BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Kerapuhan


__ADS_3

Rico masih merasakan tubuh Sisca yang mengejang, ketika tangan Rico tanpa sengaja menyenggol lekukan halus ***********.


Rico yang melihat mimik shock wajah Sisca mengerti sebabnya, semua wanita yang dikenalnya sudah berpengalaman dengan ***.


Bila secara tidak sengaja tersentuh oleh lelaki, wajah mereka tidak lantas pucat pasi dan memerah.


Mata mereka juga tidak nampak bingung ketika menyadari Rico adalah seorang lelaki, hal ini membuat Rico marah sekaligus protektif.


Ia tidak mau dirinya menyadari kerapuhan Sisca dalam hal ***, hal itu secara tidak adil menempatkan dalam posisi menguntungkan dalam pertarungan yang sama sekali tidak disadari oleh Sisca.


Sambil mengerutkan kening, Rico menaruh Michael dalam boxnya. hati kecilnya bertanya mengapa ia tidak menyukai pikiran mengambil keuntungan dari kerapuhan Sisca.


Rico tidak terbiasa menghadapi perempuan yang rapuh, semua wanita yang dikenalnya tahu bagaimana caranya menghadapi hidup.


Mereka tidak bakal mau dibangunkan tengah malam oleh tangisan bayi yang bukan anak mereka, Sisca memusatkan perhatiannya kepada punggung Rico yang terbungkus jubah mandinya.


Sisca berusaha menyingkirkan sensasi mendebarkan dan kegairahan aneh, yang dia rasakan ketika lelaki itu menyentuhnya tadi.


Sensasi yang sungguh sangat memalukan sangat tidak diinginkan dan dia harapkan, Sisca mengencangkan otot -ototnya sehingga terasa sakit dan dengan ketus berkata kepada Rico.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya kau membeli piyama, aku mengerti kenapa dulu majikanmu mengira kau menyambut ajakannya".


"Begitukah anggapanmu tentangku? ," timpal Rico santai "mudah diajak-ajak?"


Rico merasa mendapat tempat berpijak, ia membalikkan badan dan memandangi Sisca.


Wajahnya samar-samar menunjukkan mimik jenaka.


Selain bingung dengan reaksi tubuhnya terhadap Rico, Sisca seperti di siram air keras melihat wajah Rico yang nampak geli itu.


Wajahnya terasa panas saat menyadari pikiran Rico, ia cepat-cepat berdiri menutupi tubuhnya dengan mantel kamarnya.


"Kenyataannya malah..."


Ia akan memecatku..pikir Rico menyadari ketololannya sendiri, hanya karena kerapuhan Sisca membuatnya kaget.


Tidak ada alasan baginya meruntuhkan kepercayaan diri wanita itu, dengan menunjukkan dan menegaskan dia menyadari ketegangan seksual diantara mereka.


Keinginan Rico yang lain memang dia ingin Sisca bereaksi seksual kepadanya, dengan demikian ia bebas dari rasa bersalah karena perbuatannya.

__ADS_1


Padahal dengan coba-coba berbuat begitu ia membahayakan misinya sendiri, untuk membuktikan bahwa Sisca tidak cakap mengasuh Michael.


Kalau wanita itu memecatnya sekarang, ia akan kesulitan menemukan informasi yang dia butuhkan.


"Aku mohon jangan.." sela Rico cepat-cepat.


Dengan berharap wanita itu mempunyai selera humor ia menambahkan dengan nada bercanda.


"Aku berjanji besok akan langsung membeli piyama ."


Dengan cerdas Rico tidak mengatakan kalau Sisca memecatnya, ia tidak akan menemukan pengganti yang cocok.


Firasatnya berkata bahwa menentang Sisca adalah bencana, lebih baik saat ini ia menuruti semua perkataan wanita itu.


Candanya tadi membuat Sisca berfikir akan reaksi tubuhnya kepada Rico, reaksinya tadi sudah berlebihan dan itu sangat jelas.


Kalau ia terus menerus bersikap seperti ini, sepertinya ia sengaja mencari alasan untuk menyingkirkan Rico karena takut kepada reaksinya sendiri dan itu mustahil.


"Dan buku petunjuk bagaimana merawat bayi" tukasnya masam, menunjukkan bahwa Rico masih boleh bekerja di sana.

__ADS_1


Lama setelah masuk dalam kamarnya Sisca masih memikirkan hal itu dan tidak langsung tertidur, sehingga dia ketiduran dan baru terbangun ketika tubuhnya diguncang-guncang orang.


__ADS_2