
Rico melihat Sisca terduduk menangis di tepi jalan, dia segera memarkirkan mobilnya dan memanggil Sisca setelah memastikan benar perempuan itu yang menangis.
Sisca merasa seperti mimpi mendengar suara Rico, apa karena dia tadi berkhayal tentang Rico sekarang dia hadir disini.
"Apa yang terjadi denganmu? apa Steven berbuat sesuatu kepadamu?," tanya Rico sambil menarik Sisca berdiri dan melihat kaki Sisca yang memar juga pakaian robek.
Sisca sekarang yakin benar Rico bukan khayalan dia semata, dengan gembira dia memeluk Rico erat dan menangis di dada pria tersebut.
"Ayo segera pulang udara sangat dingin sekarang bajumu basah bisa sakit, " ajak Rico menggendong Sisca ke mobil.
"Mobilmu nanti basah ," kata Sisca khawatir.
"Khawatir kan saja dirimu mobil mudah sekali dibersihkan ," kata Rico sedikit marah mengingat Sisca mengalami hal seperti ini.
Dia tadi menitipkan Michael kepada anak buah nya karena khawatir melihat jadwal Sisca bertemu Steven, dia sudah tahu orang seperti apa Steven itu dan ternyata yang ditakuti terjadi untung Sisca berhasil kabur dari orang itu.
Tangan Rico mengepal sambil menyetir mobil, Sisca sudah terlalu kelelahan sehingga tertidur dia memberikan jaketnya menutup tubuh Sisca agar tidak kedinginan.
__ADS_1
Sesampainya dirumahnya dia menggendong Sisca dan meletakkan di tempat tidur sambil mengisi air panas untuk mandi.
Sisca membuka matanya," Michael dimana? " tanyanya lemah.
"Dia di tempat penitipan anak kau tidak perlu khawatir dia aman", kata Rico menenangkan.
"Biaya pasti mahal, " kata Sisca.
"Aku sudah membayarnya tidak perlu khawatir penitipan itu punya temanku jadi tidak mahal," kata Rico berbohong.
"Baiklah.." jawab Sisca.
Sisca merasa lelah tidak sanggup berjalan sehingga dia tertidur tanpa berganti pakaian, ketika Rico naik dan memasuki kamarnya dia menggelengkan kepala melihat Sisca tertidur.
Segera dia mengangkat Sisca dan meletakkan di atas toilet lalu melepas bajunya.
"Apa yang kau lakukan? aku bisa sendiri", kata Sisca tersadar ketika Rico membuka pakaiannya.
__ADS_1
"Kalau kau bisa dari tadi sudah membuka tanpa tidur dengan baju basah," sindir Rico.
"Lagipula tubuhmu aku sudah pernah melihatnya ," katanya lagi.
Sisca teringat ketika Rico memasuki kamarnya tiba-tiba untuk mencari Michael dan dia sedang memakai bra dan cd saja, membuat mukanya memerah tetapi wajah Rico biasa saja seakan melihat wanita berbikini hal yang biasa.
Setelah selesai melepas semua pakaian Sisca, Rico berjalan keluar dan dia berkata kepada Sisca dengan dingin.
" Kalau dalam waktu sepuluh menit kau tidak keluar aku akan memandikan mu".
Sisca tidak ingin Rico menyentuh tubuhnya, sehingga cepat-cepat dia mandi dan memakai handuk berjalan keluar.
Rico melihat Sisca berjalan dengan handuk saja melilit tubuhnya, tubuhnya nampak sempoyongan tidak stabil dan wajahnya memerah.
Rico membantu mengganti sprei dan merapikan tempat tidur, lalu menangkap pinggang Sisca dan menariknya berbaring untuk beristirahat.
Dia menutup tubuh Sisca dengan selimut menyalakan pemanas dan beranjak pergi, tubuh Sisca berlekuk ditempat yang seharusnya.
__ADS_1
Rico menelan ludahnya sebenarnya tubuh Sisca membuat dia tergoda tetapi keadaan tidak memungkinkan, sehingga dia ingin cepat keluar dari sana agar Sisca bisa beristirahat dengan baik.
Michael tidak akan kembali malam ini jadi Sisca tidak akan ada yang mengganggu, dan bisa beristirahat dengan tenang sampai pagi.