
Alika terlihat begitu senang karena akhirnya Andika pulang membawa Aulia bersama dengan cucu pertamanya, dia merasa bahagia karena kini bisa menggendong cucu pertamanya tersebut.
Padahal, dia sempat menyangka jika Andika tidak akan berhasil merayu Aulia agar mau pulang ke kediaman Wijaya.
Karena pastinya Aulia tidak ingin terus-terusan menjadi istri kedua dari Andika, dia pasti ingin terbebas dari statusnya sebagai istri kedua.
Namun, ternyata dia salah. Karena Andika kini bisa membawa menantu dan cucunya itu pulang. Bahkan, Aulia terlihat begitu ringan langkahnya saat tiba di kediaman Wijaya dan bertemu dengan dirinya.
Alika merasa begitu bangga karena ternyata kedua cucunya memiliki rupa yang sama, keduanya benar-benar sama wajahnya dengan Andika.
Alika sampai menggelengkan kepalanya, karena tidak ada satupun bagian yang begitu mirip dengan Aulia. Kedua cucunya tersebut benar-benar mengambil wajah Andika semuanya.
Saat dia sedang asyik mengelus pipi bayi mungil yang kini ada di dalam dekapan hangatnya, dia tersentak kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Adisha.
"Ehem! Maaf, Mom. Sekarang aku harus ngapain?" tanya Adisha yang terlihat kebingungan.
Alika yang tadinya terlihat fokus menatap wajah cucunya, terlihat menolehkan wajahnya ke arah Adisha. Dia ingin sekali tertawa ketika melihat Adisha yang sedang berdiri seraya memegangi gagang koper menggunakan tangan kirinnya.
Adisha persis seperti gadis remaja yang diusir dari rumah ibunya, dia terlihat menggunakan piyama tidur dan rambutnya terlihat digelung dengan asal.
"Oh ya ampun, Sayang. Ini sudah sangat malam, sekarang lebih baik kamu tidur saja. Beristirahatlah!" jawab Alika.
Justru saat ini memang itu yang dia ingin lakukan, dia ingin segera beristirahat karena dia merasa sangat lelah. Dia merasa enggan jika harus menemani Alika untuk mengobrol.
Namun, masalahnya di mana dia harus tidur? Karena, sejak dia datang tidak ada yang mengajak dirinya untuk pergi ke sebuah kamar tempat dia untuk beristirahat.
"Terus, aku tidurnya di mana Mom? Masa iya aku tidur di ruang keluarga, dingin Mom!" ucap Adisha dengan bibir mengerucut.
Tidak mungkin bukan jika Adisha harus tidur di ruang keluarga, pikirnya. Karena dia ingin merasakan kenyamanan dan kehangatan dari tempat tidur baru yang akan dia tempati untuk satu minggu ke depan.
Lagi pula satu minggu lagi dia akan menjadi pengantin, dia harus merawat diri dengan baik. Harus tidur di tempat yang nyaman dan tidak boleh stres.
"Oh ya ampun, Sayang. Kamar tamu banyak loh, kamu tinggal memilih mau tidur di kamar yang mana," ucap Alika seraya menunjuk beberapa kamar tamu yang tidak jauh dari ruang keluarga.
Senyum di bibirnya langsung mengembang, karena itu artinya dia akan mendapatkan kamar yang nyaman untuk tempat tidurnya sementara.
Setidaknya nyaman dan hangat, sebelum nanti dia tinggal satu kamar dengan Albert dan mendapatkan kehangatan dari pujaan hatinya tersebut.
"Oke, Mom. Kalau begitu aku tidur duluan," ucap Adisha dengan cepat.
Setelah mengatakan hal itu, Adisha terlihat menghampiri Alika lalu dia mengecup punggung tangan Alika dan segera masuk ke dalam salah satu kamar tamu yang ada di sana.
__ADS_1
Alika terlihat menggelengkan kepalanya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Adisha, ternyata kelakuan Adisha masih terlihat seperti anak-anak.
Padahal, Adisha sudah berumur. Dia sudah berumur dua puluh lima tahun, seharusnya dia bisa bersikap lebih dewasa. apalagi dia juga mendengar jika Adisha sebentar lagi akan menikah dengan pewaris tahta dari keluarga Carll.
"Lihatlah aunty kamu, Sayang. Dia sangat lucu," celetuk Alika.
Sebenarnya Alika ingin sekali mengajak cucunya untuk segera masuk ke dalam kamar yang sudah dia siapkan untuk si kembar, karena cucunya terlihat tertidur dengan sangat pulas.
Namun, di sana ada Aulia yang ingin bertemu dengan putra pertamanya. Sudah barang pasti Aulia ingin melepas rindu bersama dengan putra keduanya tersebut.
Selain itu Alika juga ingin memberikan kesempatan kepada Aulia dan Andika untuk berduaan, karena Andika sangat paham jika Andika pasti begitu merindukan istri keduanya tersebut.
"Kamu sama Oma dulu di sini, oke. Biarkan mom kamu, daddy sama dedek melepas rindu." Alika mengecup kening Alex.
Di dalam kamar si kembar.
Aulia tersenyum bahagia karena bisa menggendong putra keduanya lagi, apa lagi saat dia melihat Axel yang membuka mata menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, Aulia dengan cepat membuka kancing piyama yang dia pakai.
Tentu saja hal itu dilakukan karena dia sangat paham jika putra keduanya itu sedang kehausan, melihat akan hal itu Andika terlihat memelototkan matanya.
Dia bahkan terlihat menelan salivanya dengan susah payah saat melihat dada istrinya yang kini terlihat semakin membesar, rasanya Andika iri dan ingin sekali meremat dan menyesap ujung dada Aulia.
"Aku, aku ngga boleh nyicip bentar aja. Aku juga pengen," ucap Andika mengiba dan langsung duduk di samping Aulia.
Dia rangkul lengan istrinya, lalu tangannya merambat ke depan untuk mengusap dada Aulia. Dia langsung tersenyum ketika bisa menggapai benda kenyal yang selalu menjadi favoritnya itu.
Namun, Aulia terlihat kesal dan dengan cepat Aulia menepis tangan Andika yang terlihat nakal itu. Andika terlihat kecewa, bahkan dia langsung menunduk seperti anak kecil yang sudah melakukan kesalahan dan siap dimarahi oleh ibunya.
"Kamu tuh nakal banget, kalau mau nakal mending ngga usah di sini. Kamu bobo duluan aja sana!" usir Aulia.
"Hastaga! Aku bapanya, tapi kamu malah usir aku." Andika terlihat menyandarkan kepalanya pad pundak Aulia dan mengusakkan kepalanya pada cerukan leher Aulia.
"Andika! Jangan ih! Aku sedang menyusui, jangan ganggu!" kesal Aulia.
"Aku hanya lihat saja, ngga minta. Aku janji," ucap Andika memelas.
"Tapi kamu tetep nakal, jauh-jauh sana!"
Setelah mengatakan hal itu, Aulia terlihat mendorong wajah Andika. Mau tidak mau akhirnya Andika menjauh dari Aulia, karena dia takut dimarahi lagi oleh istrinya tersebut.
"Okeh, aku mandi dulu kalau gitu!"
__ADS_1
Andika langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Aulia hanya bisa menggalehkan kepalanya melihat tingkah dari Andika.
Padahal Ini adalah kamar kedua putranya, kenapa juga Andika harus mandi di situ juga, pikirnya. Seharusnya Andika masuk ke dalam kamarnya dan mandi di sana.
Namun, Aulia tidak mau ambil pusing. Karena kini dia sedang serius menyusui putra keduanya tersebut, dia terlihat menunduk dan mengecup kening putra keduanya.
"Mom, rindu." Aulia kembali mengecup kening putranya.
"Sayang, maaf kalau Mom ganggu. Alex sepertinya mau mimi cucu," kata Alika yang baru saja masuk ke dalam kamar cucunya tersebut.
Dia terlihat mengedarkan pandangannya seolah sedang mencari-cari seseorang, Aulia yang paham langsung tersenyum kemudian dia berkata.
"Andika sedang mandi, Mom duduk saja dulu. Aku mau menidurkan Axel, sepertinya dia sudah tertidur pulas," jawab Aulia.
"Baiklah," kata Alika yang langsung duduk di atas sofa, sedangkan Aulia terlihat bangun untuk menidurkan Axel.
"Bobo ya, Sayang. Mom mau menyusui Abang dulu," kata Aulia.
Setelah mengatakan hal itu, akhirnya Aulia menghampiri Alika dan segera mengambil alih Alex dari pangkuan mertuanya tersebut.
Lalu Aulia segera menyusui Alex yang terlihat begitu kehausan, Alika tersenyum, kemudian dia berka.
"Kamu tidur saja dulu di sini, temani baby twins. Besok, baru kamu tidur dengan Andika. Biar Mom beli dulu box bayi untuk di kamar Andika," ucap Alika.
"Yes, Mom," jawab Aulia yang memang tidak mau berpisah dari kedua putranya.
"Ya sudah, kalau begitu Mom tinggal," pamit Alika.
"Yes, Mom," jawab Aulia lagi.
Setelah berpamitan kepada Aulia, akhirnya Alika terlihat keluar dari dalam kamar twins dan segera masuk ke dalam kamarnya.
Dia ingin beristirahat karena seharian ini dia sudah mengasuh Alex, setelah melihat kepergian Alika, Aulia tersenyum kemudian dia mengusap puncak kepala putranya yang kini mulai tertidur kembali.
Ceklek!
Pintu kamar mandi nampak terbuka, Aulia nampak menolehkan wajahnya ke arah pintu kamar mandi.
Mata Aulia langsung membulat dengan sempurna, karena dia melihat Andika yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi area intinya saja.
"Oh Tuhan! Andika, tidak bisakah kamu memakai handuk yang lebih besar? Atau mungkin kamu bisa memakai bathroob gitu?" tanya Aulia.
__ADS_1