perasaan begitu baik.
Semakin kesini, Alex merasa semakin tertekan dengan rumor yang beredar.
Dirinya jelas merasa semakin bersalah.
Namun dirinya tidak berani menunjukkan nya di depan Nonanya itu.
"Alex, kamu di sini saja. Hari ini aku ada Rapat dengan Direktur Pemasaran."
"Baik, Nona,"
Natasya lalu pergi dari ruangan itu, meninggalkan Alex sendirian.
Setelahnya, telepon Alex mulai berbunyi.
Kebetulan sekali, ini dari Ayahnya Antony.
Dirinya juga baru sempat kepikiran untuk menelepon Ayahnya itu.
"Hallo, Ayah. Apa kabar?"
'Cukup baik. Sebenarnya aku menelepon karena ada kemajuan dari penyelidikan yang Aku lakukan,'
__ADS_1
Mendengar itu, Alex segera menjadi bersemangat,
"Benarkah itu? Ayah sudah menemukan pelakunya?"
'Ya, Aku tahu pelakunya namun tidak memiliki bukti yang cukup. Aku sudah memeriksa kamera CCTV di dekat Pom Bensin yang kamu bilang, dan memang benar disana sempat ada percekcokan antara kamu dan Tuan Muda dari Keluarga Dirgantara itu, dan bagaimana mobilnya yang kebetulan menuju arah yang sama dengan mobilmu. Namun itu tidak benar-benar bisa menjadi bukti yang kuat untuk di perkaraan ke Pengadilan. Hanya yang jelas kita cukup yakin tentang siapa pelakunya, ingatanmu tidak salah,'
"Jadi begitu, mereka benar-benar pelakunya?"
'Ya, sekarang kita tahu pelakunya. Alex apa rencanamu berikutnya? Apakah kamu masih ingin bersembunyi?'
"Aku belum memikirkannya,"
'Sebenarnya, Mamamu Emelin begitu sedih dan terluka soal hal ini, dia bahkan menjadi tidak napsu makan belakangan ini, dia juga tidak beraktifitas apapun dan membatalkan semua jatwalnya, hanya berada di kamarmu, dan menatap fotomu. Aku benar-benar sangat sedih ketika Mamamu seperti itu. Sebelumnya, aku juga melihat Adikmu Alena diam-diam menagis, walaupun dia terlihat seperti anak yang kuat namun yah... Dia kehilagan Kakaknya yang berharga, sedangkan Adikmu Julio, dia menjadi sering berkunjung ke Makammu, dia juga sangat sedih dengan kepergianmu...'
Mendengar kata-kata Ayahnya itu, hati Alex juga menjadi begitu sakit memikirkan betapa keluarganya saat ini sedang begitu sedih seperti itu setelah dirinya pergi.
Hatinya sakit mendengarkan hal itu...
"Aku... Aku tidak tahu, bahwa mereka akan begitu sedih..."
'Apa yang kamu katakan? Jelas kami begitu sedih, Alex adalah Keluarga kami yang paling berharga, harta kami yang sangat kami sayangi. Jadi Ayah hadap, kamu segera kembali. Soal urusan dengan Keluarga Dirgantara itu, biar Ayah yang mengurusnya,'
Mendengar itu, Alex tidak tahu harus berkata apa.
"Aku akan mencoba mempertimbangkan nya,"
'Ya, kamu selalu bisa menghubungi ku kapan saja kamu ingin. Ayah juga sangat merindukanmu,'
"Terimakasih Ayah,"
Dan setelah beberapa saat telepon itu segera berakhir.
Lalu dirinya juga teringat bagaimana dirinya malah menjadi beban untuk Nona Natasya, sampai jadi bahan gosip oleh semua orang semacam ini.
Dirinya bukan malah membantunya namun hanya menjadi aib untuknya, yang merepotkan dan menambah maslahat untuknya.
Ketika Alex tenggelam dalam pikirannya itu, tiba-tiba pintu diketuk, seorang datang dan berkata,
"Alex, Pak Presdir ingin bertemu denganmu,"
"Pak Presdir?"
Apakah itu Ayah Nona Natasya?
"Ya, aku juga tidak tahu alasannya namun dia menunggumu di ruangannya segeralah ke sana,"
"Baik, Aku akan kesana,"
Alex jelas merasa penasaran kenapa Ayah Natasya memanggilnya.
Namun, Alex juga mulai memiliki beberapa perkiraan tentang apa yang terjadi.
Apakah ini tentang gosip yang beredar?
Dan tepat seperti dugaan Alex, begitu Alex sampai di ruangan itu.
Alex segera di berikan sodoran sebuah Cek.
"Ini...."
__ADS_1
"Alex, apakah kamu ingin melakukan sesuatu untuk kebaikan Putriku Natasya?"
"Ya, saya selalu akan melakukan apapun demi kebaikan Nona Natasya,"
"Pergilah kalau begitu,"
Mendengar kata-kata langsung itu Alex jelas cukup kaget.
"Tapi...."
"Saat ini adalah masa-masa paling penting untuk Natasya. Kamu tahu sendiri bukan, gosip yang beredar soal kalian? Bahkan walaupun aku tahu kalian mungkin tidak seperti itu, orang-orang memiliki pikiran sendiri dan bisa bergosip dengan liar, seperti sekarang. Saat ini kamu hanya memuat Aib untuk Putriku dengan berada di sampingnya. Aku harap kamu paham dengan apa yang aku maksud, jika kamu benar-benar peduli padanya, pergilah kamu tidak ingin dia gagal mencapai impiannya bukan? Ini uang yang cukup untukmu, anggap saja sebagai pesangon," kata Ayah Natasya itu, terlihat seperti Ayah yang sangat peduli pada Putrinya.
Padahal, yang paling dia khawatirkan adalah, Natasya bisa memiliki semacam perasaan pada Pria dihadapanya ini, hal-hal semacam itu jelas saja tidak bisa dibiarkan.
Jelas, semakin banyak waktu berlalu mereka berdua bersama, itu jelas bukanlah hal yang baik.
Putrinya Natasya tidak boleh memiliki rumor jelek semacam ini, ini demi Perusahaan dan Masa depannya, dirinya dimasa depan juga akan menjodohkan Putrinya ini dengan Pria yang layak yang bisa membantu kemajuan Perusahaan mereka.
Ya, jelas, Pengawal ini tidak bisa berada di samping Putrinya itu.
Alex menjadi diam ketika diberikan cek itu.
Pergi dari Nona Natasya?
Apakah ini memang sebuah pilihan yang terbaik untuk mereka?
Dirinya tidak ingin lagi merepotkan Nona Natasya.
Dirinya ingin menjadi pendukung untuk dia, namun saat ini dirinya tidak memiliki kemampuan apapun untuk mendukung Nonanya itu.
Jika dirinya kembali ke Keluarganya...
Apakah dirinya akan memiliki kemampuan untuk mendukung nya?
Dan lagi, dirinya juga merasa tidak nyaman memikirkan bagaimana saat ini Keluarganya menjadi begitu sedih.
Namun dirinya juga memiliki sebuah janji dengan Nona Natasya....
Tapi, tidak ada hal yang baik jika dirinya terus berada di sampingnya seperti ini dan hanya malah menjadi beban.
Ya, dirinya kapan kembali ke keluarganya dan segera mendapatkan semua ingatan yang kembali...
Dirinya yakin, bahkan ketika semua ingatan yang kembali...
Perasaannya tidak berubah....
"Ya, sesuai dengan apa yang Pak Presdir Perintahkan, saya akan pergi dari hidup Nona Natasya,"
"Tapi ingat, jangan beri tahu dia jika aku yang menyuruhmu pergi,"
"Ini adalah keinginan saya sendiri,"
Setelahnya, Alex mulai pamit dan pergi dari ruangan itu.
Walaupun dirinya sudah membuat keputusan, namun hatinya masih begitu sakit memikirkan dirinya akan pergi diam-diam seperti ini...
Ya, hari ini...
Mungkin akan menjadi hari terakhir mereka berdua bersama, sebagai Nona dan Bodyguardnya....
__ADS_1