
"Sebenarnya kemarin malam aku tidak ingin bercinta denganmu, aku tahu itu hanya menambah beban dusta ku saja."
Wajah Sisca berubah pias.
"Kau tidak perlu mengingatkan aku bahwa aku yang mengajakmu Richard ", tukasnya angkuh.
"Tapi..."
"Ya ampun tolong biarkan aku bicara dulu, aku tidak ingin bercinta denganmu karena aku tahu itu bukan tindakan yang benar."
"Bukan karena kau tidak tahu siapa aku yang sebenarnya, tapi karena aku tidak dapat menghentikan diriku sendiri..."
"Aku sudah terlalu lama mendambakan mu, menyangkal kebutuhanku".
Richard mengulurkan tangannya, tanpa bersuara Sisca membiarkan saja dirinya di peluk.
Richard menelusuri bibir Sisca dengan ibu jarinya, membelai-belainya dengan lembut.
"Apa karena kau benci kepadaku?", tanya Richard lembut meruntuhkan pertahanan Sisca.
"Aku mencintaimu Sisca".
"Aku tidak bermaksud... aku benar-benar tidak ingin tetapi tetap kulakukan, dan walaupun kau mungkin menganggap ku sombong tapi Kurasa kau juga mencintaiku".
"Tidak mungkin seorang wanita bercinta seperti kemarin malam, tanpa merasa cinta sama sekali."
__ADS_1
"Aku memang berniat memberitahukan yang sebenarnya padamu sungguh... dan melamar mu menjadi istriku bukan karena Michael ".
"Pertama kali aku masuk ke rumah ini, yang kupikirkan hanyalah betapa senangnya punya anak tanpa ibu".
"Waktu itu kuakui bahwa Michael sendiri tidak berarti apa-apa bagiku, tapi kau mengubah semuanya".
"Aku sayang kepada Michael, itu tidak bisa di sangkal, tapi bukan itu alasan aku memintamu menjadi istriku".
"Aku wanita karier", protes Sisca serak.
"Aku tidak akan bisa menjadi istri yang baik, Richard ".
"Aku bukan tipe istri yang di butuhkan oleh lelaki sukses seperti kau, untuk mengurus rumah dan membesarkan anak-anak".
"Salah", tandas Richard tegas.
"Dan menikahi ku bukan berarti kau harus mengorbankan kariermu Sisca, sebaliknya aku tidak mau kau mengorbankan nya."
"Mungkin memang tidak mudah tapi siapa tahu...dengan bekerja keras...dan terutama dengan kasih sayang...kita bisa melakukannya ".
"Bisakah?," Sisca menghembuskan nafas tidak sanggup lagi melawan Richard.
"Biarkan aku membuktikannya".
Tubuh Sisca bergetar hebat, ketika bibir Richard menyentuh bibirnya.
__ADS_1
Ia tidak sanggup melepaskan kebahagiaan memeluk lelaki itu, menyentuhnya, membiarkan mulut lelaki itu menyakinkan semua yang ia katakan tadi.
Karier...suami...keluarga... rasanya terlalu indah untuk bisa menjadi kenyataan.
Seolah-olah tahu pikiran Sisca..Richard melepaskan pelukannya, dan berkata dengan nada serak.
"Aku tidak bisa berjanji kau akan memiliki semuanya seperti cerita-cerita di buku, tidak ada yang seperti itu ".
"Pikiran itu keliru! kesepakatan itu harus di buat, dan kurasa kesepakatan yang bagaimanapun layak kita terima asal kita bisa bersama-sama."
"Aku ingin kau menjadi istriku Sisca, aku menginginkan itu lebih dari segalanya dalam hidupku."
"Kita lakukan itu bersama kau dan aku, aku tahu kau membutuhkan dan menginginkan kariermu dan aku tidak akan menghalangi mu."
"Menikahlah denganku dan akan ku buktikan kata -kataku".
Sisca memandanginya, Richard menambahkan dengan suara parau.
"Aku tidak akan memohon-mohon agar kau percaya padaku, Sisca."
"Tidak perlu", kata Sisca dengan nada lembut.
Richard lelaki yang kuat cukup kuat untuk membiarkan Sisca menjadi dirinya sendiri, menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa hidup didalam bayang-bayang orang lain.
Seperti yang di katakan Richard tadi mungkin tidak akan mudah, tetapi mereka akan menemukan cara untuk mewujudkannya.
__ADS_1
Bagaimanapun juga mereka di satukan oleh ikatan yang paling kuat, cinta mereka berdua.