
Setelah berbelanja mereka pun pulang ke rumah Gerald, sesampainya di rumah yang cukup besar dan mewah itu Gerald membuka pintu dan membawa koper Cintya ke kamar di lantai 2.
Cintya meletakkan barang belanjaan di atas meja dapur, lalu mencuci dan menyimpan di kulkas dan bumbu di rak dapur serta memandang rumah besar dan mewah namun elegan itu dia kagum.
Dia lalu menuju lantai 2 di mana Gerald sudah menunggu di depan kamar, dan melihat kopernya sudah di letakkan di kamar yang terbuka dan Gerald sedang menyalakan AC.
"Ini akan menjadi kamarmu nanti dan aku tinggal di depanmu jadi kalau kau membutuhkan sesuatu, kau bisa mengetuk pintu kamarku tidak perlu merasa sungkan kepadaku", kata Gerald.
" Aku mandi dulu dan kau bisa meletakkan semua pakaianmu dalam lemari itu kosong, tempat tidur biar tidak di huni bibi selalu membersihkan dengan rutin jadi kau bisa langsung tidur tanpa perlu ganti sprei", lanjutnya.
"Baiklah terima kasih sekali lagi", sahut Cintya.
Gerald mengangguk lalu masuk dalam kamarnya dan Cintya mulai menata pakaian dalam lemari yang ada di kamar itu , setelah menata pakaian dia mandi dan berganti baju rumah lalu berjalan ke bawah untuk memasak makan malam.
Tadi dia membeli lobak cocok di masak sup lobak daging sapi dengan tambahan wortel dan jamur yang sudah dia rendam di mangkok, setelah mengeringkan sayur yang dia cuci menyimpan sebagian dan menumis sebagian bayam.
__ADS_1
Lalu dia membuat bola udang di campur dengan serutan biji jagung muda dan wortel, semoga Gerald menyukai masakannya karena dia juga tidak mengetahui kesukaan gerald.
Setelah siap dia akan memanggil Gerald namun Gerald sudah turun dan berjalan ke arahnya, rambutnya yang habis di cuci masih menitikkan air.
Memandang wajah Gerald yang tampan Cintya terpana dan sejenak lupa menyapa, dia benar-benar sangat tampan dan jantungnya berdetak kencang.
"Ehm... apa kau akan terus menatapku? " goda Gerald.
"Maaf kau sangat tampan", puji Cintya.
" Kau juga cantik ", puji Gerald.
" Ayo makanan sudah siap, semoga kau menyukainya karena aku tidak tahu apa yang kau sukai", kata Cintya.
"Aku akan memakan apapun yang kau masak, aku tidak ada alergi apapun", sahut Gerald santai.
__ADS_1
Dia memang tidak memilih makanan karena kesibukannya, bahkan tidak pernah menikmati makanan baginya makan hanyalah salah satu kebutuhan.
Mereka duduk berhadapan dan Cintya mengambil nasi di piring lalu meletakkan di depan Gerald, sedangkan dia mengambil sup di mangkok dan meletakkan bola udang dan sayur bayam di atas nasi Gerald.
"Cobalah.. ", kata Cintya.
Gerald memakan sesuap dan mengunyah perlahan, rasa enak menjalar di mulutnya dan dia lanjut mengunyah.
" Kau pandai memasak bola udang ini sangat enak", puji nya.
Cintya senang Gerald menyukai masakannya lalu dia pun mengambil nasi di piring nya dan mulai makan juga , mereka makan dalam diam dan setelah selesai Gerald mengambil piring di meja.
"Karena kau sudah memasak biarkan aku yang mencucinya", katanya tanpa menerima penolakan.
Cintya mengalah dan menyimpan makanan sisa dalam kulkas, lalu mengelap meja dan membuat kopi serta berjalan menuju sofa dan meletakkan secangkir kopi dan cemilan kue di atas meja depan televisi.
__ADS_1