
Hal itu dan ketakutannya bahwa kehadiran Richard, membuat ia dan Michael terancam.
"Aku tidak bermaksud menipumu kalau kau ingat-ingat lagi kau pasti ingat bahwa kaulah yang pertama kali menduga, bahwa aku datang untuk melamar sebagai pengasuh Michael."
"Seharusnya kau mengoreksi kesalahanku".
Richard menanggapinya dengan kening berkerut.
"Seharusnya memang begitu tapi saat itu aku menganggapnya sebagai kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan Michael, dan mengumpulkan bukti yang aku perlukan agar pengadilan menyerahkan hak perwalian Michael kepadaku".
Richard melihat wajah Sisca, pias ia ingin sekali merengkuh wanita itu dan mengungkapkan perasaannya.
Tapi Sisca bagaikan kucing yang ketakutan, siap menerjang siapa saja kawan maupun lawan.
"Ternyata dugaan ku benar",desisnya Sisca.
"Michael memang kunci dari semua ini".
Mengapa?
Mengapa kau mau mengambilnya dariku?
__ADS_1
"Kau punya kesempatan untuk menerima bagian tanggung jawab mu, tetapi kau menolaknya, suratnya masih ada padaku."
"Surat itu dibuat oleh pengacaraku tanpa persetujuan dariku, waktu itu aku sedang berada di luar negeri," jawab Richard tenang.
"Dan sebelum kau mengatakan apa-apa lagi, aku punya buktinya".
"Sama seperti kau bisa membuktikan bahwa, kau akan menjadi wali yang jauh lebih baik daripada aku?"
"Karena kau punya lebih banyak uang, lebih berkuasa, lebih segala - gala nya..."
"Kurasa itu sebabnya kau tidur denganku kan," Sisca menambahkan dengan suara melengking.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat, karena emosi yang meledak-ledak.
"Apa yang kau lakukan, Richard?
"Mengirimkan catatan pada pengacara mu...atau kaset rekaman..." Sisca sudah nyaris histeris.
Richard tidak dapat menyalahkannya, hanya ada satu cara untuk menghentikannya. Ia berjalan menghampiri Sisca dan mendudukkannya di atas kursi, memeluk Sisca yang meronta-ronta protes.
"Hentikan, Sisca", perintahnya ketika wanita itu mencoba mencakar nya.
__ADS_1
Mata Sisca nampak liar seperti binatang buruan, wajahnya pucat kecuali tulang pipinya merah membara.
"Kau salah, Oh aku akui bahwa ketika aku pertama kali datang kesini, aku berharap bisa mengumpulkan bukti bahwa aku lebih cakap menjadi wali Michael daripada kau. Begini, aku sudah mencapai taraf kehidupan di mana aku sadar bahwa aku selama ini bekerja keras bukan untuk siap-siapa. dan aku senang dengan pikiran bisa punya ahli waris, anak laki-laki tanpa di bebani oleh wanita yang menjadi ibunya!."
Richard memandangi wajah Sisca dan tersenyum masam.
"Aku bersikap sejujur-jujurnya padamu, Sisca".
"Bukankah sekarang sudah terlambat ", tukas Sisca pahit.
"Semoga tidak, tapi hanya kau yang bisa menjawabnya."
"Yang kau lihat sekarang, adalah seorang pria yang telah mengubah pandangan hidupnya."
"Aku orang sukses Sisca dan tanpa bermaksud menyombongkan diri, itu berarti aku tidak pernah kekurangan wanita".
"Tapi sama halnya dengan orang yang bekerja di pabrik permen yang tidak suka dengan permen yang dibuatnya, begitu juga aku muak terhadap wanita-wanita itu mereka tamak... rakus.. rendah ". Richard melihat wajah Sisca mengerenyit.
"Ya aku tahu kedengarannya memang kejam, tapi aku berusaha jujur terhadapmu."
"Kau tahu mataku terbuka setelah mengenalmu, aku melihat kehidupan dan keadaan sekarang ini dengan cara yang sama sekali berbeda."
__ADS_1
"Tidak! Maksudku, aku yakin Michael membutuhkan kita berdua dalam hidupnya."
"Maksudmu, sekarang kau sadar bahwa wanita ternyata gampang diperdaya, dan cepat percaya pada pembohong yang berpengalaman ".