Buah Hati Untuk Sahabatku

Buah Hati Untuk Sahabatku
Merayu


__ADS_3

Setelah kejadian itu Andika selalu menghindari istrinya, menurutnya lebih baik tidak berdekatan dengan istrinya atau tidak menyapa istrinya sama sekali, dari pada dia akan menginginkan istrinya. Namun, dia tidak dapat menuntaskan hasratnya.


Andika hanya akan masuk ke dalam kamarnya untuk menyapa kedua putranya saja, sekedar mandi dan sekedar mengganti baju saja.


Setelah itu dia akan beristirahat di dalam kamar tamu, atau dia akan menghabiskan waktu di dalam ruang kerjanya.


Andika akan pergi bekerja di saat pagi menjelang, dia bahkan tidak pernah sarapan terlebih dahulu, dia akan pulang di saat sudah larut malam.


Andika hanya sempat memamerkan kemesraan di hadapan banyak orang ketika acara pernikahan Adisha saja, setelahnya tidak pernah lagi ada yang namanya kemesraan di antara keduanya.


Aulia sudah berulang kali mengajak Andika untuk berbicara secara baik-baik, karena dia merasa tidak nyaman ketika melihat Andika yang dirasa berubah.


Sayangnya, Andika tidak pernah mau berbicara dengan Aulia. Bukan karena tidak cinta lagi, tapi dia takut kebablasan.


Jika Andika pulang dan Aulia belum tidur, Andika akan beralasan masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan.


Andika akan mengurung diri di ruang kerjanya sampai Aulia tertidur, setelah itu dia akan menghabiskan waktu untuk tidur di dalam ruang kerjanya.


Semakin hari jika Andika berdekatan dengan istrinya, dia merasa tidak bisa menahan perasaannya untuk bercinta.


Maka dari itu dia berusaha untuk meredam hasratnya dengan berjauhan dengan istrinya, Alika seakan paham.


Dia selalu membiarkan putranya untuk menghindari Aulia, karena dia paham jika hasrat putranya begitu besar. Sama seperti sang ayah dulu.


Makanya dulu sang suami ternyata sudah menikah kembali secara diam-diam dengan wanita lain, hal itu sungguh menyakiti hatinya.


Bahkan, sang suami dulu beberapa kali berselingkuh dengan wanita lain. Hati Alika terasa sangat sakit.


Maka dari itu, Alika merasa lebih setuju jika Andika menyibukkan dirinya dengan berolahraga atau sengaja menghindari Aulia. Yang terpenting jangan menduakan Alulia.


Cukup sudah Andika pernah menduakan Andini, itupun karena alasan ingin memiliki keturunan.


Sekarang Andika sudah memiliki istri yang sangat dia cintai, memiliki dua keturunan yang begitu tampan, itu semua sudah cukup bagi Alika.

__ADS_1


"Ehm! Mom, Andika masih jutek aja sama aku. Padahal ini sudah satu bulan lebih loh, tapi dia masih sama aja kaya kemarin-kemarin." Aulia menghampiri mertuanya yang baru saja selesai dengan aktivitasnya.


"Bersabarlah, Sayang. Mom paham dengan apa yang sudah Andika lakukan, dia hanya takut khilaf saja. Kamu juga pasti paham, kan?" tanya Alika.


"Sangat paham, Mom. Tapi dicuekin terlalu lama juga rasanya ngga enak, apalagi masa nifasku juga udah selesai. Masa di--"


"Maksud kamu masa nifas kamu sudah selesai? Sudah bersih gitu?" tanya Alika memotong ucapan Aulia.


"He'em," jawab Aulia malu-malu.


"Kalau begitu, nanti malam berdandanlah yang cantik. Pake baju yang seksi, biarkan si kembar tidur dengan susternya," saran Alika.


Wajah Aulia langsung memerah karena menahan malu, mertuanya itu sangat lucu pikirnya. Kenapa juga mulut mertuanya itu tidak ada filternya sama sekali?


"Ya ampun, Mom. Aku malu," ucap Aulia seraya menutup wajahnya.


Alika langsung tertawa melihat tingkah dari menantunya itu, menurutnya Aulia terlihat sangat malu-malu. Padahal, di dalam hatinya menantunya itu begitu mendambakan sentuhan dari suaminya.


"Jangan malu-malu, berinisiatif untuk memanjakan suami akan menjadi pahala yang besar," ucap Alika seraya terkekeh.


"Baiklah, aku akan coba untuk melakukannya," ucap Aulia pada akhirnya.


Alika tersenyum dengan lebar, sepertinya malam dia dia juga akan kurang tidur. Karena harus ikut menjaga kedua cucu kembarnya, karena kedua anak dan menantunya akan sibuk bergulat di atas tempat tidur, pikirnya.


"Bagus, jangan lupa kamu pompa asi kamu dulu. Jangan sampai nanti kegiatan kalian terganggu karena suster membawa si kembar yang nangis karena kehausan," kata Alika mengingatkan.


Aulia langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya, Alika itu benar-benar membuat dirinya begitu malu, pikirnya.


"Iya, Mom," jawab Aulia dengan wajah yang sudah memerah.


Setelah sesi curhat dengan sang mertua berakhir, Aulia terlihat masuk ke dalam kamarnya. Lalu, dia memompa asinya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Alikam


Setelah selesai, dia memberikan botol steril berisikan ASI miliknya kepada suster. Dia juga menitipkan si kembar kepada suster karena dia ingin segera mandi dan mempersiapkan diri untuk menyambut kepulangan suaminya.

__ADS_1


Semenjak kejadian saat itu, Andika selalu pulang setelah pukul sembilan malam. Maka dari itu Aulia ingin melakukan perawatan terlebih dahulu sebelum suaminya pulang.


"Mandi udah, wangi juga udah. Pakai baju seksi juga udah," ucap Aulia seraya menatap pantulan wajahnya di depan cermin.


Setelah mengatakan hal itu Aulia terlihat menolehkan wajahnya ke arah jam digital yang bertengger cantik di atas nakas, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Aulia tersenyum, lalu dia segera bangun dan duduk di atas sofa. Tidak lupa dia mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur saja


Gaun tidur yang sangat tipis dan juga seksi yang sudah dia pakai terlihat dia singkapkan, hal itu membuat paha mulusnya terekspos.


Tidak lama kemudian, dia mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamarnya dengan Andika.


Aulia terlihat gugup, tapi dia berusaha untuk menenangkan hatinya. Beberapa kali dia terlihat menghela napas panjang lalu mengeluarkannya dengan perlahan.


Ceklek!


Pintu nampak terbuka, Andika yang baru saja pulang bekerja terlihat masuk dengan wajah kusustnya. Dia menyimpan tas kerjanya dan membuka kancing kemeja yanh dia pakai.


Aulia mulai kesal karena Andika hanya menunduk seraya membuka kemeja yang dia pakai, Aulia terlihat bangun, lalu dia memeluk tubuh Andika yang terlihat setengah telanjang itu.


"Sayang, kangen!" kata Aulia seraya menekan kedua dadanya yang tidak dilapisi pengamannya.


Dua gundukan besar itu terasa begitu menempel karena hanya terlapis kain tipis berbentuk gaun tidur saja, hal itu membuat sekujur tubuh Andika menegang.


"Sayang, kok diem Aja? Aku kangen," ulang Aulia seraya mengusap dada Andika yang terasa berbulu halus itu.


Tubuh Andika terasa meremang, bahkan dia terlihat menlena salivanya dengan susah. Dia yakin jika yang memeluknya adalah Aulia, tapi dia merasa heran karena istrinya bertingkah seperti itu.


"Sayang!" panggil Aulia lagi dengan tangan yang sudah turun dan mulai menelususp untuk menggapai belalai panjang milik suaminya.


Aulia langsung tertawa, karena ternyata milik suaminya sudah berdiri dengan tegak. Dia usap ujung milik suaminya dan dia naik turunkan tangannya dengan nakal.


"A--Aulia, hentikan!" ucap Andika tergagap.

__ADS_1


"Ngga bisa berhenti, karena malam ini Nona Cantik mau dikunjungi sama Abang ganteng," ucap Aulia seraya mengecup punggung Andika.


__ADS_2