BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Gagal mendapatkan kontrak


__ADS_3

Sisca merasa putus asa, takut dan letih. Letih sekali sampai -sampai ia rela mengorbankan apa saja supaya bisa berbaring, memejamkan mata dan tidur..melupakan dan meninggalkan semua kewajibannya.


Tetapi tentu saja tidak bisa Sisca tersenyum kecil pada Rico, lalu berjalan menjauh menuju gedung tempat kantornya bekerja.


Richard naik lagi Ferrari-nya diperiksanya keadaan Michael, yang sedang asyik melihat-lihat dengan sikap tertarik.


"Baik baby", kata Rico pada bocah yang matanya nampak serius itu.


"Kau dan aku punya tugas".


Ia tidak membawa mobilnya kembali ke rumah sisca, tetapi meluncur ke sebuah kawasan bergengsi tempat kantor pusat perusahaan KENZIE GILBERT berada.


GILBERT yang dulu merupakan partner Richard ketika ia membeli perusahaan pertama, sekarang sudah pensiun dan menjual bagian sahamnya kepada Richard.


Tetapi Richard tidak mengubah nama perusahaannya, karena ia tidak mau repot.


Dibawanya mobil Ferrari-nya masuk ke tempat parkir pribadinya, diangkatnya Michael dari kursi belakang.


Para pegawainya berusaha menyimpan kekagetannya mereka, melihat bos datang dengan jins usang dan kameja santai.


Padahal biasanya memakai setelan perancang terkenal, dan tidak menenteng tas kerja tapi Keranjang berisi bayi mungil berambut coklat.

__ADS_1


Yang menunjukkan kebingungannya hanyalah resepsionis, yang bertugas di lantai tempat ruang kerja direksi dan kantor pribadi Richard berada.


Mata gadis itu terbelalak heran, dipandanginya sang bos dengan mimik bingung.


"Tuan Kenzie ", sapa nya terbata-bata.


"Kata tuan Albert anda tidak masuk..eh anda mau saya buatkan kopi?", tanyanya.


"Ya terimakasih Mandy.. dan susu juga, tapi aku ingin kau hubungi Albert dulu suruh dia menemui ku sekarang!".


Dalam tempo lima menit asistennya sudah muncul, reaksinya ketika melihat Richard sangat kaget seperti si resepsionis tadi tetapi ia masih bisa menyimpannya.


Richard menurunkan Michael di lantai, bocah itu merangkak-rangkak dengan gembira. Mencoba mengunyah kaki meja yang terbuat dari rose wood yang sangat mahal harganya.


"Tapi ada urusan mendesak, kau harus merahasiakannya. Aku tidak mau ada orang di Kenzie ini yang tahu, jelas?"


Setelah Albert mengangguk mengiyakan, Richard berkata.


"Aku ingin daftar lengkap dari semua perusahaan di grup ini, yang menggunakan atau memerlukan jasa agensi kehumasan."


"Aku ingin rincian dari setiap agensi, hasil-hasilnya dan berapa lama lagi kontraknya habis ".

__ADS_1


Richard melihat Albert memandanginya, dengan tatapan sedikit ingin tahu.


"Aku sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jasa agensi lain".


Dilihatnya sorotan mengerti di mata asistennya, dalam hati Richard ingin tahu apakah Albert tahu jalan pikirannya yang sebenarnya. Mungkin tidak..begitu lebih baik.


Michael bosan, karena tidak ada lagi yang menarik untuk di jadikan mainan. Bocah itu menoleh kepada dua orang pria yang ada di ruangan itu dan mulai menangis.


Begitu Richard melihatnya, ia langsung mengulurkan tangan minta di gendong.


"Sudah bosan, ya?Baiklah."


Sambil mengangkat Michael dari lantai dengan sikap penuh percaya diri, ia meminta maaf pada resepsionisnya yang masuk membawakan nampan berisi kopi dan susu.


"Maaf Mandy, ternyata aku tidak sempat meminumnya".


"Oh Ya Albert, aku menginginkan informasi itu secepatnya, oke?"


Para staf di kantor itu sangat menghormati atasan mereka, hingga setelah Richard pergi tidak ada yang berspekulasi tentang peristiwa itu.


Pada jam makan siang, kepala Sisca terasa sakit luar biasa. Sampai-sampai ia tidak bisa melihat apalagi berfikir.

__ADS_1


Tubuhnya menggigil kedinginan, tetapi juga mengeluarkan keringat. Seorang kurir yang dikirim oleh Steven datang, mengembalikan mantel dan tasnya.


Ketika Anna muncul membawakan barang-barangnya, Sisca melihat tatap matanya yang bertanya-tanya dan merasa wajib memberitahu gadis itu bahwa mereka tidak akan mendapatkan kontrak itu.


__ADS_2