BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
mendapat kontrak


__ADS_3

Sisca sangat senang presentasinya berjalan dengan mudah malam ini, padahal dia menyangka sangat sulit membujuk klien yang terkenal pilih-pilih itu.


Dia tidak mau tinggal lebih lama membuat tuan rumahnya berubah pikiran jadi dia langsung berpamitan pulang.


Rico melihat Sisca pulang lebih cepat padahal dia mengira akan larut malam baru pulang.


"Apa acaranya sukses?" tanyanya sambil lalu pura-pura tidak tertarik padahal dia mengetahui semuanya dari laporan anak buah kepercayaannya.


"Ya lancar", kata Sisca.


"Aku tahu kau pasti bisa mendapatkannya kau sangat tangguh ," kata Rico.


"Terima kasih ", balas Sisca.


"Aku mau membuat makan malam karena tadi tidak sempat makan dan lapar apa kau mau?" tanya Sisca.


" Boleh Michael lagi tidur jadi aku bisa istirahat aku juga belum sempat makan", kata Rico.


Sisca menatap wajah tampan yang terlihat sangat letih, hatinya timbul rasa iba kepada pria itu.


"Duduklah aku akan membuat makanan untukmu," kata Sisca.

__ADS_1


"Terimakasih ", balas Rico.


Dia lalu duduk memandang Sisca membuat spaghetti dan juga merebus kuah ayam , dalam sekejap bau harum semerbak di udara.


"Kukuyuk..gruk.. " bunyi perut Rico keras membuat Sisca tersenyum.


" Nih makanlah dulu kau kelaparan," kata Sisca.


Michael sangat aktif biasa dia menjaga dengan sambil makan, tetapi pria itu pasti tidak bisa seperti itu jadi dia maklum kalau sampai pria itu kelaparan.


Sisca lalu menuang kaldu ayam jahe buat penghangat tubuh di malam yang dingin itu, dan memberikan kepada Rico semangkuk kuah yang mengepul penuh uap.


" Tentu saja kalau tidak masak Michael makan apa nanti?," kata Sisca.


"Aku suka memberikan Michael makanan segar, biar tidak terbiasa makan kaleng karena tidak bagus kecuali terpaksa, " kata Sisca.


Rico manggut-manggut mengerti ternyata Sisca termasuk perhatian , karena dia bisa rela sibuk memberikan makanan sehat di tengah kesibukan sebagai wanita karir.


Diam-diam dia salut kepada wanita itu yang rela berkorban , demi anak yang bukan anak kandungnya.


Pasti dia tidak bisa disuap sesuai rencananya, karena Sisca nampaknya sangat menyayangi anak itu.

__ADS_1


Rico juga mulai menyayangi anak itu dan hatinya mulai tertarik membantu wanita itu, padahal seharusnya dia mencari bukti untuk bisa mengambil anak itu darinya.


Rico frustrasi wanita manapun tidak pernah bisa merubah hatinya, bahkan yang menemaninya selama tiga tahun belakangan mengancam meninggalkan dia bila tidak menikahinya tetapi dia tetap tidak terpengaruh.


Tetapi wanita mungil ini bisa menggerakkan hatinya karena perhatian sama bayi sepupunya, wanita yang selama ini bukan termasuk tipenya karena wanita karir juga tidak seksi seperti kebanyakan teman tidurnya.


Rico merasa aneh hatinya bisa berubah karena wanita seperti Sisca, dia seperti bermain api.


Dulu dia mendekati Sisca karena merasa bukan tipe wanitanya sehingga tidak mungkin tertarik, tetapi tinggal serumah membuatnya mau tidak mau berdekatan dengannya.


Apalagi wanita Ini memiliki wajah cantik dan baby face sehingga nampak lebih muda daripada usianya.


Sisca melihat Rico melamun dan memandanginya.


"Rik supnya sudah mau dingin ," katanya.


"Ah ya maaf," kata Rico gelagapan ketahuan memandanginya.


"Apa kau mau lagi aku akan menambahkan lagi?", tanyanya lembut.


"Boleh...terimakasih ," sahut Rico sekarang dia tidak tega merebut Michael dari Sisca.

__ADS_1


__ADS_2