BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Rasa itu cinta


__ADS_3

Walaupun ia tahu Rico hanya mampir sejenak dalam hidupnya, ia mendambakan lelaki itu.


Sisca merasa shock waktu ia sadar ia ingin bercinta dengan Rico, untuk pertama kali dalam hidup ini ia merasakan dorongan gairah yang kuat dan sembarangan.


Kebutuhan ingin melengkapi kodratnya sebagai seorang wanita, desakan untuk menyerahkan kemandiriannya dan mengenal kegairahan berbahaya dalam mencintai orang lain.


Mencintai..tubuh Sisca mengejang otot -ototnya kaku, yang dimaksud oleh Rico itu **** bukan cinta.


Cinta adalah perasaannya terhadap Michael, dan itu tidak ada hubungannya dengan gairah yang ditimbulkan oleh rangsangan Rico tadi kepadanya.


Nafsu biologis dapat membahayakan mereka yang terlena, dan itulah yang dirasakan Sisca terhadap Rico -nafsu biologis.. tidak lebih tidak mungkin lebih dari itu.


Ketika Rico kembali dengan membawa botol air panas, Sisca sudah berhasil naik keatas tempat tidur setelah tersaruk-saruk menahan sakit.


Ia menerima botol air panas itu, dan mengucapkan terimakasih dengan nada dingin.


Lebih baik begini.. pikir Sisca dengan

__ADS_1


menyakinkan diri.


Setelah Rico keluar dari kamarnya, lebih baik lebih bijaksana lebih aman.


Tetapi mengapa ia berharap dirinya terlahir sebagai orang lain?


Orang yang tidak dapat tidur sendirian.


Besok pagi perasaannya akan lebih enak pikir Sisca dalam hati, ia mensyukuri sikapnya seperti ini.


Tetapi ternyata Sisca tidak merasa lebih enak, ketika terbangun esok harinya dalam keadaan mengantuk Sisca tidak mengerti apa yang membuat ulu hatinya terasa nyeri.


Gelombang rasa panas menjalari tubuhnya, barulah Sisca menyadari apa yang menyebabkan rasa sakit itu.


Sisca marah kepada dirinya sendiri karena menganggap itu sebagai kelemahan, ia turun dari tempat tidur sengaja tidak mau mengerenyit padahal kakinya masih bengkak dan terasa nyeri.


Pokoknya dia masih bisa jalan-kurang lebih lah.. pikir sisca muram sambil berjalan ke kamar mandi, setengah terpincang-pincang dan setengah menyeret kaki.

__ADS_1


Ia mengenakan rok wol yang lembut dan mengembang, dengan rok itu ia bisa memakai sepatu bot untuk menyembunyikan bengkak di kakinya dan memberikan semacam penumpang agar tungkainya kuat menyangga tubuh.


Susah payah di pakaiannya sepatu itu, hati kecilnya berkata sikapnya konyol dan tidak bertanggung jawab.


Adalah lebih bijaksana mengakui kenyataan bahwa ia cedera, dan akan bekerja di rumah saja selama dua hari.


Tapi ia tidak bisa mereka sudah kehilangan kontrak dari Steven, jadi sekarang ia harus bekerja dua kali lebih keras agar bisa mendapat cukup uang untuk menutupi kewajibannya.


Sambil memeriksa rias wajahnya, dalam hati sisca mencaci maki ketololannya sendiri karena tidak menghadapi Steven lebih bijaksana.


Seandainya saja waktu itu ia tidak panik, seandainya ia bersikap lebih arif..bermanis-manis sedikit..


Ketukan di pintu kamar membendung gelombang rasa bersalah yang melandanya, Sisca berseru dingin.


"Masuk" bahkan kepada dirinya sendiri pun Sisca tidak mau mengakui sulitnya menahan ketegangan yang mengaduk-aduk isi perutnya.


Rico masuk sambil menggendong Michael, tangannya yang satu lagi menjinjing cangkir berisi kopi.

__ADS_1


Kening lelaki itu berkerut waktu melihat Sisca sudah bangun dan berpakaian lengkap, Rico sendiri memakai celana jins dan kameja wol kotak-kotak dengan lengan di gulung memamerkan lengan atasnya yang keras berotot karena sering berolahraga.


__ADS_2