BUAIAN CINTA

BUAIAN CINTA
Kejutan


__ADS_3

Mereka sudah sampai ruangan VIP di mana hanya mereka berdua yang ada di sana, ruangan itu memang khusus buat Richard kalau ada meeting dengan klien bila dia berada di sana.


Setelah memesan makanan Richard memandang Sisca, lalu menggenggam tangannya dan menciuminya dengan lembut.


"Nah kejutan apa yang ingin kau sampaikan? ", tanya Richard.


" Aku sungguh penasaran dari sejak kau menutup telepon mu tadi, apa benar bisa membuatku terkejut seperti pekerjaan mu yang mengagumkan itu", senyumnya.


Sisca tersenyum manis sambil menatap wajah tampan suaminya itu, yang tidak pernah bosan dia pandangi.


"Aku dan Serena sudah menandatangani kerjasama perusahaan baru yang akan kami dirikan dengan posisi setara gimana menurutmu? ", tanyanya.


" Wah itu baru istriku mampu bangkit dengan cepat dari keterpurukan, selama enam bulan ini aku sangat yakin kau mampu menjadi pimpinan suatu saat nanti tetapi tidak secepat ini sungguh mengagumkan ", Richard memeluk istrinya.


" Selamat sayang berita ini patut kita rayakan", bisiknya mencium Sisca lembut dan memandangnya.


"Aku akan memesan anggur buat merayakannya", kata Richard.

__ADS_1


Sisca menggeleng " Aku tidak bisa meminumnya ".


" Sekali saja kalau kau mabuk ada aku yang menjagamu", gurau Richard mengerti istrinya mudah mabuk.


Dulu mabuk membuatnya mendapatkan hati Sisca, jadi anggur merah membawa berkat buatnya.


"Kejutan lainnya aku lagi mengandung anak kita, dia akan lahir pas setelah anniversary kita nanti", kata Sisca.


Richard terbelalak tidak percaya benar-benar terkejut, lalu berteriak gembira dan menggendong istrinya berputar ruangan.


" Richard turunkan aku pusing", kata Sisca.


Menikah dengan orang yang yang di cintai nya dan mempunyai dua anak yang sangat dia cintai seperti anak kandung, biar Michael bukan anak kandungnya dia sudah menganggap Michael putranya juga.


"Ini akan menjadi adik Michael, putra kita mempunyai teman nantinya yang secantik mamanya dan setampan papanya", katanya.


Sisca yang sangat bahagia tidak terasa air matanya mengalir, Richard yang melihatnya merasa khawatir.

__ADS_1


" Sayang kau kenapa menangis apa yang sakit katakan padaku? ".


" Aku sangat bahagia bisa memiliki keluarga sendiri selain Michael, sesuatu yang dulu mustahil di wujudkan dan kau telah mewujudkan bagiku Terima kasih sayang", ungkapnya.


Sisca bersandar dalam pelukan Richard dan mereka pun terbawa suasana, Richard memeluk dan mencium Sisca lembut dan menggigit kecil leher nya yang putih mulus tanpa cela.


Sisca mendesah pelan...untung ruangan mereka kedap suara dan tidak sembarang pelayan masuk tanpa di panggil , jadi Richard dan Sisca tidak khawatir pelayan melihat mereka yang sedang memadu kasih.


Richard mengangkat gaun Sisca dan tangannya menyusup masuk kedalam, sambil bibirnya terus menciumi leher dan dan bibirnya.


"Richard nanti saja di rumah", bisik Sisca ter senggal-senggal karena jari Richard bermain di bawah sana.


" Apa kau bisa menunggu sampai kita pulang? ", goda Richard matanya berkilat karena sangat bergairah.


Wajah Sisca memerah padam namun Richard benar dia tidak bisa menunggu lagi, gairahnya sudah memuncak karena godaan jari Richard dan ciumannya membuatnya melayang bahkan lupa dimana mereka berada.


" Sisca.. aku sudah tidak tahan lagi", bisik Richard dengan suara serak.

__ADS_1


Dia menurunkan tali kecil tipis gaun malam malam Sisca yang berkilau dan menampakkan dada istrinya, yang sangat padat dan penuh juga bulat sempurna membuatnya tidak tahan lagi melahapnya .


__ADS_2