Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 25: Rahasia


__ADS_3

Mendengar perkataan Natasya itu, Alex menjadi cukup kaget, jadinya benar-benar baru tahu jika kebetulan bisa terjadi.


"Jadi pemakaman sebelumnya adalah Putra dari Artis Idolamu?"


"Owh, lupa jika Aku lupa belum menceritakan ini padamu, kamu tahu sendiri jika setelah itu kita menjadi sibuk,"


"Tidak masalah aku hanya terkejut saja,"


"Ya, sungguh rumah si merasa sangat sedih juga atas kematian Putra Pertama Idolaku ini, jelas dia sangat terpukul dengan hal ini, iya adalah ibunya yang mengandung nya dan merawatnya sejak kecil namun melihat Putranya meninggalkan nya seperti itu, dia pasti sangat sedih,"


"Dia dekat dengan Putranya?"


"Sepertinya begitu, Aku dengar dia sangat menyayangi Putra pertamanya itu, dan memiliki hubungan yang sangat baik dengannya, kadang dalam beberapa acara dia menceritakan betapa dekatnya mereka,"


Mendengar itu, Alex lalu merasa jika mungkin memang Kebetulan saja.


Sebelumnya dirinya sempat mengira jika dirinya mungkin memiliki semacam hubungan dengan Perusahaan Smith ini, dan soal Putra Emelin Smith ini.


Mengingat dirinya merasa cukup familiar ketika berada di rumah mereka termasuk kartika beratan di halaman rumah mereka.


Sebuah pemandangan yang menurutnya sesuatu yang selalu dirinya lihat.


Yah bukan berarti dirinya berharap banyak soal identitasnya, hanya saja ini...


Yah, mungkin saja ada kemungkinan dirinya ada orang itu?


Bukankah semuanya cukup masuk akal?


Putra mereka melipat dalam suatu kecelakaan lalu meninggal, bisa saja karena beberapa hal mayat sulit dikenali atau sesuatu?


Namun ketika mendengar jika Emelin ini dekat dengan Putranya, Alex menjadi ragu.


Berdasarkan ingatan yang dirinya miliki ketika masih kecil itu, ini seperti dirinya tidak memiliki hubungan yang baik dengan Ibu Kandungnya.


Perasaan kesedihan dan kesepian yang dirinya alami dalam mimpi itu terlihat begitu nyata.


"Jadi begitu,"


"Kenapa dengan itu Alex?"


"Tidak-tidak, mungkin lain kali saja aku akan bertanya lagi, Nona butuh Istirahat bukan? Aku akan segera pergi dan tidak mengganggu Nona Natasya untuk Istirahat,"


"Ayolah, bukankah aku sudah bilang padamu sebelumnya bahwa kamu itu jelas tidak menggangguku,"


"Ya, bangun tetap saja Nona mungkin butuh waktu sendiri, Aku akan izin dulu untuk pergi keluar Rumah sebentar,"


"Kemana kamu ingin pergi?"


Alex menjadi diam setelah bertanya, tadinya sepertinya harus sedikit berbohong.


"Aku hanya ingin lebih mengenal daerah sekitar, Aku ingin jalan-jalan,"


"Owh, tentu saja, kamu bisa jalan-jalan. Apakah mau aku temani?"


"Tidak Perlu repot-repot, saya tahu jika saat ini Nona sedang lelah sebaiknya Nona istirahat,"


"Ya, ya. Kamu mungkin benar, masalah-masalah belakangan ini benar-benar menggangu pikiranku, sekarang setelah semuanya selesai aku akan tidur,"


Setelahnya mereka segera berpisah, Natasya segera kembali ke kamarnya sedangkan Alex mulai memanggil taksi untuk menuju ke lokasi yang ingin dirinya tuju.


Ya, ini adalah Kantor Perusahaan Smith yang ingin dirinya tahu.

__ADS_1


Perjalanan menuju tempat itu ternyata tidak cukup lama.


Tidak sampai satu jam ketika Alex tiba di depan gedung itu.


Setelahnya, Alex gulai keluar dari taksi dan menatap kearah gedung itu.


Dan benar saja, tiba-tiba sebuah ingatan mulai muncul.


Ini adalah sebuah ingatan di mana, ada beberapa orang berpakaian serba hitam berdiri di depan pintu gedung itu, melihat menyambut seseorang.


'Selamat Datang Pak Presdir Alexander Smith,'


Mereka semua terlihat menyapa seseorang namun segera ingatan itu menghilang.


Kepala Alex sekali lagi menjadi sakit.


Ingatan ini....


Namun berada di tempat familiar memang membuat dirinya mengembalikan sedikit ingatan yang dimilikinya.


Apakah aku benar-benar CEO Perusahaan itu?


Tapi menurut yang Nona Natasya katakan sebelumnya....


Tapi bisa saja berapa ingatan yang dimilikinya ini salah...


CEO mereka, Kabarnya mengalami kecelakaan.


Setelahnya, ketika mengigat sebuah Kecelakaan, Alex lalu mulai kembali mengingat sesuatu.


Ini adalah saat dirinya berada sama sebuah mobil.


Hal yang muncul adalah di pinggir jalan dirinya melihat ada seorang laki-laki yang terlihat seperti pengemis yang sedang di marahi oleh seorang Pemuda berpakaian rapi.


Wajah orang-orang itu terlihat samar-samar.


Dalam ingatan itu, dirinya langsung berhenti, mencoba melihat kenapa pemuda itu dimarahi, namun ketika dirinya berhenti dirinya mulai berdebat dengan orang itu...


Alex tidak begitu ingat apa yang di perdebatkan...


Hanya ada ingatan samar-samar...


Setelah itu, dalam ingatan itu dirinya ingat membawa laki-laki yang terlihat berpakaian compang-camping itu masuk kedalam mobil, dan memberikan jas yang dirinya pakai dan jam tangan miliknya.


Ketika mengigat hal itu, wajah Alex menjadi sangat pucat memikirkan betapa sakitnya kepalanya itu.


Sangat sakit seperti ingin meledak, ketika dirinya mencoba mengingat masa lalu.


Adegan berikutnya yang dirinya ingat adalah, dirinya yang berada dalam mobil itu tiba-tiba dikejar oleh segerombolan orang.


'Pak, Supir apakah bisa lebih cepat lagi?"


'Maaf, Tuan Muda saya sudah berusaha, namun mobil yang mengikuti kita mereka cukup cepat, saya tidak tahu bagaimana menghindarinya,'


'Sial,'


Lalu suara mobil tabrakan terlihat.


Setelah itu, Alex yang merasa tidak tahan itu segera meminum obat yang dimilikinya, dengan air minum untuk itulah dirinya bahwa.


Setelah meminum obat itu, beberapa saat sampai Alex kembali tenang, rasa sakit kepalanya perlahan hilang.

__ADS_1


Alex segera memutuskan untuk kembali ke mobil.


Yang pasti, saat ini dirinya yang masih hidup tidak boleh diketahui oleh banyak orang dulu.


Berdasarkan ingatan yang dimilikinya, sepertinya ada seseorang yang sengaja ingin mencelakakan dirinya.


Ya, saat dirinya tidak tahu siapa itu, namun tidak ada yang baik jika saat ini dirinya kembali ke Keluarganya, takut-takut musuh masih mengincar dirinya, atau malah itu akan membahayakan anggota keluarganya yang lain.


Dia memang masih belum memiliki ingatan yang tepat, namun dengan beberapa hal ini Alex menjadi yakin kemungkinan dirinya memang CEO Perusahaan Smith yang juga Putra dari Emelin Smith.


Soal detail nya dirinya belum tahu.


Pokoknya mulai sekarang dirinya harus hati-hati menunjukkan wajahnya di depan semua orang.


Namun bagaimana?


Dirinya adalah Pengawal Nona Natasya?


Alex lalu mulai menatap jendela mobil yang memantulkan bayangan dirinya.


Seorang pengawal?


Sepertinya memakai Kacamata Hitam tidak akan salah?


Mungkin dirinya juga akan merubah sedikit gaya rambutnya?


Ya, intinya sekarang dirinya harus bersembunyi.


Itu adalah niat Alex, namun siapa yang tahu kan niatnya itu tidak berjalan dengan begitu baik.


Misalnya saja, setelah kembali ke kantor beberapa hari setelahnya, Natasya tiba-tiba akan mengadakan sebuah pertemuan dengan salah satu Klaien Besar.


"Alex, mari ikut membantuku dalam proyek ini,"


Dengan penasaran Alex yang sudah merubah gaya rambut dan memakai kacamata hitam itu bertanya,


"Proyek apa?"


"Aku pikir semua Perusahaan Kontruksi di Kota akan mengikuti pertemuan ini, project ini merupakan project yang cukup bagus untuk meningkatkan laba Perusahaan,"


Seluruh kota?


Bukankah ini artinya akan ada Perwakilan dari Perusahaan Smith?


Kira-kira siapa nanti perwakilan dari tempat itu?


Jangan bilang nanti akan ada seseorang yang mengenal dirinya?


Untuk mencari aman mari mencoba menghindar dulu.


"Baik, akan ikut Nona dan menunggu di luar,"


Natasya itu jelas kaget,


"Kenapa menunggu di luar? Pokoknya kamu nanti ikut aku ke dalam,"


"Tapi saya hanya pengawal, pasti akan merasa aneh di dah seseorang sepertiku ikut ke dalam rapat,"


"Ini benar, namun nanti kamu bilang saja jika kamu adalah Asistenku, oh tidak akan ada yang curiga, biasanya selalu mengganti Asistenku setiap beberapa bulan,"


Alex mencoba mempertahankan ekspresi tentangnya, hanya bisa berharap semoga saja tidak ada seseorang yang mengenalinya nanti.

__ADS_1


__ADS_2