BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
klien mesum


__ADS_3

Sisca sampai di kantor dan langsung menyelesaikan semua yang tertunda dari jadwal, karena keterlambatannya tadi rapat tertunda satu jam untuk menunggunya membahas sesi humas klien penting yang bisa membantu perusahaan kecilnya karena klien ini termasuk potensial.


Dengan menandatangani kontrak dengan klien tersebut bisa mengatasi masalah keuangan kantor mereka, dan bisa membuat kepercayaan publik terhadap mereka meningkat karena klien ini cukup terkenal di masyarakat meskipun agak mengkhawatirkan karena biasa dia agak bersifat mesum.


Sisca terpaksa bekerja sama dengan Steven klien mesum itu, karena tidak ada jalan lain apalagi ada Michael yang harus dihidupinya.


Dia harus bisa menjamin masa depan Michael cukup bagus dan tidak kekurangan, baginya Michael adalah cahaya hidupnya apa saja akan diberikan kepada bayi itu meskipun bukan anak kandungnya.


Sore hari Sisca langsung berganti pakaian dari toilet kantor, dia sengaja membawa baju ganti agar tidak perlu berganti pakaian pulang rumah membuat biaya dua kali lipat pengeluaran.


Gaun hitam dengan belahan di samping paha memudahkan berjalan dengan punggung berbentuk huruf V tidak termasuk terbuka, ditambah syal menutupi leher karena udara sangat dingin malam itu dan angin juga cukup kencang.


Steven bersikeras tidak mau bertemu di restoran untuk makan malam, tetapi di apartemen pribadinya.

__ADS_1


Meskipun agak was-was Sisca menyetujui pertemuan itu, dia menuju apartemen Steven dan mengetuk pintu.


Steven membuka pintu dan menyuruh dia masuk ke dalam, begitu di dalam Sisca ingin segera presentasi dan pulang karena bersama Steven membuat dia tidak nyaman.


"Maaf pak apa bisa kita mulai presentasinya? " tanyanya gugup.


Melihat tatapan Steven kepadanya seperti serigala kelaparan, dia merasa ngeri dan ingin segera keluar dari sini.


"Nanti saja malam masih panjang kita bisa bersenang-senang terlebih dahulu, kontrak bisa nanti dibicarakan," kata Steven menatapnya.


Steven mendekati Sisca dan mengelus bahu telanjangnya, karena syal dilepas dekat pintu tadi tempat syal.


Sisca menggeser duduknya dan melihat Steven terus mendekati dirinya," Kenapa cantik apa kau Malu-malu mau? ," katanya.

__ADS_1


"Maaf Pak saya berbisnis tidak dengan seperti ini" kata Sisca langsung berdiri.


"Dasar wanita kau kira jual mahal padaku aku akan tanda tangan kontrak tanpa kau tidur denganku", kata Steven marah.


Dia langsung menerkam Sisca dan dengan secepat kilat Sisca berlari keluar untung pintunya tidak terkunci, dan melupakan tas tangannya tetapi masih sempat membawa kontrak pentingnya.


Di jalan dia baru teringat kalau tas ketinggalan dan dompet di sana beserta telepon genggamnya, dia terpaksa berjalan pulang dengan udara dingin menusuk dan heel yang tinggi membuat kaki lecet akhir nya dia tergelincir ketika merasa kaki sudah membeku.


Sisca duduk dan menangis kaki sakit terkilir, gaun robek wajahnya seperti sembab karena menangis membuat dirinya seperti monster.


Dia berjalan tertatih-tatih pulang dan selama setengah jam menggigil kedinginan karena hujan mulai turun dan gaun sangat tipis sudah basah karena hujan.


Disaat seperti ini seandainya Rico di sini dia akan senang sekali, entah mengapa saat seperti ini dia mengharapkan kedatangan Rico.

__ADS_1


Walaupun mustahil karena Rico tidak tahu tempat ini dan mengira dia makan malam dengan klien tadi seperti yang dia katakan kepada pria itu.


__ADS_2