Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 57: Kejutan


__ADS_3

Pagi itu, di salah satu Aula di Sebuah Hotel, terlihat sedang diadakan sebuah acara besar.


To adalah sebuah Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan milik Scarett Group.


Ada berbagai orang yang mengikuti rapat itu, beberapa di antaranya adalah perwakilan dari beberapa Pemegang Saham besar.


Alex tentu saja diam-diam terdaftar sebagai salah satu peserta pertemuan itu, dan menyusup kedalam.


Yah, dirinya setidaknya ingin memastikan sendiri keberlangsungan rapat ini masih sedikit cemas soal Natasya.


Namun begitu dirinya masuk, dan melaksanakan beberapa penyalamran, irina mendengar beberapa gosip yang saat ini sedang dibicarakan oleh Para Pemegang Saham lainnya.


"Aku dengar, Ada Investor Baru yang melakukan pembelian hampir mencapai 10% dari Saham yang beredar,"


"Itu benar, beberapa saat lalu tengah heboh soal hal-hal ini, Aku penasaran siapa Investor Baru ini? Apakah dia akan datang juga?"


"Aku yakin dia datang, lagipula hari ini hal penting bukan? Rapat untuk menentukan jajaran Eksekutif Perusahan terutama CEO baru,"


"Ah, to bener aku juga sudah dengar soal persaingan dua Nona Muda dari Keluarga Scarett. Jadi menurutmu, keputusan Investor baru ini menentukan segalanya?"


"Ya, aku jadi tidak bisa menebak akar mana arah rapat ini, apa yang menang nanti mungkin menjadi hal yang mengejutkan,"


"Hmm, kamu benar. Aku dengar Pihak Nyonya Scarett sudah mendapatkan dukungan baru, namun mungkin dengan hadirnya info terbaru ingin ini benar-benar merubah segalanya, bisa jadi pihak Nona Natasya yang menang?"


Alex diam-diam diam mendengar pembicaraan itu tentu saja tersenyum.


Itu benar, akan ada kejutan dalam Rapat ini, sesuatu yang akan menentukan segalanya.


Ketika Alex sedang berpikir, Bintang Utama dalam Rapat itu segera memasuki ruangan.


Itu adalah CEO sebelumnya, di Ikuti oleh Ketua Direksi, dan juga jajaran Eksekutif lainnya, salah satunya adalah Natasya Scarlett.


Menatap wajah Natasya yang terlihat cukup percaya diri dan tersenyum ceria ketika memasuki ruangan itu, membuat Alex merasa senang.


Nona Natasya, masih sangat bersinar seperti biasanya, man yang selalu bisa memukau hatinya.


Astaga...


Hanya menatap Nona Natasya seperti ini, sudah membuat Alex berdebar tidak karuan.


Ingin rasanya dirinya datang kesana, dan memeluknya, untuk memberikan semangat pada gadis itu.


Segera, Alex membuka ponselnya, melihat pesan yang sebelumnya dirinya kirimkan pada Nona Natasya.


Itu hanya dibaca namun tidak dibalas.


Hah, mungkin Nona Natasya terlalu sibuk?


Alex tetap mencoba berpikir positif soal ini, setelah rapat ini jelas dirinya pasti akan menanyakan secara langsung atau paling tidak melakukan beberapa penyelidikan tentang alasan kenapa Nona Natasya menjauhinya.


Saat ini Rapat sudah dimulai, ada beberapa pengenalan, lalu berikutnya presentasi dari CEO soal perkembangan perusahaan belakangan.


Disana juga mulai dijelaskan beberapa proyek besar yang saat ini sedang dikerjakan oleh Perusahaan.

__ADS_1


Beberapa Proyek dan Penanggung jawab terhadap Proyek-proyek itu jelas atas Nama Natasya Scarett.


Itu membuat orang-orang kagum.


Sampai akhirnya tiba di sesi terakhir, yaitu pemilihan untuk Calon CEO baru, disana mulai di perkenalkan dua nama calon CEO, yaitu Natasya Scarlett dan Florencia Scarett, terlihat profil mereka beserta semua prestasi hebat yang mereka berdua dapatkan.


Alex menatap ketika pengenalan Profil Florencia, yang di perlihatkan seperti sosok Malaikat baik hati yang suka menolong dan banyak melakukan kegiatan sosial, memiliki reputasi baik, juga tentang beberapa proyek yang dia dapatkan.


Ketika melihat hal-hal itu, Alex merasa sangat miris.


Dirinya jelas melihat sendiri Florencia secara langsung bagaimana, soal dia yang tidak tahu sopan santun, gampang marah, suka berkata kasar, suka merendahkan orang, dia yang selalu saja menghukum Para Pelayan karena memiliki mood buruk, banyak hal-hal buruk yang hanya terlihat ketika melihat lebih dekat pada gadis itu.


Namun, bisa-bisanya Profil Publiknya seperti ini?


Pfff....


Benar-benar sebuah kebohongan yang berlebihan.


Itulah kenapa Alex juga tidak begitu percaya dengan Profil Publik seseorang, bisa saja hanya penuh dengan tipuan seperti Florencia itu.


Ah...


Ini mengigatkannya pada Serena yang sebenarnya Mamanya perkenalan, kalau dipikir Profil Publik Serena itu cukup baik?


Namun mengenal lebih dekat, beberapa hal terlalu dilebih-lebihkan, seperti betapa pintarnya dia, jelas dia ternyata tidak bisa apa-apa ketika bersangkutan dengan hal-hal di perusahaan.


Dan soal sifat Aslinya, Alex juga tidak tahu.


Tunggu....


Jangan dibilang....


Lamunan Alex segera buyar ketika mendengar pidato dari Natasya yang sekarang berdiri di podium.


Sebelumnya sudah ada Florencia yang berpidato dengan semua kebohongan yang dia ciptakan yang benar-benar hanya membuat Alex mengeleng-gelengkan kepalanya, karena dia pikir Florencia itu orang munafik.


"Terimakasih karena sudah memberikan kesempatan pada saya untuk berdiri di tempat ini,"


Suara lembut dan penuh percaya diri itu, memasuki telinga Alex, cara yang juga cukup dirinya rindukan, yang sudah lama tidak dirinya dengar.


Alex benar-benar memperhatikan penuh ketika Natasya sedang berpidato, sampai Pidato itu selesai, dan Alex tanpa sadar menjadi orang pertama yang bertepuk tangan.


Hal itu jelas membuat Alex merasa sedikit malu, namun untungnya dirinya tidak menjadi pusat perhatian karena beberapa orang juga segera bertentangan seperti dirinya.


Berikutnya, pembawa Acara segera berkata,


"Baik, sepintas Profil dari Dua Calon CEO baru, setelah jeda Istirahat sebentar, diharapkan semua orang segera melakukan Vote untuk Calon CEO baru, semua orang berhak memberikan suara sesuai dengan jumlah porsi saham yang dimiliki,"


Setelah mengatakan itu ruangan menjadi bising, karena orang-orang mulai berdiskusi satu sama lain, beberapa juga lah menikmati camilan yang sedang dipersiapkan sambil mengobrol soal siapa yang akan mereka pilih.


Dan tentu saja, untuk orang-orang penting yang berpegaruh seperti Pemegang Saham Besar, hal-hal ini hanya formalitas, karena sebelum-sebelumnya, mereka semua sudah diberitahu soal calon-calon CEO ini sejak lama.


Seolah-olah, hasil hari ini sudah ditentukan, terlihat bagaimana saat ini Florencia dan Marissa tengah mengobrol dengan bahagia disana.

__ADS_1


Alex jelas diam-diam menatap dua orang itu.


Hmph, kalian berdua liat, senang senang lah dulu sekarang namun setelah ini, kalian pasti tidak akan bisa tertawa lagi.


Dan tepat setelah Alex berpikir seperti itu, ada sebuah cuplikan video yang di putar di Layar Proyektor.


Video-video itu berisi beberapa kejahatan yang dilakukan oleh Florencia dan Marissa, Ibu Tirinya Natasya, soal mereka yang melakukan pengelapan dana sampai mereka yang menyuruh orang untuk mencelakakan Natasya.


Alex sejujurnya cukup terkejut tentang bagaimana video-video itu ditampilkan.


Alex lalu menatap kearah Natasya yang terlihat tersenyum puas.


Ini adalah bukti-bukti yang dirinya dapatkah sebelumnya, dan sengaja mengirim nya ke bawahan Nona Natasya, dirinya tidak mengira jika hal hal itu akan di ekpos di Rapat Besar ini.


Jelas sekarang di pihak Ibu Tirinya Natasya, terjadi kehebohan besar.


Ruangan itu menjadi kacau, terutama setelah Florencia mulai menampar Natasya karena menutup Natasya memfitnahnya.


Alex yang melihat Natasya di tampar itu, jelas sekali merasa marah.


Berani-beraninya dia menyentuh Natasyanya?


Sial!!


Hari ini dirinya jelas akan memberi mereka pelajaran.


Alex lalu menatap kembali ke arah Natasya gimana saat ini serat matanya tidak menunjukkan kelemahan ataupun terlihat terpengaruh oleh tamparan dan tuduhan Florencia.


Natasya lalu segera berkata dengan keras,


"Saya harap Para Pemegang Saham yang terhormat, berpikir lebih jernih dalam mengambil keputusan pemilihan CEO, karena ini menyangkut masa depan perusahaan ini. Dan menyangkut soal uang-uang yang semua orang Investasikan. Saya yakin semua orang pasti akan bisa memilih dengan benar, mana yang paling menguntungkan untuk kalian semua,"


Natasya berkata itu dengan penuh percaya diri, membuat semua orang terteguh dengan keberaniannya itu.


Dan begitulah akhirnya Vote pemilihan segera dimulai.


Terlihat wajah pucat dari Florencia dan Marissa, yang saat ini terlihat sedang menenangkan Pemegang Saham di pihaknya.


Alex menatap rombongan itu, lalu segera melihat wajah Pemuda yang cukup Familir disana.


Pemuda itu....


Dia dari D.A Group?


Kenapa orang sialan itu ada disini?


Memang masuk akal, D.A Group memiliki porsi saham yang cukup besar juga.


Orang sialan itu...


Sekarang apa yang coba dia rencanakan?


Alex tidak mengira ada mereka di pihak musuh, pihak yang sepertinya ada di pihak Ibu Tirinya Nona Natasya.

__ADS_1


Itu masih Pemuda licik yang mencoba mencelakakan dirinya sebelumnya...


Memikirkan ini, Alex jelas merasa cemas.


__ADS_2