
Sisca membuka mata dengan enggan dan menatap Rico dengan bingung, karena nyawanya belum sepenuhnya kembali karena masih setengah sadar.
"Sudah jam delapan kurang lima belas menit", kata Rico padanya.
"Kurasa kau tidak keberatan aku bangunkan ", lanjutnya.
"Aku juga sudah membuatkan kopi"
Melihat Sisca masih tidak beranjak dari tempat tidur, Rico melanjutkan lagi perkataannya.
Hampir jam delapan? Mustahil..pikirnya.
Lalu dia melihat jam weker di samping tempat tidurnya, dan benar angka jarum menunjukkan jam delapan kurang dikit.
Sisca langsung panik ketika sadar bahwa ia sudah terlambat ke kantor , karena sepanjang hidupnya baru kali ini dia terlambat.
Biasa selarut apapun dia tertidur, selalu terbangun otomatis jam setengah tujuh sebelum weker bunyi.
"Seharusnya aku dibangunkan lebih awal ," gerutu Sisca.
"Aku mendengar jam wekermu bunyi, kukira kau sudah terbangun. Apa ada bisa aku bantu?", tanyanya.
__ADS_1
"Tidak ada", jawab Sisca cepat.
"Michael masih tertidur lelap kau tidak perlu khawatir aku akan mengurusnya", kata Rico.
"Baiklah", jawab Sisca.
Begitu Rico berjalan keluar dari kamarnya, Sisca langsung bangun dari tempat tidur dan mandi secepat kilat mandi bebek istilah panti asuhan.
Dia memakai baju pertama yang dilihatnya saat membuka lemari, tidak sempat menata rambutnya sehingga dia biarkan tergerai dengan jepit mutiara.
Lalu Sisca memoles wajahnya dengan riasan tipis dan memakai lipstik, lalu berjalan keluar sambil mengambil tas di atas meja.
Tetapi dia tidak sempat sarapan lagi sekarang, dia mengambil berkas yang malam tadi dia siapkan dan menghitung perkiraan perjalanan dengan taxi.
Walaupun mahal daripada kereta bawah tanah tetapi menyingkat waktunya, biasa kondisi tertentu baru dia naik taxi karena menghemat pengeluaran bulanan.
Untung asisten nya Merry mempunyai kunci sendiri, sehingga tidak perlu menunggu dia datang membuka pintu.
Setidaknya dia agak lega walaupun was-was kenapa hari ini terlambat, karena banyak pertemuan full hari ini terlambat membuat penilaian buruk terhadap klien.
Bagi Sisca klien adalah hidupnya, sehingga selalu datang lebih awal untuk menghormati kliennya.
__ADS_1
Ketika semua sudah siap Sisca berjalan ke pintu, ketika Rico masuk dan berkata kepadanya.
"Kau sarapan dulu kopi susu, roti panggang coklat dan buah apel ", kata rico
Mendengar itu perutnya bergolak tetapi Sisca menggelengkan kepala.
"Tidak ada waktu Rico aku sudah terlambat", jawabnya.
"Masih ada waktu lima belas menit untuk sarapan, aku sudah memanggil taxi dan akan datang dua puluh menit lagi," sahut Rico tegas.
Rico menarik tangan Sisca masuk kedalam dapur dan Sisca menurut, tidak biasanya ada mengatur hidupnya rasanya cukup nyaman diperhatikan seperti ini.
Sisca selama ini terbiasa hidup mandiri di panti perhatian ibu asuh juga terbagi, jadi diperlakukan seperti ini membuat hatinya tersentuh.
Setelah menaruh sarapan Rico meninggalkan Sisca sendirian untuk sarapan, dia selalu mengerti Sisca terbiasa sarapan sendiri dan tidak mau mengganggu dan membuat Sisca canggung terhadapnya.
"Aku akan melihat Michael di atas dulu, siapa tahu dia sudah terbangun".
Sisca mengangguk dan cepat memakan sarapan yang terhidang di depannya, rupanya kopi pas dengan lidahnya dan roti panggang tidak hangus.
Tidak lama terdengar taxi datang segera dia pamit kepada Rico dengan berteriak dan berjalan keluar cepat-cepat masuk kedalam taxi.
__ADS_1