Buah Hati Untuk Sahabatku

Buah Hati Untuk Sahabatku
Sudah Siap


__ADS_3

Selama satu bulan lebih Andika berusaha untuk menahan hasratnya, karena dia tahu jika istrinya masih berada dalam masa nifas.


Dia sengaja menjauhi istrinya bukan karena tidak cinta, tapi karena takut khilaf dan menggauli istrinya di masa yang tidak diperbolehkan.


Namun, mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aulia, Andika benar-benar tidak tahan. Aulia benar-benar merobohkan imannya.


Malam ini Aulia terlihat begitu nakal dan juga berusaha untuk menggoda dirinya, tentu saja hal itu membuat Andika tidak tahan.


Apalagi ketika Aulia mulai bermain dengan miliknya, hal itu benar-benar membuat Andika lupa akan segalanya.


"Hentikan, Sayang!" keluh Andika ketika Aulia terus saja bergerak dengan penuh godaan.


"Pengen," rengek Aulia.


Bukan hanya Aulia yang menginginkannya, tapi Andika juga lebih menginginkan istrinya tersebut. Keduanya sama-sama terlihat berhasrat, karena sudah hampir dua bulan tidak melakukannya.


"Tapi, Yang. Bukannya kamu masih nifas?" tanya Andika.


"Udah ngga, kan udah mau dua bulan." Aulia terlihat mengerucutkan bibirnya.


Andika terlihat menepuk jidatnya karena terlalu sibuk mencari pekerjaan agar tidak dekat dengan istrinya, Andika bahkan sampai lupa jika dia sudah menghindari istrinya lebih dari satu bulan lamanya.

__ADS_1


"Oh ya ampun, Sayang. Jadi, malam ini kita bisa itu?" tanya Andika.


"He'em, ininya bisa masuk ke dalam sini," kata Aulia seraya menarik tangan Andika dan mengusapkannya pada inti tubuhnya.


"Nakal!" keluh Andika.


Setelah mengatakan hal itu, Andika terlihat menunduk lalu menautkan bibirnya ke bibir istrinya tersebut, bibir yang sudah lama sangat dia rindukan dan tidak pernah dia sentuh.


"Ini sangat manis, manis sekali." Andika mengusap bibir isinya yang basah karena perbuatannya.


Setelah itu, tanpa ragu dia langsung membopong tubuh istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Karena dia takut jika dia sudah berhasrat tapi Aulia malah belum siap, dia takut jika kegiatan nikmat yang sudah dia rindukan tidak bisa terlaksana.


"Sudah!" jawab Aulia seraya menganggukkan kepalanya.


Andika tersenyum mendapat jawaban seperti itu dari istrinya, karena dengan seperti itu diirinya sebentar lagi akan mendapatkan kenikmatan yang tiada tara. Kenikmatan yang sudah sangat lama tidak dia rasakan.


"Ouch, Sayang. Bersiaplah menerima serangan dari belalai panjangku," ucap Andika.


Setelah mengatakan hal itu Andika terlihat membuka setiap kain yang melekat pada tubuhnya, lalu dia tersenyum dan membuka gaun tidur milik istrinya dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Bersiaplah, Sayang," kata Andika seraya mengusap miliknya untuk dia arahkan pada inti tubuh istrinya.


"Tunggu dulu," kata Aulia seraya menahan dada Andika ketika suaminya tersebut sudah mulai mengungkung tubuhnya.


"Ada apa lagi?" tanya Andika dengan tidak sabar.


"Bukannya seperti itu, kita sudah lama melakukannya. Bagaimana kalau kamu melakukan pemanasan terlebih dahulu? Rasanya itu akan lebih baik," ucap Aulia malu-malu.


"Oke, Sayang!" jawab Andika bersemangat.


Setelah mengatakan hal itu, Andika terlihat merangsang istrinya. Dia meraba, menyentuh dan mengecup setiap area tibuh istrinya yang bisa dengan mudahnya menerima setiap rangsangan darinya.


Setelah memastikan Aulia terangsang dengan setiap sentuhannya, akhirnya Andika terlihat memasukkan miliknya ke dalam inti tubuh Aulia.


Namun, tidak lama kemudian dia terlihat menghentikan aktivitasnya karena Aulia terlihat kesakitan. Bukan hanya itu, dia juga merasa jika miliknya terasa sulit untuk menerobos liang kelembutan milik istrinya tersebut.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Andika.


"Sakit!" keluh Aulia.


"Lagian kamu tuh gitu, katanya kamu ngajakin aku untuk itu, tapi kenapa milik kamu malah rapat banget begitu. Aku kan, susah buat masukin milik aku ke dalam situ," keluh Andika

__ADS_1


__ADS_2