Buah Hati Untuk Sahabatku

Buah Hati Untuk Sahabatku
Menggodanya


__ADS_3

Ceklek!


Pintu kamar mandi nampak terbuka, Aulia nampak menolehkan wajahnya ke arah pintu kamar mandi.


Mata Aulia langsung membulat dengan sempurna, karena dia melihat Andika yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi area intinya saja.


Aulia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang Andika pakai saat ini, kenapa juga Andika harus memakai handuk yang terlihat begitu kecil dan hanya bisa menutupi area intinya saja, pikirnya.


Muncul berbagai pertanyaan di dalam pikirannya, apakah Andika ingin menggodanya? Apakah Andika ingin mengerjainya? Atau bagaimana?


"Oh Tuhan! Andika, tidak bisakah kamu memakai handuk yang lebih besar? Atau mungkin kamu bisa memakai bathrobe gitu?" tanya Aulia.


Melihat kemarahan di wajah istrinya, Andika terlihat menghampiri Aulia. Kemudian dia duduk dengan tenang di samping istrinya tersebut dan berkata.


"Di sini tidak ada bathrobe, tidak ada juga handuk yang panjang. Karena aku mandi di dalam kamar putraku, adanya hanya handuk kecil milik Alex."


Andika menjawab pertanyaan dari istrinya itu dengan sangat santai, karena pada kenyataannya dia memang tidak membawa handuk miliknya.


"Oh ya Tuhan, makanya aku tadi bilang kamu mandilah di kamar kamu sendiri. Jangan di sini," kata Aulia seraya memperhatikan tubuh Andika yang terlihat begitu putih dan mulus.


Tonjolan otot-otot yang ada di perutnya terlihat seperti roti sobek, terlihat sangat seksi dan seakan melambai-lambai meminta dirinya untuk segera menyentuhnya.


Dalam hati Aulia mengagumi semua yang ada pada tubuh suaminya, padahal Andika adalah seorang pria, tapi kulitnya terlihat begitu putih dan juga mulus.


Tidak ada bulu yang tumbuh di kakinya, herannya dada Andika malah memiliki bulu tipis yang selalu membuat tubuhnya meremang ketika kulit mereka saling menempel.


Menyadari jika istrinya itu terlihat memperhatikan dirinya, Andika tersenyum menyeringai. Kemudian dia berkata.


"Liat apa kamu?" tanya Andika pura-pura tidak tahu.


Andika terlihat mendekati istrinya, lalu dia menempelkan tubuhnya pada Aulia. Aulia terlihat salah tingkah.


Apalagi saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya, Aulia langsung memalingkan wajahnya. Tidak mungkin bukan jika dia berkata jujur kalau dia sedang memperhatikan tubuh mulus Andika.


"Tidak ada, aku tidak melihat apa pun," ucap Aulia tanpa berani menolehkan wajahnya ke arah Andika.


Andika langsung tertawa mendengar jawaban dari istrinya, lalu dia terlihat mencondongkan wajahnya. Kemudian, dia berbisik tepat di telinga istrinya tersebut.


"Inget kamu tuh baru dua minggu melahirkan, jangan mikir yang aneh-aneh. Kata dokter butuh waktu dua bulan untuk sembuh," kata Andika seraya menatap tubuh bagian bawah milik istrinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, Aulia terlihat menatap wajah Andika dengan tatapan tajamnya karena sedari tadi memang Andika-lah yang menggodanya.


"Berisik! Sana masuk kamar kamu, pakai baju sana!" ucap Aulia dengan suara tertahan.


Aulia tidak berani berkata dengan suara yang kencang, karna dia takut membuat kedua putranya terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Andika tersenyum dengan sangat manis sekali, kemudian dia mencuil lagu Aulia dengan matanya yang mengering nakal.


"Oke, Sayang."


Aulia terlihat mengusap dagunya, lalu dia terlihat menggelengkan kepalanya mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.


"Udah pergi sana, kamu tuh godain aku terus!" ketus Aulia.


"Okeh!" jawab Andika dengan senyum menggoda di bibirnya.


Setelah mengatakan hal itu, Andika terlihat berjalan untuk keluar dari kamar kedua putra kembarnya tersebut.


Namun, tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran Aulia jika Andika keluar dari dalam kamar dalam keadaan seperti itu, takutnya ada asisten rumah tangga yang melihatnya.


Aulia sangat sadar jika di dalam kediaman Wijaya semua asisten rumah tangganya masih gadis, hanya bi Sum saja yang sudah sudah setengah baya.


"Tunggu dulu!" cegah Aulia.


Andika yang sudah memegang handle pintu langsung menghentikan aktivitasnya, kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Aulia.


"Ada apa lagi?'' tanya Andika.


Andika menatap Aulia dengan penuh tanya, bibir bawahnya terlihat dia gigit. Andika terlihat begitu menggoda di mata Aulia, Aulia terlihat menghela napas berat kemudian berkata.


"Duduklah dulu di sofa, biar aku yang mengambilkan baju untuk kamu. Tapi aku akan menidurkan Axel terlebih dahulu," ucap Aulia seolah tidak mau dibatah.


Andika langsung duduk di atas sofa, sedangkan Aulia terlihat menidurkan Axel di dalam box bayi miliknya.


Setelah itu, dia terlihat hendak keluar dari dalam kamar kedua putranya menuju kamar Andika. Namun, Andika terlihat menghampiri istrinya dan mencekal pergelangan tangannya.


"Tolong ambilkan baju piyama tidur lengkap dengan ****** ******** juga," pinta Andika.


"Iya, aku paham. Lepain tangan akunya!" pinta Aulia.


"Iya, aku hanya mengingatkan. Takutnya kamu ngga ambilin, pan kasian si entong nanti gelantungan," canda Andika.


"Ngga lucu!" kesal Aulia.


Setelah mengatakan hal itu Aulia terlihat memelototkan matanya ke arah Andika, lalu dia segera pergi dari kamar putranya tersebut. Dia tidak mau terus-terusan digoda oleh suaminya tersebut.


"Istriku sangat lucu kalau sedang kesal," kekeh Andika.


Setelah kepergian Aulia Andika terlihat menghampiri kedua putra kembarnya, lalu dia pun berkata.


"Lihatlah, Sayang. Mom kamu itu tidak rela kalau tubuh seksi Daddy dilihat sama orang lain, makanya dia ngga ngebolehin Daddy keluar kamar."

__ADS_1


Andika terlihat mengusap pipi kedua bayinya dan dia kecup kening kedua putra kembarnya tersebut dengan penuh kasih, dia tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


Dia hempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, lalu dia membuka handuknya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai sebatas pinggang.


Tidak lama kemudian, Aulia nampak kembali dengan membawakan piyama tidur untuk suaminya tersebut.


"Pakailah!" kata Aulia seraya menyimpan piyama tidur tersebut di samping Andika.


Andika terlihat menatap wajah istrinya dengan penuh harap, mendapatkan tatapan seperti itu dari suaminya, Aulia merasakan ada hal buruk yang akan menimpannya.


"Ada apaan sih? Kenapa kamu lihatin aku kaya gitu?" tanya Aulia.


Andika terlihat duduk dengan senyum yang terkesan aneh menurut Aulia, bahkan Andika terlihat memgang erat selimutnya lalu dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


"Kamu kenapa sih? Kok aneh kaya gitu?" tanya Aulia.


"Aku ngga apa-apa, cuma mau minta tolong." Andika tersenyum seraya menaik turunkan alisnya.


Aulia semakin merasakan hal yang tidak enak, Andika benar-benar terlihat aneh, menurutnya. Dia terlihat tidak seperti biasanya.


"Minta tolong apa?" tanya Aulia.


Aulia benar-benar merasa curiga ketika Andika berkata seperti itu, dia takut Andika akan bertindak yang tidak-tidak.


"Pakein dong, Yang. Lemes nih!" Andika berkata dengan begitu manja.


"Pake sendiri aja," tolak Aulia.


"Lemes, Yang. Pakein dong," pinta Andika lagi.


"Ck! Manja!" ketus Aulia.


Walaupun berkata seperti itu, Aulia menurut. Dia terlihat mengambil ****** ***** milik Andika. Lalu, dia menyingkap selimut yang menutupi tubuh bagian bawah Andika.


"Aaaargh!" jerit Aulia ketika melihat milik Andika yang sudah berdiri dengan tegak.


Andika langsung tertawa melihat reaksi dari Aulia, Aulia yang merasa kesal langsung mengambil bantal dan memukul milik Andika dengan bantal tersebut.


"Andika! Dasar pria messum!" ketus Aulia.


Dengan cepat Andika menutupi aset berharganya dengan kedua telapak tangannya, karena Aulia memukulnya dengan sangat kencang.


"Ouch, Sayang. Jangan dipukul, nanti dia lemes. Sakit, Sayang. Nanti dia ngga bisa bikin kamu enak lagi!" ucap Andika mengiba.


Aulia langsung menatap sengit ke arah Andika ketika suaminya itu berkata seperti itu, dia tidak memikirkan hal itu lagi untuk saat ini. Karena kini dia sedang merasakan kesal yang luar biasa terhadap suaminya itu.

__ADS_1


"Biar! Biar saja dia lemes, biar ngga nyebelin!" kesal Aulia.


__ADS_2