
Awalnya Andika ingin membiarkan Andini pergi sesuka hatinya, karena menurut Andika, Andini membutuhkan waktu untuk sendiri. Dia butuh waktu untuk merenung.
Namun, setelah dia pikirkan kembali rasanya tidak pantas jika Andika tidak mencari istrinya. Akhirnya setelah Axel tertidur dengan lelap, Andika langsung pergi untuk mencari Andini.
Satu hal yang anda ketahui, Andini suka pergi ke Danau. Maka dari itu dia tidak pergi kemana pun lagi, dia langsung pergi menuju Danau.
Tempat di mana dia pernah melihat Andini yang melakukan perpisahannya bersama dengan Aiden, perpisahan manis tapi menyakitkan.
Sesuai dengan dugaannya, saat tiba di Danau dia melihat Andini yang sedang duduk di tepian Danau seraya melemparkan batu kecil.
Pipinya terlihat basah dengan air mata, matanya juga terlihat sembab. Dia terlihat begitu sedih sekali, Andika benar-benar merasa sangat bersalah melihat akan hal itu.
"Maafkan aku," ucap Andika lirih.
Dia langsung menghampiri Andini lalu duduk tepat di samping istrinya tersebut, tanpa banyak bicara Andika langsung menarik lembut istrinya ke dalam pelukannya.
Sayangnya Andini malah langsung mendorong tubuh Andika saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
Tentu saja hal itu dia lakukan karena dia masih merasa kesal dengan pria yang masih menjadi suaminya itu, dia kesal karena Andika tidak berkata jujur kepada dirinya.
Dia sangat paham jika Andika menikah kembali karena ingin memiliki keturunan, tapi satu hal yang dia inginkan, kejujuran dari Andika.
"Ngapain kamu ke sini? Lagi pula siapa yang ngasih tahu kamu aku di sini?" tanya Andini.
Andika tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Andini, Andika kembali merapatkan tubuhnya ke arah istrinya tersebut walaupun mendapatkan penolakan.
"Tentu saja aku tahu, kita sudah empat tahun menikah. Aku tahu apa yang kamu sukai dan apa yang tidak kamu sukai, aku juga sangat tahu jika kamu sedang bersedih maka kamu akan pergi ke Danau. Begitupun di saat senang," jawab Andika.
Ada rasa senang di hati Andini karena ternyata Andika mengetahui apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, itu artinya dia perhatian.
__ADS_1
Namun, tetap saja Andini merasa kesal kepada Andika dengan apa yang sudah dilakukan oleh suaminya tersebut.
"Kamu itu nggak usah deket-deket sama aku, kamu pergi aja. Ngapain juga kamu datang nemuin aku, aku sudah bilang kalau aku ingin kita berpisah. Aku nggak suka sama lelaki pembohong kayak kamu," ucap Andini dengan tegas.
Andika hanya bisa menunduk dengan pasrah mendengar apa yang dikatakan oleh Andini, karena memang pada kenyataannya dia adalah seorang pembohong.
Bahkan, dia selalu berbohong kepada dirinya sendiri. Dia selalu berbohong dengan perasaannya, dia berbohong dalam banyak hal.
"Ya, aku tahu kalau aku ini pembohong. Aku tahu kalau aku ini sudah membuat hati kamu begitu terluka, maka dari itu mari kita bicarakan semuanya dengan baik," ajak Andika.
Mendapatkan ajakan dari Andika, Andini terlihat tersenyum sinis ke arah suaminya tersebut. Rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, menurutnya.
"Nggak ada, nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Pokoknya aku tunggu gugatan cerai dari kamu, aku nggak mau lagi mempertahankan rumah tangga kita. Aku nggak bisa," ucap Andini seraya menangis sesenggukan.
Dia sudah terlalu sedih dengan apa yang dia alami saat ini, dia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya yang terus saja mengalir dari kedua pipinya.
Andika hanya bisa menghela napas berat mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya tersebut, Andika ingin memberikan kebebasan kepada Andini agar dia bisa tenang tanpa terbebani.
"Aku minta maaf, tapi apakah tidak bisa jika kita mempertahankan hubungan ini?" tanya Andika.
Andika masih berusaha untuk memperbaiki hubungannya bersama dengan Andini, sayangnya Andini terlihat menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa, aku sudah memutuskan jika diriku ingin bercerai denganmu. Maaf, bukannya aku tidak bisa menerima anak kamu dari perempuan lain. Tapi yang tidak bisa kuterima adalah kebohongan kamu," ucap Andini menjelaskan.
Andini sudah memutuskan jika hidup sendiri rasanya akan lebih baik, dari pada mempunyai suami tapi ternyata suaminya itu sudah membagi hatinya dengan wanita lain.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, tapi aku mohon. Mari kita berpisah dengan baik-baik, jangan ada kebencian di antara kita. Jangan ada hal yang nantinya akan membuat hubungan kita tidak baik di masa depan," ucap Andika dengan berat hati.
Dalam hati Andini, dia mengiyakan apa yang dikatakan oleh Andika. Karena memang itu semua benar adanya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan berbicara secara baik-baik dengan kamu. Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Andini pada akhirnya.
Untuk sesaat Andika terdiam, dia seolah sedang mengumpulkan keberaniannya untuk berkata kepada wanita yang masih menjadi istrinya tersebut.
"Jika kamu ingin bercerai dariku, itu artinya kamu mengusirku. Tapi, beri aku waktu beberapa hari untuk keluar dari rumahmu," ucap Andika.
Ya, selama ini Andika tinggal di rumah Andini. Karena memang Andini tidak pernah mau tinggal di kediaman Wijaya, dia merasa tidak cocok dengan mertuanya, Alika.
Alika memang selalu bersikap baik, tapi Andini tahu jika Alika tidak pernah tulus kepada dirinya. Dia seakan terpaksa menerima dirinya sebagai menantu.
"Baiklah, kapan kamu akan menceraikanku?" tanya Andini dengan tidak sabar.
Andini terus saja berbicara seolah dia ingin saat itu juga diceraikan oleh Andika, setidaknya ada kata talak yang terucap dari mulut suaminya tersebut.
Sayangnya saat Andini melihat tatapan mata dari Andika, dia melihat ketulusan dari sorot matanya itu. Ada kekesalan, kesedihan dan juga kecewa.
"Mungkin minggu depan, berikan aku waktu satu minggu untuk mengurus semuanya," ucap Andika.
Sebenarnya Andika masih mengharapkan jika pernikahannya bisa diselamatkan, maka dari itu dia meminta kepada Andini untuk dirinya tetap tinggal di rumah dengan Andini selama satu minggu.
Hal itu dia lakukan agar Andini bisa melihat ketulusan dirinya terhadap istrinya tersebut dan Andika berharap semoga Andini mau memaafkan dirinya, melupakan tentang perceraian mereka.
Walaupun di dalam lubuk hatinya yang terdalam Andika ingin melepaskan Andini, karena menurut Andika, Andini juga berhak bahagia. Dia berhak memilih jalan hidupnya sendiri yang dia rasa bisa membahagiakan hatinya.
Apalagi kini Andika begitu menyadari, jika Andini begitu dekat dengan Anastasya. Anak dari Aiden. Andika bahkan berpikir jika Andini bisa dekat kembali dengan Aiden lewat putri cantik itu.
Walaupun Andini tidak bisa memiliki keturunan, setidaknya ada Anastasia yang menjadi pengikat antara dirinya bersama dengan Aiden, itulah pikiran Andika.
"Kenapa malah diam?" tanya Andini.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ayo kita pulang. Kita sudah dewasa, mari kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin," ajak Andika.
Andini langsung mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Andika, karena itu memang jalan terbaik, pikirnya.