Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 43: Bersembunyi


__ADS_3

Di Pesta itu, tamu-tamu mulai lebih banyak berdatangan, Alena sendiri sedang menunggu, Natasya kabarnya sudah sampai di gerbang.


Dan tidak lama sampai Alena menunggu, dia segera bertemu dengan Natasya yang terlihat melambaikan tangannya.


Keduanya saling menyapa dengan ramah.


"Astaga, Alena si benar-benar sangat berterima kasih padamu karena kamu mengundang ku ke Pesta Ulang Tahun Mamamu,"


"Ini bukan apa-apa, Aku tahu jika Kak Natasya adalah pengemar berat Mamaku bukan?"


"Pfff.... Kamu ini tahu saja ya,"


"Ya, kitakan teman baik. aku benar-benar senang bertemu denganmu dan memiliki teman sebaik kamu di saat-saat yang sulit,"


"Ah, sungguh ini bukan apa-apa. Aku juga senang bisa bertemu denganmu, Alena,"


Ya, mereka memang sudah cukup akrab, apalagi sekarang mereka mengerjakan proyek bersama.


"Tentu, Kak Natasya juga hebat bisa melakukan perencanaan yang bagus, untuk proyek yang saat ini dua perusahaan kita jalankan, su benar-benar tidak menyangka bahwa Kak Natasya sangat hebat,"


"Kamu ini bisa saja, ide-ide milikmu juga sangat bagus,"


"Ini bukan ide-ide milikku, ini adalah milik Kakakku, dia telah sembuh dari sakitnya dan sudah kembali ke Perusahaan, Dia meminta aku untuk bertanggung jawab dengan project ini, agar aku bisa lebih belajar soal bisnis dan mengurus proyek, namun soal ide dan konsep lainnya itu masih dari Kakakku, Aku hanya sedikit membantunya,"


"Ah, kamu sudah bercerita sebelumnya bahwa Kakakmu ternyata selamat dari kecelakaan itu dan masih masa penyembuhan. Aku turut senang jika sekarang Kakakmu sudah sembuh,"


"Itu benar, Kakakku sudah sembuh aku dan seluruh keluargaku sangat senang dengan ini. Ah benar juga aku sebelumnya pernah bilang aku ingin memperkenalkan mu dengan Kakakku,"


"Pfff... Aku juga jadi penasaran dengan Kakak laki-laki mu itu, seperti apa dia?"


"Dia adalah seseorang yang sangat baik, hebat, pintar, keren juga sangat tampan!! Aku yakin Kak Natasya pasti juga akan menyukai, Kakakku, yah... Aku dengar Kak Natasya belum memiliki Kekasih, mungkin saja kalian berjodoh,"


Natasya yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata,


"Saat ini, Aku masih belum tertarik menjalin sebuah hubungan,"


"Eh? Kenapa? Berpikir kakak sedang mencari seseorang yang bisa dijadikan Kekasih,"


"Yah... Aku selalu memiliki pengalaman yang buruk jika menyangkut laki-laki, seperti cinta bertepuk sebelah tangan, atau di tinggalkan semacam itu,"


"Astaga, Kak Natasya, tidak semua laki-laki seperti itu, dan Kakakku tentu saja bukan orang yang seperti itu,"


"Ya, aku harap juga begitu. Mungkin nanti kamu bisa memperkenalkan kami. Ah bener juga Aku bahkan belum tahu namanya, siapa namanya?"


Alena lalu mulai tersenyum misterius dan berkata,


"Nanti, Kak Natasya tanya sendiri nama Kakakku padanya,"


Menengar kata-kata itu, Natasya lalu mulai tersenyum, dan berkata,


"Astaga, kamu ini ya paling bisa membuat Aku penasaran. Ngomong-ngomong dimana Kakakmu?"


"Dia saat ini sedang berada di dalam rumah nanti aku akan memanggilnya,"


"Tidak perlu buru-buru, yahh.. Kamu tahu, saat ini Aku ingin segera bertemu dengan Mamamu," kata Natasya dengan ekspresi sedikit malu.


"Pfff.... Tentu saja mari aku akan membawamu kepada Mamaku,"


Setelah itu mereka berdua segera menuju ke tempat dimana Emelin berada.


Emelin yang melihat Natasya merasa sangat senang, benar kata Alena dilihat dari penampilan dan cara dia bicara, dia artinya orang yang cukup ramah dan baik, pa lagi dia sangat cantik, memberikan kesan seorang wanita mandiri yang anggun dan elegan.


Astaga, jika seperti ini, Alex Putranya mungkin akan menyukainya?


Emelin melihat sangat bersemangat ketika berkenalan dengan, Natasya itu.


"Ah, Apakah kamu sudah memiliki Kekasih?"


Mendengar pertanyaan Mamanya itu, Alena segera menyengol Mamanya, agar tidak bertanya hal-hal yang lebih pribadi, apalagi dirinya sudah bertanya sebelumnya, dan Natasya jelas menolak, tidak ingin memiliki kesan buruk di mata Natasya, karena itu mencampuri soal urusan pribadi nya.


Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, Natasya menjadi Kaget, sepertinya tidak hanya Alena yang ingin menjodohkannya dengan Kakaknya itu, ternyata Ibunya juga!!


Astaga...

__ADS_1


Namun saat ini dirinya belum siap untuk memiliki hubungan dengan Pria manapun.


Sudah cukup, hatinya sakit dengan Rafael dan Alex, saat ini dirinya benar-benar ingin fokus pada karirnya.


"Masih ingin berfokus pada karir aku dan belum memikirkan untuk memiliki seorang Kekasih,"


Emelin juga melihat tatapan dan kode dari Putrinya itu, lalu segera mengerti jika membawa topik ini mungkin bukanlah hal yang baik.


"Astaga, jadi begitu, tidak apa-apa. Bunganya tidak perlu buru-buru nanti suatu saat jika kamu akan menemukan seseorang yang kamu suka, apalagi gadis cantik sepertimu, laki-laki mana yang akan menolak?"


Mendengar pujian dari Idolanya itu, jelas Natasya merasa sangat senang.


"Tanti Emelin bisa saja. Ah Iya, Bagaimana jika kita berfoto? Aku benar-benar sangat ingin bisa berfoto dengan Idolaku,"


"Astaga, benar juga kamu adalah salah satu penggemar ku bukan? Aku sangat senang memiliki penggemar secantik kamu, mari berfoto, tidak usah sungkan-sungkan,"


Natasya yang begitu bersemangat itu segera mengambil ponselnya, lalu meminta Alena memfoto mereka berdua.


Lalu Antony awalnya menyapa para tamu mendatangi rombongan gadis-gadis itu.


Melihat Istrinya Emelin itu, masih begitu bersemangat untuk berfoto walaupun sudah umur segitu, dirinya cukup terkejut, hmm yah namun Istrinya memang selalu seperti ini, begitu bersemangat dan ceria, walaupun waktu-waktu berlalu, rasa cintanya pada Istrinya itu tidak pernah berubah, dirinya masih sangat suka juga melihat Istrinya itu tersenyum ceria seperti itu.


Lalu, siapa gadis yang Emelin ajak foto itu?


Antony lalu datang dan menyapa mereka.


Emelin yang melihat Suaminya datang itu, jelas langsung merangkulnya dengan mesra.


"Ah, Sayang kebetulan sekali kamu berada di sini, Alena sini, berikan kameranya, biar Papamu yang menfoto kami bertiga," kata Emelin dengan ceria.


Antony yang mendadak disuruh untuk menjadi potografer dadakan itu, tentu saja tidak keberatan, apapun akan dirinya lakukan untuk menyenangkan Istrinya ini.


"Baiklah-baiklah, sini Aku akan foto kalian, apa sih yang tidak untuk Istriku ini, hmm?"


Emelin yang mendengar itu tentu saja merasa senang, dan tanpa sadar langsung mencium pipi Suaminya itu.


"Suamiku memang yang terbaik,"


Natasya awalnya sedikit kaget melihat seorang pria yang tiba-tiba datang, dirinya sedikit terkejut dengan wajah yang dimilikinya...


Yah, di dunia ini memang ada beberapa orang yang memiliki sedikit kemiripan wajah, mungkin itu kebetulan?


Pria itu sepertinya, Suami Idolanya Emelin, yang kabarnya Suami paling romantis yang selalu Idolanya itu bangga-banggakan, dan ketika dirinya melihat keharmonisan mereka berdua, dia sadar jika hal-hal yang dikatakan idolanya itu mungkin kejujuran dari hatinya.


Memang tidak semua laki-laki seburuk itu sudah.


Mereka lalu segera berfoto bersama dengan ceria, dalam berbagai pose, Emelin jelas sangat menikmati sesi foto seperti ini, ma lagi dia sudah berdandan dengan baik.


Baru setelah beberapa saat, Natasya mulai diperkenalkan pada Antony Suami Emelin itu, Ayah Alena.


"Ini Suamiku, Antony Callisto. Dan ini Natasya teman baik Putri kita,"


Natasya lalu mengeluarkan tangannya dengan sopan,


"Salam kenal Paman Antony,"


"Ya, salam kenal,"


Natasya kembali menatap wajah itu nanti, astaga...


Kenapa bisa begitu mirip?


Atau dirinya saja yang kepikiran soal Alex, sehingga wajahnya terbayang-bayang dalam benaknya, dan dirinya mulai mencocokan wajah orang dengannya?


Astaga....


Setelahnya, mereka mulai membicarakan bagaimana Natasya ini menjadi perwakilan proyek dari Perusahaannya yang bekerja sama dengan Perusahaan Smith.


Dan mereka malah mulai membicarakan soal prospek bisnis.


Melihat mereka bertiga membicarakan soal bisnis properti yang Emelin tidak begitu mengerti itu, dirinya lalu segera berkata,


"Ah benar, Natasya aku akan memperkenalkan mu kepada Putraku, tunggu sebentar aku akan mengajaknya keluar,"

__ADS_1


Emelin langsung pergi dari sana dan masuk ke dalam rumah untuk mencari putranya itu.


Dan benar saja, yang Emelin lihat adalah Alex sedang duduk termenung didekat kolam renang seperti seseorang yang depresi karena putus cinta.


Astaga, Emelin benar-benar prihatin melihat Putranya itu, segera datang dan menyapa nya,


"Alex, kenapa kamu di sini?"


Melihat Mamanya itu datang, Alex coba kembali tersenyum dan segera berkata,


"Di sana terlalu ramai, dan Aku hanya ingin sedikit menyegarkan pikiran ku,"


"Ah, begitu rupanya. Namun kamu jangan sendirian di sini, Mama ingin memperkenalkan mu pada seseorang,"


Alex jelas menunjukkan ekspresi terkejutnya lalu segera bertanya,


"Siapa itu?"


"Sudahlah, nanti kamu juga akan segera tahu. Adalah drastis yang begitu cantik dan menarik,"


Alex yang belum sempat bertanya lagi sudah diseret oleh Mamanya itu kembali ke Pesta.


"Siapa sih Mama? Kenapa begitu tiba-tiba?"


"Ini tidak tiba-tiba, Ah lihat itu gadis yang ingin Aku perkenalkan padamu, dia adalah teman baik Adikmu Alena,"


Mendengar kata-kata Mamanya itu, Alex selera mengalihkan pandangannya pada seseorang yang Mamanya tunjuk.


Itu adalah wajah Natasya?


Kenapa bisa Natasya disini?


Alex last aja gubup ketika mulai diseret oleh Mamanya itu.


Jelas saja dirinya saat ini tidak ingin bertemu, lebih tepatnya dirinya belum siap untuk bertemu dengan Nona Natasya.


"Mama, aku sedang tidak memiliki energi, biarkan aku berada di rumah dulu,"


"Astaga, Alex. Kamu tidak bisa seperti ini,"


Alex yang merasa terdesak itu karena jarak antara dirinya dan Natasya makin mendekat jelas semakin panik.


Lalu setelahnya, Alex melihat Julio yang kebetulan berada di dekatnya.


Alex segera menarik adik laki-lakinya itu, dan berkata,


"Kenapa tidak Julio saja yang Mama perkenalkan? Aku akan segera masuk, sampai nanti," kata Alex habi langsung melarikan diri dari tempat itu dan kembali ke dalam rumah.


Julio yang tiba-tiba diseret itu jelas aja tidak tahu apa yang terjadi kemudian bertanya dengan Mamanya.


"Ada apa dengan Kak Alex? Apa dia seperti dikejar setan semacam itu?"


"Kakakmu baru saja putus cinta, hah. Padahal Mama ingin memperkenalkan nya pada salah satu teman adikmu, sudahlah, mari kamu saja yang Mama perkenalkan, daripada mama ke sana bilang jika Kakakmu melarikan diri kan? Mama menjadi malu,"


Julio yang merasa tidak punya pilihan itu, segera kesana.


Natasya cukup terkejut ketika melihat Julio, ketika mereka berkenalan.


"Ini Putraku Julio Smith,"


Natasya sedikit lupa sudah pernah bertemu dengan orang ini, jadi Natasya mulai kembali memperkenalkan dirinya, berpikir jika ini adalah Kakak Alena yang Alena sering bicarakan itu,


"Salam kenal, Aku Natasya,"


Mereka tidak sempat berbicara banyak, karena tiba-tiba Natasya dapatkan sebuah telepon penting dari kantornya soal beberapa masalah di project.


Jadi Natasya segera berpamitan dan pergi dari situ.


"Maaf sekali lagi, tiba aku memiliki hal-hal yang aku urus. I benar-benar sangat senang bisa berkenalan dengan keluarga ini, kalian benar-benar sangat baik hati,"


Natasya lalu pergi dari sana, tanpa tahu kalau dia salah paham soal Kakak Alena yang mana.


Alex yang dari tadi masih tersembunyi di balik dinding, diam-diam masih menatap ke arah Natasya, menatap kepergian gadis itu.

__ADS_1


Gadis yang begitu dirinya rindukan....


Namun begitu takut untuk dirinya temui...


__ADS_2