BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Awal hidup yang baru


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian mereka menikah dan Sisca menjual rumahnya yang selama ini dia tempati bersama Michael, karena Richard sudah membeli rumah baru buat mereka tinggal bertiga.


Richard membeli rumah indah bergaya victoria yang besar dan taman yang luas yang dia beli di luar kota bath, karena ada jalan tol mereka bisa bolak balik setiap hari dari kantor ke rumah.


Mereka sudah menemukan pengasuh baru buat Michael, sehingga bisa bekerja dengan tenang tanpa rasa khawatir.


Michael juga sudah akrab dengan pengasuh barunya, seorang wanita tua yang tampaknya tahu bagaimana menghadapi anak kecil.


Michael juga mendapat kakek nenek angkat yang menyayanginya, yaitu ayah dan ibu Richard.


Sisca sendiri sekarang bisa lebih sering menemaninya, sejak ia bisa mempromosikan Anna sebagai manajer.


Apalagi dengan perjanjian bersama Serena ini, mereka bisa bergiliran bekerja di rumah. Dengan memanfaatkan teknologi canggih komputer yang baru di beli Sisca dari hasil kesuksesannya.


Richard membantu bisnisnya dengan cara memberikan proyek-proyek dari berbagai perusahaannya, sebanyak yang mampu di tangani olehnya.


Richard menyakinkan Sisca, bahwa itu bukan nepotisme. Lelaki itu terkesan dengan presentasi yang di siapkan Sisca kepada Steven, dan sampai sekarang tidak henti-hentinya merasa terkesan melihat hasil kerjanya.

__ADS_1


"Biar mereka lihat sendiri hasilnya", begitu kata Richard.


Menanggapi keberatan Sisca bahwa anggota direksi lainnya mungkin tidak suka bila ia terlalu banyak memberi proyek kepada istrinya, padahal perusahaannya masih baru.


Tetapi Sisca telah membuktikan kepada dirinya sendiri, kampanye yang ia gunakan untuk perusahaan Richard telah mencatat sukses besar hingga kini proyek-proyek lainnya berdatangan.


Ia dan Serena sepakat untuk menerima proyek sesuai kemampuan mereka saja, karena seperti yang ia alami sendiri dalam enam bulan terakhir ini ada banyak hal lain selain kesuksesan materi yang bisa dinikmati dalam hidup ini.


Banyak...banyak sekali.. Sisca memeluk diri sendiri, senang membayangkan kegembiraan Richard nanti bila tahu mereka akan punya anak.


Memiliki segala-galanya?


Tetapi selama enam bulan terakhir ini dia belajar bahwa kalau ia sampai kehilangan semua yang telah ia capai, selama ia masih memiliki cinta Richard ia tetap memiliki semua yang ia inginkan dalam hidup ini.


"Lalu!"


Sisca mengangkat gagang telepon dan menekan nomor telepon pribadi Richard yang khusus hanya dia, orangtuanya serta asisten kepercayaannya yang tahu.

__ADS_1


"Bisakah kau makan malam denganku malam ini?", tanya Sisca begitu mendengar suara Richard yang akrab di telinganya.


"Dalam kapasitasmu sebagai apa?", goda Richard.


"Sebagai istriku.. atau sebagai direktur perusahaan humasku?".


"Tidak dua-duanya", jawab Sisca sambil tersenyum.


"Dan jangan tanda-tanya lagi, kejutan".


Sambil meletakkan gagang telepon, Sisca menyeringai senang. Sebenarnya malah ada dua kejutan, ia berniat menyimpannya sampai saatnya nanti.


Baru pagi tadi ia dan Serena menyetujui rancangan akhir perjanjian yang akan menjadikan mereka partner sejajar, di sebuah perusahaan kehumasan baru yang akan mereka dirikan.


Dengan Serena sebagai partner, mereka berdua bisa saling membagi tanggung jawab dalam menjalankan perusahaan.


Sama saja dengan pembagian tugas, tetapi ada perbedaannya sedikit. Sisca mendecakkan lidah, ia juga akan menjadi orang pertama yang memetik keuntungan dari kerjasama baru ini.

__ADS_1


Karena delapan bulan lagi tepat saat mereka merayakan ulang tahun perkawinan yang pertama, ia akan mempersembahkan anak kedua untuk Richard adik lelaki atau perempuan buat Michael.


Diliriknya jam tangannya masih lima jam lagi ia baru bisa bertemu Richard, ia sudah tidak sabar lagi ingin melihat wajah lelaki itu bila ia menyampaikan kabar gembira ini.


__ADS_2