
Ini adalah pagi yang lain, di tempat lainnya.
Seperti pagi-pagi lainnya, Natasya bangun cukup pagi untuk segera bersiap-siap ke kantor, sebenarnya badannya terasa tidak enak, namun hari ini dirinya harus mengikuti salah satu pertemuan penting untuk membahas salah satu rencana proyek dari Klaien, jika dirinya bisa memenangkan tender ini, last ini semua akan menjadi prestasi yang sangat baik untuk mendukung dirinya dalam rapat direksi nanti.
Yah, rapat direksi beberapa minggu lagi jelas sangat penting, ini mungkin belum soal penentuan CEO Perusahaan, namun ini tetap bisa jadi salah satu cara membuktikan dirinya kepada semua orang jika dirinya mampu untuk menjadi seorang pemimpin Perusahaan ini di masa depan.
Jadi dirinya jelas tidak bisa membuat kesalahan apapun saat ini.
Lagipula, dirinya juga bisa sedikit tenang karena ada Alex yang akan menemaninya dan memberikan dirinya semangat, gak mungkin bisa membantu dirinya mengurus proposal nanti.
Entah kenapa, Natasya sudah terlanjur terbiasa dengan keberadaan Pria itu berada di sisinya.
Dan seperti biasanya, setelah selesai bersiap-siap, Natasya segera ikut sarapan dengan Keluarganya yang lain, tanpa yang berkomentar.
Sampai ketika Natasya sampai di parkiran, dirinya teringat sesuatu juga dirinya belum melihat Alex.
Dia segera bertanya pada Supir,
"Apakah kamu melihat di mana, Pengawalku, Alex?"
"Tidak Nona, saya dari tadi tidak melihatnya mungkin saja dia belum bangun, hah pengawal yang teledor semacam itu musti di beri beberapa hukuman,"
Mendengar jawaban yang terlihat sinis dan men jelek jelek kan Alex itu, Natasya jelas merasa tidak terima, dan segera berkata dengan nada dingin,
"Kamu itu jaga bicaramu jaga di sini dan siapkan mobil aku akan segera kembali,"
Natasya memutuskan untuk segera pergi ke Kamar Alex, salam mereka memang pulang tengah malam bisa jadi pria itu kesingan.
Ini juga bisa menjadi hal yang baik untuk mencoba mengejutkan Alex.
Namun apa yang Natasya lihat adalah sebuah kamar yang kosong, tidak ada Alex, tidak hanya itu dirinya juga melihat bahwa tidak ada apapun di kamar itu, seolah-olah kamar itu tidak memiliki penghuni.
Firasat Natasya tiba-tiba menjadi buruk ketika melihat itu semua.
Tidak...
Tidak mungkin, Alex pergi bukan?
Alex sudah berjanji untuk selalu bersamanya, dan disisinya, setidaknya sampai ingatan Pria itu sembuh, tidak, kan ketika ingatan nya sembuh dia berjanji untuk terus berada di sisinya.
Namun kenapa sekarang dia pergi?
Memikirkan sini tiba-tiba Natasya merasa begitu sedih dan marah.
Kenapa?
Kenapa kamu pergi tanpa berkata apapun seperti itu?
__ADS_1
Kamu sudah berjanji padaku bukan?
Natasya mulai duduk di tempat tidur itu, mengingat pria yang menempati kamar itu sebelumnya.
Air mata sedikit jatuh dari wajahnya...
"Alex.... Kamu benar-benar seorang pembohong..."
Natasya merasa begitu sampit melihat kepergian itu sampai-sampai tidak tahu harus berbuat apa.
Pada akhirnya, hari itu Natasya tidak pergi ke kantor karena perasaannya tiba-tiba baruk, belum lagi sepertinya karena dirinya keluar malam, badannya sedikit demam.
Natasya menghabiskan waktu sendirian berada di kamar, dia sedang tidak memiliki mood untuk melakukan apapun.
####
Di tempat lainnya, Alex saat ini sedang berkeliling rumahnya, mencoba mencari beberapa ingatan.
Sebelumnya, setelah melihat-lihat ke arah foto, Alex sudah mendapatkan kembali Ingatannya.
Seperti bagaimana dan siapa itu, Emma.
Gadis yang sudah lama dirinya sukai...
Ketika Alex sibuk berpikir itu, tiba-tiba ada seseorang yang datang ke arahnya.
Itu adalah Emma, cinta pertamanya, pujaan hatinya, namun sekarang ketika dirinya menatap gadis itu dirinya tidak tahu harus berbuat seperti apa.
Dirinya ingat, rencananya setelah salah satu Proyeknya sukses, video ingin segera menyatakan cintanya kepada gadis yang berada di depannya.
"Alex? Aku terkejut melihat kamu akhirnya kembali ke Keluargamu,"
"Ya, aku memutuskan untuk kembali. Aku tidak menyukai ka harus membuat mereka khawatir,"
Emma lalu tersenyum dan berkata,
"Tentu saja, aku sangat senang kamu akhirnya kembali..."
Senyuman itu terlihat sangat manis, namun entah kenapa rasanya sedikit berbeda.
Ukhh...
Kenapa dengan perasaan aneh di hatinya ini?
Walaupun seseorang yang dirinya sukai tepat berada di depannya, namun kenapa yang dirinya ingat adalah Natasya?
Belum lama sampai mereka berpisah namun dirinya entah kenapa sudah merindukan Nonanya itu.
__ADS_1
Sekarang pasti Nona Natasya marah padanya.
Memikirkan wajah marahnya itu, Alex merasa bersalah.
Dirinya hanya berharap jika, Nona Natasya tidak membenci dirinya karena pergi seperti itu.
Namun dirinya juga tidak memiliki banyak pilihan, untuk saat ini dirinya ingin mengembalikan ingatan nya, kembali menjadi Alexander Smith, seseorang yang memiliki kekuasaan yang cukup untuk membantu Nonanya itu.
"Ya, terimakasih atas sebelumnya,"
"Tentu saja itu bukan masalah, Aku sangat senang bisa membantumu. Oh iya aku ke sini karena Julio menelepon ku, katanya kamu sempat kehilangan ingatanmu?"
Alex yang mendengar itu, jelas merasa tidak nyaman, dia dirinya memang pernah bilang pada Julio jika Emma sudah tahu jika dirinya masih hidup, dirinya juga bilang agar tidak menyebarkan soal dirinya yang hilang ingatan, sungguh...
Adiknya itu....
"Tidak, bagian ingatanku sudah pulih aku hanya merupakan beberapa detail kecil ini sudah bukan lagi masalah yang berat,"
"Owh begitu, bagaimana kalau Aku membantumu? aku cukup tahu banyak juga hal-hal tentang umi tanya seperti tempat yang sering kamu datangi ataupun apa yang biasa kamu lakukan, atau hal-hal di kantor, btw Aku juga merupakan salah satu pegawai di perusahaan mu. Ah... Bagaimana jika kita melihat-lihat kantor?"
"Namun saat ini Aku belum siap untuk mencul hadapan orang banyak,"
"Tidak apa-apa kita bisa sembunyi-sembuyi ketika ke sana nanti, aku akan membantumu membuat beberapa penyamaran, Ayo,"
Dengan semangat, Emma segera merangkul tangan Alex, dan menyeret nya untuk pergi dari sana bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Alex merasa ini tidak buruk, dan jika ingatannya cepat kembali ini akan menjadi lebih baik.
####
Di tempat lainnya, lihat beberapa orang sedang berbicara.
"Mama, lihat sepertinya Pengawal Natasya itu akhirnya pergi entah bagaimana,"
"Ya, ini jelas kesempatan yang bagus untuk menjalankan rencana kita,"
"Tentu saja, ini saat yang baik, nvidia belum menemukan seorang pengawal kita harus menyusu bukan orang kita kesana nanti, untuk memata-matai dia,"
"Tentu, aku sudah menyiapkan orang yang Aku tugas kan untuk mata-matain nya nanti,"
"Ya, ini semua rencana kita akan berhasil, tidak ada lagi halangan,"
"Itu benar, keberadaan Alex itu benar-benar sangat mengganggu,"
"Tiada untungnya juga kita bisa membuat aneka macam rumor soal Natasay berkat dia juga,"
Dua orang itu, terlihat tersenyum licik sambil menikmati rencana mereka.
__ADS_1