Buah Hati Untuk Sahabatku

Buah Hati Untuk Sahabatku
Sudah Paham


__ADS_3

Sebenarnya Alika ingin sekali marah kepada Andika, karena putranya itu berani sekali menikahi Aulia. Padahal dirinya sudah menikah dengan Andini.


Walaupun pada kenyataannya Alika memang begitu menginginkan cucu, walaupun pada kenyataannya dia kurang menyukai sikap Andini yang tertutup dan kurang bersahabat dengan dirinya.


Namun, tetap saja dia merasa jika putranya tidak sepantasnya menikah secara diam-diam seperti itu. Bahkan, dia tidak tahu sama sekali jika Andika sudah menikah dengan Aulia.


Akan tetapi, setelah mengetahui kehamilan Aulia. Bahkan, saat tahu Aulia yang sudah mengandung baby twins, Alika tidak bisa banyak berbicara.


Walau bagaimanapun juga di dalam perut Aulia ada calon cucunya, dia tidak boleh mendahulukan egonya.


Dia takut jika ucapan pedasnya nanti malah akan membuat Aulia pergi dari kehidupan Andika dan juga kehidupan dirinya.


Dia juga takut jika ucapannya akan menyinggung Aulia dan hal itu akan membuat kehamilannya terganggu, karena dia sangat paham jika wanita hamil itu tidak boleh stres dan banyak pikiran.


"Baiklah, Andika, Sayang. Terserah apa pun yang kamu ingin, terserah apa apa yang akan kamu lakukan. Mom akan mengikutinya, jika kamu tidak mau jujur, Mom juga tidak akan menegur," kata Alika.


Setelah mengatakan hal itu, Alika terlihat merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya.


Di dalam kamar Andika.


Andika seakan lupa jika dirinya kini berada di mana, dia langsung menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dengan tidak sabar.


Padahal, tadi pagi baru saja dia berpisah dengan istrinya. Namun, kini dia merasa rindu kembali dengan istrinya tersebut.


Bahkan, saat melihat tubuh istrinya yang semakin berisi Andika kembali ingin menggauli istrinya tersebut.


Andika benar-benar merasa senang karena Aulia juga mau melayani dirinya, walaupun pada awalnya Aulia sempat menolaknya.


Dia berkata takut jika Alika akan datang ke kamar Andika dan mengajak dirinya untuk berbicara, dia takut ketahuan.


Namun, setelah Andika merayunya akhirnya Aulia pun luluh juga. Mereka kembali mengulang pergumulan panas yang sempat kemarin malam mereka lakukan.


Andika terlihat memperlakukan istrinya itu dengan begitu lembut, karena dia sangat sadar jika di dalam rahim istrinya ada calon buah hatinya.


"Terima kasih sayang, ini sangat nikmat!" ucap Andika seraya menarik lembut tubuh polos istrinya setelah pergumulan panas mereka selesaim


Aulia yang kelelahan tidak berbicara apa pun, dia hanya memeluk Andika dan menganggukkan kepalanya di dalam pelukan suaminya tersebut.


Keesokan paginya.


Aulia dan Andika masih saling memeluk dalam keadaan polos, mereka masih terlihat saling menghangatkan di pagi yang dingin ini.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 04.16 pagi, Alika ingin salat berjamaah bersama dengan putra dan juga menantu rahasianya itu.


Dia berniat untuk membangunkan kedua insan yang sedang terlelap dalam tidurnya itu, bukan berniat untuk mengganggu. Namun, mereka harus melaksanakan kewajibannya terhadap Sang Khalik.


Tok! Tok! Tok!


Alika terlihat mengetuk pintu kamar Andika berkali-kali, mendengar ketukan pintu Andika terlihat menggeliatkan tubuhnya.


Lalu, dia melerai pelukannya dengan perlahan karena takut membangunkan istrinya tersebut. Untuk sesaat Andika terdiam, dia sedang mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.


Dia juga sedang mengingat-ingat sedang berada di mana dia sekarang, karena takut dia akan salah berucap saat menyapa istrinya. Istri pertama atau kedua.


Tok! Tok! Tok!


Kembali terdengar ketukan pintu dari luar, Andika menjadi cemas dibuatnya Karena kini dia baru teringat jika kini dia sedang berada di dalam kediaman Wijaya.


Sudah dapat dipastikan jika yang mengetuk pintu tersebut adalah ibunya, Alika. Dia terlihat panik, dengan cepat dia turun dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya.


Setelah itu dia membangunkan Aulia dengan perlahan, karena Andika tidak mau mengagetkan istrinya tersebut.


"Yang, bangun Yang. Mom sepertinya berada di depan kamar kita, aduh... ini bagaimana? Aku ngumpet di mana?" tanya Andika.


Terlihat lucu bukan, Andika berada di dalam kamarnya sendiri tapi dia harus bersembunyi dari ibunya.


"Pakaian kamu kotor, Yang. Pakai bathrob aja," usul Andika.


"Iya, Sayang," jawab Aulia.


Aulia terlihat memakai bathrob lalu mengusap wajahnya, dia juga segera mengikat rambutnya yang masih terlihat acak-acakan.


"Kamu bukain pintunya, aku ngumpet dulu di dalam kamar mandi," ucap Andika.


"Ya, buruan gih. Nanti Tante curiga," kata Aulia lagi.


"Iya, iya," jawab Andika.


Andika terlihat masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya, sedangkan Aulia terlihat membuka pintu kamarnya.


Aulia terlihat menundukkan wajahnya ketika melihat Alika yang kini sedang berada di hadapannya, dia takut.


Alika sempat memperhatikan penampilan Aulia yang terlihat berantakan, dia tersenyum kala melihat tanda merah di tulang selangka leher menantu rahasianya.

__ADS_1


Menurutnya putranya itu benar-benar tidak tahu malu, padahal Andika merahasiakan pernikahannya dengan Aulia.


Namun, dia sendiri yang seolah-olah memberitahukan kepada orang lain jika mereka sudah menikah.


"Maaf kalau Tante mengganggu, takutnya kamu belum bangun. Jadinya, Tante bangunin," kata Alika tanpa memedulikan ekspresi wajah dari menantu rahasianya tersebut.


"Eh? Iya, maaf. Aku mau mandi tadi, jadinya agak lama buka pintunya. Maaf ya," ucap Aulia tidak enak hati.


Alika tersenyum geli ketika melihat ekspresi wajah Aulia, karena menantu rahasinya itu tidak pandai dalam berbohong.


"Tidak apa-apa, sekarang mandilah. Tante tunggu di Mushola, jangan lama. Oh iya, kamu tahu nggak Andika tidur di mana?" tanya Alika.


Mendengar pertanyaan dari Alika, Aulia terlihat begitu kaget. Dia bahkan terlihat begitu gugup, Aulia menunduk seraya meremat kedua tangannya secara bergantian.


Melihat akan hal itu Alika terlihat ingin tertawa, tapi dia menahannya karena takut Aulia akan berpikiran yang tidak-tidak.


"Loh, kok diam saja? Memangnya kamu tidak melihat Andika? Tadi malam bukannya dia mengantarkan kamu ya, ke kamar?" tanya Alika.


"Eh? Iya, Tante. Tapi aku tidak melihatnya lagi setelah itu," ucap Aulia dengan gugup.


Aulia benar-benar gugup dan juga takut Alika akan marah terhadap dirinya, dia juga takut jika Alika akan mengetahui bahwa dirinya sudah menikah dengan Andika, pikirnya.


Padahal, Alika memang sudah tahu sejak malam. Namun, Alika hanya ingin melihat anak dan menantunya itu apakah mereka akan berkata jujur atau tidak terhadap dirinya.


"Aduh, kayaknya mom kebelet pipis deh. Numpang ya," kata Alika seraya masuk ke dalam kamar putranya tersebut.


Melihat Alika yang hendak berjalan ke kamar mandi, Aulia terlihat begitu resah karena di dalam kamar mandi ada Andika.


"Tante, aku juga kebelet pipis. Tante di kamar Tante sendiri saja, aku juga mau pipis. Maaf ya, aku kebelet ini. Serius!" ucap Aulia seraya mendorong pelan tubuh Alika agar keluar dari dalam kamar putranya tersebut.


Sekuat tenaga Alika mengatupkan mulutnya menahan tawa saat melihat ekspresi wajah dari Aulia yang benar-benar ketakutan.


Bahkan, wajah cantik Aulia terlihat begitu pucat karena takut dirinya akan memergoki Andika yang berada di dalam kamar mandi


"Baiklah, Baiklah, Tante akan keluar tapi tidak seharusnya juga kamu mendorong-dorong Tante seperti ini," ucap Alika tidak senang hati.


Setelah mengatakan hari itu, Alila nampak keluar dari kamar putranya tersebut. Dia sungguh ingin segera sampai ke dalam kamarnya dan ingin tertawakan tingkah dari Auli


Saat tiba di kamarnya, Alika langsung mengunci pintunya dan tertawa dengan terbahak-bahak. ini belum apa-apa, pikir Alika.


Bagaimana jika Alika benar-benar tidak tahu dan dengan paksa dia masuk ke dalam kamar putranya tersebut, apa yang akan mereka katakan kepada Alika.

__ADS_1


"Andika, Andika! Kamu itu adalah anak, Mom. Tapi kamu sungguh berani berbohong pada, Mom,," kata Alika.


__ADS_2