
Sekarang jarum sudah menunjukkan hampir tengah malam, ketika mereka selesai makan malam tepatnya yang benar makan tengah malam.
Rico masuk kamarnya untuk mengotak atik komputer, setelah Sisca menolak tawarannya untuk membantu mencuci piring mereka.
"Aku punya mesin pencuci piring jadi tidak repot sama sekali", tolak Sisca tadi kepadanya.
Selesai bersih-bersih dapur Sisca merebus susu karena ingin minum susu hangat , setelah itu mandi air panas dan tidur lelap itu yang dibutuhkan saat ini.
Ketika ia menuang susu ke dalam panci, ia melihat Rico masuk dalam dapur lagi.
"Kau belum tidur harusnya kau manfaatkan tidur, selama aku ada menjaga Michael ," kata Sisca.
Sekarang mereka serumah tidak kaku lagi memanggil, Sisca juga merasa hatinya sedikit aneh perhatian kepada Rico.
Apa dia sudah mulai menyukai pria itu..batinnya.
"Aku ingin membuat kopi , karena mau mengerjakan komputer," kata Rico.
"Silahkan.. "Sisca memberi tempat Rico untuk merebus air panas.
__ADS_1
Rico langsung mengangkat tubuh Sisca yang hampir tertumpah susu yang meluap dari panci.
Sisca terkejut dadanya berdebar kencang dengan sentuhan sekilas tadi, Rico nampak biasa saja mukanya dan mulai merebus air setelah mematikan susu di panci Sisca.
"Maaf ..bukan maksudku kurang ajar tetapi air susu hampir mengenaimu ," kata Rico santai.
"Eh tidak apa-apa terima kasih ", balas Sisca gugup.
Setelah menuang susu di gelas dan meminumnya, sisca pamit masuk kamar lalu mandi dan tidur.
Baru tidur sebentar terdengar tangisan Michael, Sisca langsung keluar hawa dingin menusuk tubuhnya karena tadi mematikan pemanas ruangannya.
Sisca tersenyum dan menggoda bayi itu memegang hidungnya, membuat bayi terkikik geli tertawa senang Sisca bersamanya.
"Dasar kau ini bayi licik dini hari sengaja ya membuatku terbangun ", kata Sisca sambil menggelitik ketiak Michael.
Michael tertawa senang lalu Sisca mengelus rambutnya dan anak itu mulai tertidur pulas di pelukannya.
"Dan siapa yang bisa menyalahkan bayi itu?", kata Rico pelan.
__ADS_1
Sisca terkejut tidak mendengar kaki Rico, tetapi pria itu sudah menyandar dekat pintu.
"Sejak kapan kau di sana?", tanya Sisca.
"Sejak anak itu menangis", jawab Rico santai.
Dia tadi mendengar Michael menangis dan melihat Sisca yang kelelahan dia pikir tidak akan terbangun, ternyata dugaannya salah dia malah terbangun dan menggendong Michael seperti anak sendiri.
Nampak jelas wanita itu sangat menyayangi Michael dan tidak akan memberikan kepadanya, gaun tidur tipis karena terburu-buru tidak memakai mantel gaun tidurnya.
Nampak dadanya penuh menempel di kain satin membuat Rico susah menelan air ludahnya.
Sisca memandang Rico yang hanya memakai piyama handuk, dan nampaknya tidak memakai apa-apa didalam membuat pipinya memerah.
Rico mengambil Michael dari gendongan Sisca, tanpa sengaja tangannya menyentuh dada Sisca membuat mereka seperti terkena arus listrik.
Rico segera menidurkan Michael dan berjalan ke kamarnya lagi sambil berkata pelan.
"Sebaiknya kau kembali tidur "
__ADS_1
Sisca lalu masuk ke kamarnya tetapi dia tidak langsung bisa tertidur, reaksi tubuhnya sewaktu tersentuh Rico tadi membuatnya sadar kalau dia memang menyukai pria itu namun berusaha untuk menahannya karena tidak ingin terluka di masa depan.