BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Pahlawan Gerald


__ADS_3

Pagi ini Gerald menjemput bos dan berjumpa dengan Kate yang sedang memasak sarapan pagi omelet dan roti smoke beef telur favoritnya juga selain bos nya.


" Gerald kau sudah datang ayo sarapan dulu, bos mu masih baru bangun dan sedang mandi" kata Sisca.


" What apa dia tidak salah dengar, biasa bos sudah rapi pada waktu seperti ini " pikirnya.


"Aku juga heran dia baru terbangun dan malas-malasan, kukira tidak ke kantor hari ini ternyata kau menjemput dia" kata Kate lagi.


"Sambil menunggu makan dulu saja daripada makan di luar " lanjutnya.


"Oke kebetulan aku juga belum sarapan" balas Gerald.


Dia tanpa sungkan mengambil omelet dan roti yang baru di angkat dari oven, juga menuang segelas kopi untuknya.


Gerald sudah menganggap rumah ini rumah keduanya, sehingga tidak sungkan untuk melakukan apapun di rumah bosnya karena perlakuan bos nya seperti keluarga sendiri.

__ADS_1


"Enak ini Kate baru sekarang makan roti selembut dan seenak ini, kau cocok membuka toko bakery deh justru toko lain pasti kalah denganmu karena roti ini sangat enak" puji nya.


"Kau ini aku tidak berniat membuka toko bakery pekerjaan humas sudah cukup sibuk apalagi ada anak yang di jaga sekarang, membuat lebih sibuk dan aku ingin meluangkan waktu buat ank-anak" sahut Kate.


Handphone Gerald berbunyi dan ada meeting dadakan yang harus dia hadiri, maka dia segera beranjak pergi setelah meminum kopi hitamnya.


" Aku pergi dulu Kate terima kasih sarapannya, ada meeting dadakan bos biar pergi sendiri saja " sahut Gerald.


"Aku akan sampaikan pada Rico, kau pergilah dengan tenang" senyum Kate.


"Lepaskan aku Anton aku tidak menyukaimu pergi jauh dariku, karena aku tidak akan mungkin mencintaimu! " kata Cintya.


Dia cemas melihat Anton dan memikirkan cara untuk melarikan diri dari Anton, namun Anton tentu saja tidak melewatkan kesempatan langka ketemu dengan Cintya yang sering menghindari dirinya.


"Aku tahu kau tidak punya kekasih jadi kenapa kau tidak menjadi pacarku saja, aku punya uang tampan dan body goals" bujuk Anton mendekati wajah Cintya membuatnya makin ketakutan.

__ADS_1


Gerald tidak jadi memasuki lift dia melihat Cintya sudah ketakutan, dan hanya ada satu jalan menyelamatkan dia karena karyawan lain tidak akan berani mencari masalah dengan Anton.


"Anton apa yang kau lakukan kepada calon istriku? " tanya Gerald dengan suara tenang dan tangan di saku.


Seakan terdengar alami dan tidak mencurigakan kalau hanya sandiwara, Cintya yang mendengar kata Gerald terkejut namun segera mengikuti sandiwara Gerald.


Gerald muncul sebagai pahlawan baginya, dan dia juga mengharapkan sandiwara itu menjadi kenyataan .


Walau tidak mungkin bagi mereka karena cintanya bertepuk sebelah tangan, tidak mungkin karena Gerald mencintainya.


"Gerald kau sudah datang, aku senang sekali" kata Cintya.


Dia langsung melepaskan diri dari Anton dan berlari ke arah Gerald dan memegang lengannya, Gerald tersenyum dan membawa menuju lift khusus bos.


Sementara Anton terbengong sejak kapan Cintya menjadi calon istri Gerald, kenapa dia tidak tahu akan hal ini namun dia tidak akan berani melawan Gerald karena dia tangan kanan bos di tempat ini dan dia juga tidak berani kehilangan pekerjaan yang sudah bagus hanya karena wanita.

__ADS_1


__ADS_2