BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Saling gengsi


__ADS_3

Mereka diam sehingga terjadi keheningan dan hanya terdengar suara detak jam dinding, keduanya saling suka namun sama-sama gengsi mengungkapkan perasaan sehingga terasa kikuk.


Gerald melirik Chintya yang ada di sampingnya, dia sedang asyik membaca novel online. Wajahnya putih mulus tanpa riasan dan jerawat dengan bibir berwarna merah muda alami, ingin sekali Gerald mencicipi rasa bibir itu.


Gerald menggelengkan kepalanya berusaha mengusir wajah Chintya , dan fokus kepada pekerjaannya. Namun wajah Chintya selalu ada di depan laptopnya sehingga dia tidak bisa konsentrasi , dan akhirnya menyimpan file dan menutup laptopnya lalu memijit kepalanya.


"Kenapa capek? " tanya Chintya lalu memijat bahu Gerald sehingga terasa mengendur otot bahu yang tegang.


"Terimakasih" sahut Gerald sambil tersenyum.


"Kurasa kau butuh istirahat tidak bekerja terus apalagi membawa pekerjaan ke rumah, kapan istirahatnya coba dasar bos mu itu benar-benar deh egois", celoteh Chintya.


Dia tanpa sadar sudah seperti seorang istri, Gerald yang mendengar itu terasa nyaman dulu hanya kakek yang selalu mengomel kepadanya dia rindu saat itu.

__ADS_1


Gerald teringat ciuman mereka dan bayangan itu seakan terbayang terus menerus di matanya sehingga dia ingin mengulangi lagi dan lagi menumbuhkan perasaan cinta kepada Chintya.


Chintya juga agak gugup berada di sebelah Gerald dan buru-buru dia pamit ke kamar, detak jantung sudah berdebar kencang takut bila terdengar oleh Gerald.


Chintya menyentuh bibirnya dan tersenyum mengingat ciuman pertama tadi begitu indah, rasa cinta makin besar dan dia berharap mereka benar-benar berjodoh nanti.


Gerald memasuki kamarnya dan berbaring tidak lama dia ketiduran karena sangat kelelahan, dan baru bangun keesokan harinya lalu segera membersihkan diri dan memakai baju kerja seperti biasanya.


Sementara Chintya sudah siap di bawah dengan pakaian kerjanya , dan menyiapkan sarapan pagi mereka serta bekal untuk makan siang. Rambutnya diikat ekor kuda dan riasan tipis di wajahnya menambah kecantikan alaminya.


Dia berdehem dan menyapa Chintya yang tidak menyadari kehadirannya tadi, lalu duduk di meja makan dan mengambil sandwich yang di buat Chintya.


Dia memakan dengan lahap dan Chintya menatap di depannya sambil makan sandwich dan minum tehnya, Gerald menyentuh kopinya dan meneguk air putih lalu setelah Chintya selesai dia menggenggam tangan Chintya menuju pintu.

__ADS_1


"Sebentar ada yang ketinggalan", seru Gerald sambil menutup pintu depan.


" Apa? " tanya Chintya.


"Ini" balas Gerald sambil mencium bibir Chintya dengan lembut.


Chintya terkejut dengan tindakan Gerald dan tidak membalas karena keterkejutan tadi, namun ketika lidah Gerald sudah menuntut balasan di rongga mulutnya dia pun mulai membalas ciuman Gerald dan mengalungkan tangan di lehernya.


"Ehm... " gumam Chintya tanpa sadar.


Melihat Chintya yang membalas dengan mesra hasrat Gerald tidak terbendung lagi dan mencium sekujur wajah Chintya tidak terlepas dari bibir nya.


Chintya merasakan bagian bawah celana Gerald yang mengeras dan wajahnya langsung memerah, dia juga terbawa suasana dan ikut terhanyut dan berharap lebih.

__ADS_1


Tangan Gerald mulai menyusup masuk menyusuri paha dan membelai di sana, membuat Chintya makin merintih dan tangannya menyusup ke dalam pakaian dalam Chintya dan menyentuh perlahan membuat tubuh Chintya meliuk sambil mendesis...


Gerald...


__ADS_2