Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 48: Membantu


__ADS_3

Hari-hari segera cepat berlalu, di hari-hari ini Alex mulai sibuk dengan pekerjaannya.


Namun sekarang dirinya punya pekerjaan tambahan baru yang harus dirinya selesaikan.


"Kak Alex, bagaimana menurutmu, soal Proyek baru ini? Bagianmana dulu yang harus aku pelajari?"


Itu adalah tanyakan dari seorang gadis bernama Serena yang ditemui Alex saat kencan buta yang dipilih kan oleh Mamanya itu.


Seringnya pikir setelah hadir dalam acara omong kosong itu, masalah ini akan selesai.


Namun siapa yang tahu, gadis bernama Serena ini, tiba-tiba ingin belajar bisnis dari dirinya yang memang sudah memiliki banyak pengalaman, jadi Mamanya mengatur Serena ini untuk magang di Perusahaannya, membuat dirinya harus mengajari gadis itu soal hal-hal bisnis, ini benar-benar merepotkan, apalagi adiknya Alena yang sudah selesai magang di Kantornya, dan mulai kembali fokus ke Kuliahnya, jadi sekarang tugas Alena sebelumnya diserahkan pada Serena ini.


Berbeda dengan adiknya Alena, yang sangat singkat dan cukup cekatan, gadis bernama Serena ini, ternyata tidak sehebat yang dirinya kira.


Begitulah sekarang dirinya harus memiliki tugas tambahan merepotkan dengan membimbing gadis ini.


"Ini, aku akan memberimu contoh soal pembuatan proposal yang Alena buat sebelumnya, ini tidak cukup susah kamu bisa mempelajarinya dulu lalu mulai menerapkan untuk membuat proposal pada project baru ini," kata Alex sambil menyerahkan setumpuk dokumen pada Serena.


"Ah, baiklah. Nanti jika aku kesulitan aku akan bertanya padamu,"


Serena lalu segera pergi dari ruangan itu, bun tidak beberapa lama belum satu jam, Serena sudah mulai kembali masuk ke ruangan Alex lagi untuk bertanya.


Alex yang awalnya sangat sibuk dengan proyeknya sendiri, mencoba bersabar dan menjawab pertanyaan Serena pelan-pelan.


"Ya, seperti ini, apakah kamu paham?"


Serena yang bertanya itu, dari tadi memperhatikan pria di sampingnya itu yang menjelaskan semua ini dengan cukup cekatan, jadinya berada di dekat pria itu sedekat ini membuat jantungnya sedikit berdebar, sendirinya kelas 3 ingin melewatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Alexander ini.


"Baik, aku sudah sedikit mengerti. Terimakasih banyak Kak Alex,"


"Sama-sama, owh iya ketika di Kantor aku lebih suka kamu memanggilku dengan sebutan Pak Presdir, untuk formalitas,"


"Ah, begitu. Kami tidak terlalu akrab, dan aku memanggil tidak terlalu sopan, maafkan Aku, namun jika hanya ada kita berdua seperti ini bukannya tidak masalah?"


"Tidak, sebaiknya buka masih di kantor bahkan walaupun kita hanya berdua seperti ini kamu harus tetap memanggilku seperti itu kecuali kita berada di jam luar kantor kamu Bebas memanggilku seperti apa,"


"Baik, Pak Presdir,"


Serena diam-diam menatap pria yang saat ini memiliki wajah dingin itu.


Tidak apa-apa, ini baru permulaan tentu saja wajah dibuka mereka belum terlalu akrab.


Setelah urusannya selesai itu, Serena segera pergi keluar, meninggalkan Alex yang akhirnya bisa sendirian di ruangannya.


Tepat setelah Serena pergi, Alex negara melihat ke arah ponselnya.


Ini adalah telepon dari anak buahnya,

__ADS_1


"Jadi bagaimana?"


'Begini Pak, kami sudah menyelidiki sebelumnya dan ternyata berdasarkan rekaman kamera CCTV yang kami temukan, memang sepertinya kecelakaan itu disengaja dan ulah dari seseorang namun saat ini kami belum menemukan pelakunya, karena wajah pelaku memakai penutup wajah,'


"Baiklah cepat selidiki dan temukan siapa dalang dibalik semua ini aku tidak mau tahu,"


'Baik, Pak. Akan segera kami selidiki lagi,'


Alex yang menerima laporan dari anak buahnya ini sudah merasa dari awal curiga soal insiden ini dan ternyata dugaan nya benar.


Nona Natasya benar-benar dalam bahaya saat ini dirinya jelas tidak bisa diam saja.


Apakah dirinya perlu untuk menyewa Bodyguard diam-diam yang bisa mengawasi Natasya dari jauh?


Tidak, atau mungkin video bisa menyewa seseorang agar mengawasi Natasya dari dekat?


Iya ini semua jelas perlu dilakukan, dirinya benar-benar tidak ingin Nonanya itu terluka bahkan seujung jarimu, dirinya tidak akan membiarkan seseorang sampai mencelakakannya.


Mendengar itu, Alex segera menelepon anak buahnya, untuk mencarikan seseorang lagi yang bisa dipercaya untuk tugas penting ini.


Yah, walaupun sekarang hubungan antara dirinya dan NonaNatasya tidak begitu baik, namun dirinya kan tetap mendukung dan membantunya dari belakang.


Tidak masalah dirinya dibenci, yang penting Nona Natasya sehat, baik-baik saja dan bahagia, itu saja sudah cukup untuk nya.


Lalu, soal pemilihan CEO Perusahaan Scarlett.


Alex lalu mulai memeriksa, grafik harga saham milik Scarlett Group.


Melihat porsi dari saham yang beredar sekarang.


Kalau tidak salah, dari 60% yang dimiliki pengendali, ini 35% milik Ayah Natasya dan 25% milik Ibu tirinya.


Sisanya, 40% beredar di Publik, beberapa ada Investor dari luar, dan beberapa dari dalam negeri dan beberapa Perusahaan Investasi lainnya seperti D.A Group.


Melihat komposisi ini dirinya tiba-tiba memiliki sebuah ide.


Alex segera memeriksa uang di rekening dan asset atas namanya yang dirinya miliki saat ini.


Alex lalu mulai tersenyum ketika melihat hal-hal ini.


"Sepertinya ini lebih dari cukup, mari segera mulai saja hal ini pelan-pelan,"


####


Di tempat lainnya, Natasya saat ini sedang menatap kearah dokumen-dokumen dimejanya.


Kepalanya benar-benar terasa pusing karena dirinya menjadi disalahkan karena insiden ini.

__ADS_1


Sebelumnya, dalam rapat darurat, beberapa orang mulai menyalahkan dirinya karena kurangnya pengawasan sehingga terjadi insiden itu.


Apalagi berita itu sempat tersebar ke mana-mana jika ada kecelakaan di proyek, dan lagi semua itu menjadi dibesar-besarkan oleh pada wartawan.


Natasya lalu menatap halaman berita di laptopnya itu,


"Sialan!! Apa-apaan sih para reporter seenaknya saja menggoreng berita semacam ini, dan gara-gara Insiden ini, harga saham juga jadi turun, belum lagi karena insiden ini juga Proyek menjadi terbengkalai sementara, hal ini jelas membuat player marah dan bisa mengakibatkan kegagalan project karena investor investor project ini bisa lari,"


Semakin dipikirkan dirinya semakin pusing.


Bagaimana ini?


Seolah-olah sekiranya butuh dan tidak tahu harus bagaimana tuk menyakinkan semua orang dan juga untuk memastikan semua project ini berjalan dengan baik.


Natasya lalu menatap kearah meja dan kursi kosong di ruangannya.


Itu adalah lokasi yang biasa ditempati oleh seorang pria tertentu.


Natasya tiba-tiba merindukan sosok itu.


Jika saja Alex disini, apakah dia bisa menemukan beberapa solusi dan memberikan beberapa nasihat padanya?


Natasya lalu segera yang geleng-geleng kan kepalanya berpikir jika salah untuk terus memikirkannya Alex.


Tidak!


Dirinya tidak bisa seperti ini dan mulai bergantung pada orang lain.


Dirinya harus bisa mengurus semua ini sendiri.


Segera, Natasya memulai menelepon seseorang dari ponselnya.


"Tolong Atur Pertemuan dengan Klaien dari PT M, Juga dengan Para Investor secepatnya, Bilang aku akan menjelaskan soal Proyek pada mereka,"


'Baik, Nona. Kami akan segera menghubungi mereka,'


"Tentu saja, jika ada masalah atau mereka menolak kamu bisa langsung bilang padaku aku yang akan langsung menghubungi mereka,"


'Baik, namun apakah Nona sudah menemukan solusi?'


"Aku baik-baik saja, pasti akan menemukan solusi segera karena jika dibiarkan seperti ini dan tidak segera menghubungi mereka aku takut berumur akan menjadi semakin buruk aku hanya setidaknya ingin menengankan mereka dulu agar tidak panik dan bisa mengambil keputusan yahudi bijak soal proyek dulu,"


'Baik, Nona kalau begitu, Saya kan sekarang mengatur semuanya,'


Setelah percakapan telepon itu, Natasya bali menatap dokumen-dokumen di depannya mencoba mencari sebuah ide.


Ya, hidungnya pasti bisa menemukan solusinya sendiri.

__ADS_1


Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja.


__ADS_2