BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Percintaan yang manis


__ADS_3

Sisca tidak tahu kapan ia membalas ciuman Rico, atau kapan lelaki itu melepaskan gaun tidur dan merengkuh tubuhnya.


Tangan Rico membelai tulang belakang Sisca, seraya mendesak wanita itu merasakan tubuhnya sendiri yang panas membara.


Semuanya merupakan pengalaman baru sensasi tubuh yang saling berdekapan ini erat dan intim , tapi seakan-akan tubuh Sisca sudah mengetahui sejak dulu .


Sisca berhenti menciumi Rico , ia mundur dan memperhatikan lelaki itu dengan tatapan nanar.


"Rico aku belum pernah melakukannya, aku tidak ingin mengecewakanmu.. "


"Tidak akan ", tukas Rico lembut sambil merengkuh nya lagi.


Ujung lidah lelaki itu menelusuri garis bibirnya, membuat sisca lupa pada apa yang seharusnya ia katakan.


Dengan nafas terengah-engah, Rico berbisik lirih.


" Kalau ada yang kecewa mungkin kau, aku sangat mendambakan mu sekarang rasakan ini", bisik nya lembut.


Tangan Rico bergerak dibelakang punggung Sisca, menyuruhnya memeluk tubuhnya erat-erat.

__ADS_1


"Berjanjilah kepadaku bahwa apapun yang terjadi nanti, kau tidak akan ragu bahwa aku benar-benar menginginkanmu.. "


Sisca ragu-ragu ia merasakan ketegangan dalam kata-kata Rico, ia bertanya-tanya apa maksudnya tapi Rico terus mendesaknya.


"Berjanjilah kepadaku Sisca, janji bahwa apapun yang terjadi kau tidak akan membiarkan apapun menghancurkan kenangan ini".


Rico menghela nafas dalam-dalam dan menggerakkan tubuhnya yang menempel di tubuh sisca, mengirimkan sinyal-sinyal menggairahkan.


" Aku berjanji", jawab Sisca limbung, mengagumi mata Rico yang gelap dan tangannya yang sedikit gemetar sewaktu menyingkapkan rambut di wajah Sisca.


Sambil memegangi bahunya, lelaki itu menciumi lehernya dan terus merayap turun sampai Sisca tidak tahan lagi.


"Rico", protes Sisca dengan suara serak, Rico langsung berhenti lelaki itu mengangkat kepalanya memandang ke dalam mata Sisca.


" Ada apa? kau tidak suka? "


"Ya, tidak Rico aku ingin... " jantung Sisca berdebar-debaran, Kata-katanya terhenti di tenggorokan dan matanya berubah gelap.


Dan kemudian seolah-olah tahu Sisca tidak sanggup menahan diri lagi, tatapan Rico beralih ke dada Sisca yang membusung dan Sisca dapat merasakan desah nafas lelaki itu di sana sewaktu ia bertanya.

__ADS_1


"Itukah yang kau inginkan, Sisca? "


Lelaki itu menyuruk kan kepala di sana, membelai-belai dengan lidahnya Sisca ter pekik.


"Maafkan aku sayangku tetapi kali ini aku sudah tidak sabar", bisik Rico ketika gairah nya semakin memuncak.


Rico mengerang dan ******* bibir Sisca habis-habisan, Sisca merasakan riak-riak gairah yang timbul karena ciumannya itu.


Tetapi ketika ia ingin meraih sensasi itu, Rico berteriak dan Sisca merasakan bahwa lelaki itu sudah mencapai *******.


"Maafkan aku itu tadi terlalu cepat", kata Rico kepada Sisca sambil terus mendekapnya.


Anehnya Sisca tidak kecewa ia hanya merasa sedikit sakit dan capek, ia ingin sekali tidur dan bergelung dalam pelukan Rico mengubur dirinya dalam pelukan lelaki itu.


Seharusnya Rico kembali ke tempat tidurnya sendiri, apa yang terjadi tadi sudah cukup parah. Tapi kalau ia ingin tetap tinggal di sini, hanya bisa berakibat satu hal.


Rico benar menjelang subuh, Sisca terbangun karena merasakan sensasi ternikmat yang pernah ia rasakan merayapi sekujur tubuhnya.


Ketika ia sadar sepenuhnya, baru ia tahu bahwa sensasi itu berasal dari mulut Rico. Yang dengan lembut membelai-belai perutnya dan terus turun ke bawah , Sisca tidak dapat melakukan apapun kecuali merintih senang.

__ADS_1


__ADS_2