BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Nyonya rumah


__ADS_3

Sekarang Cintya mengerti kenapa Gerald bisa di sana, dia sangat senang dan bersyukur tadi Gerald kembali kalau tidak mungkin dia sudah di perkosa ayah tiri biadap itu.


Semoga dia membusuk di penjara dan tidak mengganggu dirinya, dia sudah muak dengan orang itu dan ibunya kasihan sekali menikah dengannya.


Kalau saja orang tuanya tidak bercerai dia tidak akan mengalami hal seperti ini, namun semua sudah terjadi dan dia tidak bisa apa-apa hanya bisa berharap kelak menemukan sosok yang mencintai dan melindunginya seumur hidup.


"Apa yang sedang kau pikirkan? ", tanya Gerald melihat Cintya yang sedang melamun.


" Aku hanya takut bertemu dengannya lagi dan ingin dia dipenjara selama-lamanya," sahut Cintya.


Gerald memegang tangan Cintya dan menggenggam erat, memberikan kekuatan dibalik tangannya yang kekar dan hangat Cintya merasa nyaman.


"Tenang saja selama ada aku dia tidak akan melukaimu seujung rambut pun aku berjanji", kata Gerald.

__ADS_1


" Terima kasih Gerald apa bos? ", tanya Cintya bercanda.


Suasana hatinya sudah membaik mendengar janji Gerald, dia percaya dalam hati akan janjinya itu dan meletakkan hidupnya kepada orang yang sangat dia cintai.


" Gerald saja ", sahut Gerald.


Mobil memasuki area supermarket dan Gerald menggandeng lengan Cintya turun dari mobil, Cintya mengambil troli dan mengikuti Gerald belanja.


Mereka yang melihat pasangan itu sangat iri karena nampak mesra dan serasi, yang satu tampan dan yang satu cantik membuat semua perhatian menoleh ke arah mereka.


Memang Richard dan Gerald merupakan pria tertampan di kampusnya dulu dan menjadi incaran para cewek kampus, di samping wajah mirip bule karena keturunan bule juga karena sikap dan perhatian mereka kepada orang yang di cintai membuat semua orang kagum.


Namun bisa bengis dan menjadi mafia bila bertemu dengan musuhnya sangat kejam, sehingga seperti kepribadian ganda dan hanya orang terdekat yang bisa mengetahui di balik wajah garang terselip hati lembut.

__ADS_1


Cintya mengambil sedikit sayuran yang tidak bisa tahan lama, dan agak banyak yang bertahan lama untuk di simpan di kulkas seperti wortel, kentang lobak, dll.


Lalu mengambil daging, udang, ikan, ayam buat stok, serta tempe dan tahu sedikit karena bisa pergi pasar membelinya supermarket sangat mahal menurutnya meskipun Gerald yang membayarnya.


Cintya terbiasa berhemat sehingga tidak ingin membuang uang untuk hal yang bisa di hemat dan lebih mencari yang tidak di temukan di pasar untuk beli di supermarket seperti bumbu kalengan dan ham.


Mengambil saos mayones, sambal, tomat, tiram, teriyaki, dia belanja sepuasnya untuk berkreasi masakan yang diinginkan selagi ada yang membayar belanja dia bisa menyetok makanan.


Biasa dia hidup sendiri sehingga jarang memasak dan lebih suka makan diluar atau layanan antar, karena sudah cukup sibuk dengan pekerjaan dan tidak ada waktu lagi sampai rumah sudah malam dan kelelahan sehingga langsung tidur.


Hari libur baru dia memasak untuk dirinya sendiri karena cukup waktu, dan merawat dirinya dengan masker dll sehingga kulit cukup bagus dan terawat tanpa ada sebiji jerawat pun di wajahnya.


Cintya sangat senang memasak namun kesibukan membuat dia tidak bisa memasak, dulu sewaktu neneknya masih hidup dia memasak bersama neneknya.

__ADS_1


__ADS_2