Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
10. Kekesalan anaya


__ADS_3

Pagi-pagi anaya baru bangun dari tidurnya dan ketika dia bangun wajahnya sudah basah dengan guyuran air yang dilakukan oleh anggasta.


"Kamu apa-apa sih ,kenapa nyiram aku pakai air? "Sergah naya yang tidak terima dengan perlakuan anggasta padanya.


"Makanya jangan kayak kebo kalo tidur udah jam berapa ini hah jangan so so an berasa kaya ratu disini? "Sergah anggasta melempar gayung yang dia gunakan untuk menyiram naya di sana.


Naya memejamkan kedua matanya dan dia tidak melawan lagi, karena takut dengan anggasta yang sudah semarah itu.


Anggasta pergi begitu saja tanpa membantu naya untuk terbangun dari sana dan dia juga langsung meninggalkan nya sendirian di dalam hotel.


"Ya ampun kenapa takdir aku seperti ini bisa nikah sama orang seperti dia! "Gumam naya yang melihat kepergian anggasta.


" ya ampun ini udah jam berapa aku pasti telat kalau berangkat sekarang apalagi belum siap-siap mandi juga belum! "gumamnya yang uring-uringan.


Naya segera berlari memasuki kamar mandi dan dia membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar nya.


Karena percuma saja jika dia berangkat ke sekolah pasti dia akan ditolak ,karena kesiangan karena ini juga sudah pukul 08.00 pagi yang di mana semua murid sudah memulai pelajarannya.


Anggasta yang menghampiri ayahnya dan saat ini mereka sedang berada di meja makan karena sebentar lagi mereka akan sarapan pagi bersama di sana dalbert terus menasehati dan memberikan pengarahan pada anggasta agar dia berlaku baik di hadapan semua orang.


Apalagi di hadapan awak media yang akan terus menyorot kehidupannya dan agar citra nama baiknya selalu terjaga.


"Pagi yah?"ucap anggasta.


"Pagi sayang! "Sergahnya.


" Ayah ingin membicarakan hal yang sangat serius sama kamu dan kamu tidak boleh menolak nya? "ucapnya.

__ADS_1


"Iya yah ada apa? "Ucap anggasta sambil memulai sarapan paginya.


" Jika kamu ditanya-tanya tentang istri kamu kamu tidak boleh menjawab identitasnya dan ayah juga ingin juga ada orang lain yang melihat kalian berdua kalian harus terlihat harmonis dan juga paling menyayangi kalian harus diperlihatkan kepada semua orang agar citra nama baik kita tetap terjaga! "Titah dalbert.


" baik ayah akan aku lakukan perintah dari ayah dan aku tidak akan pernah mengecewakan ayah!"ucapnya.


Dalbert tersenyum ke arah putranya itu dan melanjutkan sarapan pagi yang mereka lakukan di sana karena mereka harus melakukan aktivitas seperti biasanya ,walaupun sudah melakukan acara besar-besaran di sana.


Naya yang saat ini sudah keluar dari dalam kamar mandi dan ia juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada di dalam koper miliknya.


Dia melihat jika semua baju yang ada di dalam koper itu semuanya pakaian baru dan masih berlabel dan tidak tanggung-tanggung semua nya memiliki brand yang membuat semua tercengang.


" apa aku nggak papa ya kalau memakai pakaian maaf seperti ini walaupun mama papa sering beliin pakaian mahal tapi ini semua dari brand ternama? "bertanya-tanya.


" tapi gak apa-apa deh kan mereka itu orang-orang kaya jadi aku sah sah aja kalau memakai pakaian ini apalagi aku kan sudah menjadi istri dari anggasta dalbert abimana! "serunya sambil melihat ke arah cermin besar.


Naya keluar dari kamar itu karena dia merasa kelaparan saat ini apalagi jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan dia sengaja turun jam segitu ,karena dia yakin jika anggasta sudah pergi dari sana bersama ayahnya karena tadi dia mendengar obrolan anggasta.


" Tapi kalau aku keluar kan aku belum tahu di mana letak dapurnya apalagi ini hotel!"menimbang-nimbang pikirannya.


Tiba-tiba pintu ditutup dari luar dan dia segera membukanya dan dia melihat jika dua pelayan membawa nampan yang isinya makanan yang sangat banyak serta minuman untuk Naya.


" Selamat pagi nona kami ke sini membawakan anda sarapan pagi karena tadi pagi kami tidak berani untuk membangunkan anda dan kami juga disuruh oleh tuan besar untuk memberikan ini semua dan menjaga nona di sini? "Ucap salah satu pelayan itu.


" tapi saya tidak merasa lapar nanti saja makannya kalian pergi saja? "sergah naya yang tidak menyukai jika mereka terus memantaunya, karena itu akan membuat dia susah untuk pergi dari sana.


" maaf nona kami sudah diperintah oleh tuan besar mau tidak mau dan harus makan semua ini karena belum sarapan hari ini pagi nanti jika nona tidak ingin memakan semua ini ,pasti kami yang akan dihukum apakah nama biarkan kami terkena hukuman dari tuan besar? "Ucap yang satunya lagi.

__ADS_1


Naya pun mau tidak mau menerima makanan yang mereka bawa dan mereka pun tidak langsung pergi dari sana sebelum makan makanan yang mereka bawa tadi, karena takut jika naya tidak memakannya.


" Ya sudah kalau begitu saya akan sarapan sekarang?"ucap naya mengizinkani para pelayan itu untuk masuk ke dalam kamarnya.


Mereka berdua tersenyum ke arah naya dan segera berjalan menuju kamar naya dan mereka terus memantau naya saat memakan makanan itu.


" Kenapa aku kayak yang dipenjara lagi nih ya mereka selalu mantau aku kan kalau ini aku nggak bisa ke mana-mana,apalagi ke sekolah pasti akan susah kalau begini!"gumam naya dalam hatinya.


Pelayan itu melihat gerak-gerik naya yang dirasa cukup aneh dan mereka takut jika naya melarikan diri dari sana ,apalagi di hotel tidak ada tuaan besar dan juga tuan muda mereka karena pergi ke kantor.


"Nona kenapa? "Ucapnya.


" Nggak papa emangnya ada apa nanya kayak gitu? "sergah naya.


" tidak apa-apa nona silakan lanjutkan sarapannya kami akan memantau nona di sini, karena ini sudah menjadi perintah dan kami harus menjalankannya, maaf jika nona tidak nyaman dengan kehadiran kami di sini mohon dimengerti? "ucapnya menunduk.


Naya tidak berkata-kata lagi dia terus memakan sarapannya karena dia juga sudah sangat lapar dari tadi yang sudah menahannya, karena tidak mau keluar dari kamarnya sebelum orang yang memiliki tempat itu pergi agar dia bisa tenang.


" aku harus memikirkan alasan untuk bisa pergi dari sini karena aku bosan kalau seharian tinggal di kamar seperti ini kayak di penjara dan mereka selalu menjaga aku?"gumamnya dalam hati yang masih memakan sarapannya.


" tapi bagaimana ya caranya karena aku juga tidak tahu harus melakukan apa dan di luar pasti banyak orang yang berjaga kalau aku kabur sekarang? "Gumamnya kembali.


Kedua pelayan itu belum beranjak dari sana karena anaknya juga belum menghabiskan sarapannya dan mereka berdua terus memantau anaya.


Sedangkan anaya yang dari tadi sangat bete karena para pelayan itu masih berada di dalam kamarnya dan dia tidak bebas melakukan sesuatu di sana.


Apalagi untuk bermain handphone dia sangat kesusahan karena mereka terus saja mengikutinya kemana-mana.

__ADS_1


" Kenapa sih mereka masih ada di sini aku akan menjadi bete kalau gini dan malah jadi bosan lihat muka mereka dari tadi! "Sergahnya dalam hati.


Dia pun memikirkan cara untuk bisa lepas dari mereka dan bisa bebas menyendiri walaupun masih di tempat itu .Tapi, dia sangat kebingungan karena mereka terus saja memantaunya.


__ADS_2