
Seumur hidup Sisca tidak pernah merasakan kenikmatan yang sebesar itu," yang tadi itu untukmu".
"Ini untuk kita berdua sesuatu yang bisa kita hargai bersama", kata Rico pada Sisca dengan suara berat.
Dalam keremangan cahaya fajar Sisca melihat otot dagu lelaki itu berdenyut, dalam hati ia mempertanyakan sorot muram di mata Rico.
Wajah lelaki itu muram tetapi saat itu Sisca sedang sangat bahagia, jadi ia tidak mau memikirkan apa-apa kecuali kebahagiaan yang ia rasakan sekarang.
Gairah Sisca belum lagi putar ketika bibir Rico menyentuh ***********, ia bisa merasakan tubuh lelaki itu bergerak cepat dan kuat sampai - sampai sisca merasa mau mati karena kebahagiaan yang luar biasa.
Kali ini kenikmatan yang ia rasakan terasa lebih kuat dan berapi-api.
Beberapa jam kemudian...
"Ada telepon untukmu dari Serena".
"Serena, aku terima ".
Sambil berhati-hati untuk tidak menatap langsung kepada Rico, Sisca mengangkat gagang telepon.
Tiga jam lalu ia terbangun dengan kesadaran, bahwa ia dan Rico telah menjadi sepasang kekasih.
Tiga jam dan selama itu ia melawan rasa paniknya bahwa Rico akan tahu bahwa peristiwa semalam, bukan sekedar perilaku emosional tetapi komitmen seumur hidup.
__ADS_1
Di pagi bulan desember yang dingin dan muram ini, Sisca sadar benar bahwa perilakunya selama ini tidak benar dan tolol.
Ia tidak menyesali peristiwa semalam, bagaimana bisa menyesal?
yang ia takutkan bahwa Rico mengetahui perasaan sesungguhnya, lewat tindakan - tindakannya.
Diam-diam Rico meninggalkan kamar sementara sisca berbicara dengan temannya.
"Siapa itu tadi?", tanya Serena langsung.
Segera setelah Sisca menanyakan kabar mertuanya, dan mendapat jawaban bahwa beliau akan sehat kembali.
"Mestinya kau tahu", jawab Sisca dengan nada se biasa mungkin.
Sejenak suasana hening, lalu Serena berkata.
"Sisca, kau sudah cukup sehat untuk menerima tamu? aku ingin menemui mu".
Sisca sudah berpakaian dan duduk di ruang tamu.
"Bagus, banyak yang ingin Ku bicarakan denganmu".
Karena terlalu gengsi untuk meminta bantuan secara langsung, Sisca gembira mendapatkan kesempatan untuk membicarakan ketakutannya akan nasib bisnisnya kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
Setengah jam kemudian Serena datang, Rico membukakan pintu untuknya. Saat itu ia akan membawa Michael ke taman, Sisca mendengar mereka saling bertegur sapa.
Sisca tersenyum menyambut kedatangan sahabatnya itu, tetapi Serena diam saja.
"Sisca apa yang terjadi?", tuntut nya tanpa basa basi lagi.
"Dan tolong jangan mendongeng lagi kalau Richard kenzie sampai mau bekerja menjadi pegawai orang lain, dunia bisnis akan kacau balau.. apa yang ia lakukan disini?"
Sisca memandang Serena dengan shock, Rico Kenzie.. Richard kenzie..bagaimana bisa ia tidak menghubungkannya?
Mengapa ia tidak mengira sama sekali? Richard Kenzie, sepupu Andy.
Richard Kenzie yang melalui pengacaranya mengatakan, bahwa ia tidak punya urusan dengan anak sepupunya.
Sisca terduduk lemas, tidak memperhatikan ekspresi kasihan yang membayang di wajah Serena.
Ia merasa panik dan takut rasanya seperti tersesat ke dunia yang tidak dikenal, tanpa petunjuk arah yang bisa menuntunnya.
Ia dilanda perasaan jijik tubuhnya gemetar saat ia mencoba memahami, mengapa Richard kenzie tinggal di rumahnya pura-pura menjadi pengasuh Michael.
Michael, mendadak semua ketakutannya lenyap dan hanya tertuju kepada satu hal...Michael.
Jawabannya adalah Michael, pasti Michael alasan Richard Kenzie membohonginya bersandiwara secara keji dihadapannya.
__ADS_1
Memperdaya untuk bisa masuk ke rumahnya, ke tempat tidurnya, ke hidupnya, semuanya hanya dalih belaka.