BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Tinggal bersama


__ADS_3

" Kau bisa menganggap rumah ini rumahmu juga dan kita bisa bekerjasama di sini, tanpa perlu canggung kepadaku kau bebas melakukan apapun di rumah ini", kata Gerald yang menyusul duduk di sofa.


Dia menyalakan televisi dan memilih serial olahraga favoritnya, lalu mengambil kopi hitam kesukaannya di kantor hanya Cintya yang bisa menyeduh kopi hitam kental sesuai keinginannya.


Dulu Cintya pernah absen dan sekretaris nya membuatkan kopi untuknya namun rasa beda dan dia tidak meminumnya, justru dia mencari Cintya yang biasa membuatkan kopi padahal sebenarnya tugas membuat kopi adalah tugas OB.


Cintya mengetahui kebiasaan Gerald sesudah makan adalah meminum kopi karena itu dia menyediakan kopi untuknya, lalu dia mengambil kue untuk dia makan sendiri.


" Aku nyaman di sini terima kasih bantuan mu sekali lagi", kata Cintya.


"Tidak perlu selalu berterima kasih kepadaku", balas Gerald.

__ADS_1


Dia juga tidak pernah mengerti kenapa menawari Cintya tinggal bersama dia, padahal belum pernah dia membawa perempuan ke rumahnya apalagi dekat dengan perempuan.


Namun entah kenapa berada di dekat Cintya dia merasa nyaman, dan tidak ragu berbagi hal rahasia atau pribadi mungkin karena asistennya juga sehingga dia tidak memasang pagar di sekelilingnya.


Hatinya sangat hangat dan tidak ingin melihat Cintya menderita, dia begitu memperhatikan Cintya sehingga sewaktu melihatnya di ganggu Anton hatinya marah dan melihat di ganggu ayah tirinya ingin dia membunuhnya saat itu juga.


Dia tidak mengerti sikapnya terhadap Cintya adalah jatuh cinta, tetapi yang jelas dia merasa nyaman bersamanya dan ingin berada di dekat Cintya.


Karena semua keamanan di sini terjamin dan tidak ada yang bermulut ember, lokasi di sini juga sangat aman karena untuk memasuki area ini harus penghuni yang mempunyai akses.


Sehingga tidak ada bakal mengganggu Cintya termasuk ayah tirinya bila keluar dari penjara, kalau dia melihatnya maka dia tidak ragu menggunakan pengaruh untuk membuat ayah tirinya membusuk di penjara selamanya.

__ADS_1


Gerald membuka laptopnya dan mulai bekerja sambil menggerakkan lehernya yang kaku, seharian di kantor dia mengerjakan tugas mengetik karena bos nya yang gila kerja sekarang menjadi bucin.


Bahkan sering membebankan pekerjaan kepadanya, dan dia sibuk mengurus istri dan anaknya sungguh berbeda dengan Richard yang dulu sebelum mengenal Sisca


Cintya yang melihat Gerald menggerakkan leher langsung berdiri kebelakang nya dan mulai memijat lembut leher Gerald sehingga ototnya tidak kaku lagi.


Gerald memegang tangannya dan menarik tubuhnya sehingga terjatuh duduk di pangkuannya, Cintya yang terkejut langsung memeluk leher Gerald.


Wajah mereka berdekatan dan Gerald mencium lembut bibir Cintya dan Cintya pun membalasnya dengan penuh cinta, biarpun diantara mereka belum ada perkataan cinta namun di hati mereka sudah ada keterikatan namun gengsi mengakui.


Ciuman itu makin intens dan ketika Gerald melepaskan ciumannya bibir yang ranum itu sudah agak bengkak karena ciumannya, Gerald tersenyum dan menciumnya lagi seakan hiburan ini menyenangkan sebagai selingan setelah bekerja keras.

__ADS_1


Tangan Gerald bergerak menyusup kebalik kaos atasan Cintya dan mengelus punggungnya, mendekatkan tubuh mereka makin dalam ke pelukan dan Cintya menikmati sentuhan Gerald tanpa rasa takut karena Gerald orang yang di cintainya.


__ADS_2