
Gerald mengantar Cintya sampai depan pintu rumahnya lalu pulang kerumahnya sendiri, ketika Cintya ingin membuka pintu rumahnya dia melihat ayahnya sudah berada di depan pohon yang tadi tersembunyi dari jalan.
"Kau mau apa kesini? ", tanya Cintya .
Dia sangat takut ayah tirinya ini karena dia seorang pemabuk dia sangat membencinya dan dulu pergi , karena hampir memperkosanya sehingga dia memutuskan tinggal bersama neneknya daripada ibunya.
" Tentu saja karena udara sangat dingin dan kau pasti kedinginan aku akan menemani menghangat kan tempat tidurmu", katanya mesum.
"Pergi kau dari sini dan aku akan melaporkan kau pada ibu", ancam Cintya.
" Haha ibumu sangat mencintaiku dia tidak akan percaya kepada mu", ejeknya.
"Darimana kau tahu rumahku? ", tanya Cintya ketakutan.
" Tentu saja karena aku mengikutimu dari kantor", jawabnya sambil mendekat ke arah Cintya dan mulutnya berbau alkohol yang menyengat.
Cintya mundur ketakutan dia melihat sekeliling sepi, dia ingin kabur tetapi jalannya sudah di blokir dan ayah tirinya langsung menangkap tangannya walau dia memberontak tapi dia tidak cukup kuat.
__ADS_1
Ketika ayahnya mau menciumnya dengan paksa sebuah tangan memukul kuat wajah ayah tirinya, Cintya menoleh dan melihat Gerald berdiri di sana sambil memasukkan tangan di saku.
"Kau tidak apa-apa? ", tanyanya cemas.
Cintya langsung memeluk Gerald dengan erat sambil menangis sesenggukan, dia tadi sudah ketakutan setengah mati karena melihat tidak ada yang menolongnya dan Gerald muncul tiba-tiba.
Dia lupa rasa sopan santunnya dan langsung memeluk Gerald tanpa sadar, Gerald menenangkan dan memeluk sambil membelai rambutnya.
" Sudah tidak apa-apa", katanya.
Lalu Gerald menelepon anak buahnya dan menyuruh membawa ayah tiri Cintya ke polisi, dan dia membuka pagar rumah Cintya setelah meminta kunci karena melihat Cintya gemetaran.
Sambil menjelaskan bagaimana dulu dia menghindari ayah tirinya, dan tinggal bersama neneknya karena neneknya tempat paling aman baginya.
Gerald menghela nafas mendengarnya pasti lelaki itu akan mencari cintya kembali setelah bebas, itu sangat berbahaya apalagi sudah di lihatnya malam ini.
" Apa kau keberatan tinggal bersamaku di rumahku?
__ADS_1
Aku hanya tinggal sendirian bersama pembantu yang sudah seperti orang tuaku, kau aman di sana bersamaku", tanya Gerald.
"Baiklah aku setuju aku akan mengepak beberapa pakaian ku dan barang pribadi lain, dan rumah ini aku kontrakkan saja lalu aku kos di rumahmu tidak mungkin aku tinggal gratis aku tidak akan bisa menerimanya", katanya.
" Kau tidak perlu membayarnya kalau merasa tidak enak kau bisa memasakkan makanan untukku aku bosan makan di luar ", senyum Gerald.
" Baiklah ", Cintya setuju karena dia sangat ahli memasak.
Setelah memasukkan keperluan pribadi dalam koper dia pergi bersama Gerald, dan Gerald membantu memasukkan koper dalam bagasi dan menjalankan mobilnya.
" Tadi kau sudah pulang kenapa kau bisa kembali lagi? ", tanya Cintya.
Dia heran Gerald muncul tiba-tiba dan menjadi penyelamatnya, namun dia sedang Gerald yang muncul di sana dan mengingat tadi dia memeluk Gerald dia menjadi malu.
Wajahnya menunduk mengingat tadi untung Gerald tidak membahas, dan memutar music dalam mobil dengan santai dan ikut bernyanyi suaranya sangat bagus.
"Aku tadi ingin pulang setelah mengantarmu namun aku teringat harus belanja mengisi kulkas ku , karena bibi menelepon anaknya sakit dan dia harus merawatnya jadi aku yang belanja dan berniat mengajakmu untuk belanja bersama-sama.
__ADS_1
Namun aku melihat kau sedang berdebat dengan seseorang dan ketika dia mulai memaksamu aku tahu kau dalam kondisi bahaya dan langsung memukulnya aku sangat benci lelaki brengsek.