Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
23. Setelah pulang


__ADS_3

Anggasta kini sudah sampai di rumahnya dia segera memasuki rumah milik ayahnya itu setelah pulang dari rumah sasya dan dia segera memasuki rumah yang sudah sangat sepi ,karena itu juga sudah sangat larut malam sehingga semua orang sudah beristirahat di kamar masing-masing.


Dia pun berjalan menuju ke arah kamarnya tanpa mengeluarkan suara, sesampainya di dalam kamar dia langsung tercengang dengan suasana baru yang berada di dalam kamarnya.


Bahkan jauh berbeda dengan sebelumnya sebelum dia pergi dari sana, dan dia pun melihat ke arah naya yang sudah tertidur pulas jika sudah miliknya itu.


Saat dia akan kembali keluar dari kamarnya tiba-tiba sang ayah datang dan dia mencegah anggasta untuk keluar dari kamar itu lagi, dan tetap di kamar itu bersama naya tanpa meninggalkan nya.


" gasta kamu mau ke mana? "Sergahnya.


" aku nggak suka ada di sini, apalagi harus tidur bersama perempuan itu? "Tunjuknya pada naya yang saat ini masih tertidur pulas dan terlihat sangat tenang.


"Tetap disini karena kalian berdua sudah menikah dan jangan berani-berani nya untuk tidur dikamar lain, karena jika ada satu saja yang mengetahuinya maka nama kita akan hancur, kamu mengerti ?"sergah dalbert.


"Iya ayah! "Seru anggasta yang pasrah.


"Bagus! "Dalbert langsung segera pergi dari sana meninggalkan anggasta yang masih berada di ambang pintu.


Anggasta pun langsung memasuki kamar nya kembali, karena ayahnya sudah memerintahkan dia untuk tetap di sana. Jadi mau tidak mau dia harus tidur di kamar itu bersama naya.


"Andai aja gue hidup tanpa di atur kayak gini dan gue nggak mau kehilangan semua yang gue punya ,pasti gue bisa tenang! "Gumamnya yang memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Anggasta membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum mengistirahatkan tubuhnya dan dia juga lama berada di dalam kamar mandi ,karena tidak mau melihat wajah naya tetapi dia tidak bisa menghindari nya karena setiap hari pun mereka akan selalu bertemu.


Selesai dengan urusannya di dalam kamar mandi anggasta langsung menaiki kasurnya dan memberikan pembatas terlebih dahulu sebelum dia beristirahat, agar dia tidak terlalu dekat dengan naya yang saat ini sudah di alam mimpinya.


"Males banget tidur bareng sama dia! "Gumamnya yang merebahkan tubuhnya di atas kasur dan ia langsung tertidur membelakangi naya.


Dan mereka pun sama-sama tertidur pulas di sana tanpa mengetahui apa yang terjadi setelah itu.


Pagi hari naya melihat dari tidurnya dan dia membuka matanya dengan pelan dan saat dia melihat ke arah samping dia sangat terkejut saat melihat anggasta memeluk nya.


Sehingga dia langsung berteriak tanpa memikirkan nantinya anggasta akan marah kepadanya jika dia sampai membuat anggasta terganggu.


"Arghhhhh! " teriak naya yang membuat anggasta pun menjadi sangat terkejut dan dia langsung melepaskan pelukannya terhadap naya dia yang melihat jika dia sendiri memeluknya.


"Diem, udah? "Sergah anggasta yang masih menutup mulut naya dengan tangannya.


Naya tidak menjawab dia hanya menepuk-nepuk tangan nya yang saat ini sedang ditutup mulutnya oleh anggasta dan tidak dia sengaja hidung naya pun ikut tertutup, sehingga membuat naya kesulitan untuk bernapas saat ini.


Anggasta tahu jika dia sudah salah dan dia langsung melepaskan bekapan pada naya dan dia membantu naya untuk mengembalikan pernapasannya ke normal kembali ,karena dia juga salah sudah melakukan itu semua .Tapi dia tidak salah sepenuhnya di sana karena dia sendiri juga tidak mengetahuinya.


" Sorry gue nggak sengaja dan gue juga nggak tahu makanya kalau ada apa-apa jangan langsung teriak gue nggak mau sampai ayah marahi gue lagi dan itu keinginan lo kan? " sergah anggasta yang begitu ketus kepada naya.

__ADS_1


Naya tidak langsung menjawab karena dia belum bisa mengatur nafasnya dengan baik akibat dari bekaman yang dilakukan oleh anggasta kepadanya yang menyulitkan dia untuk bernafas ,apalagi itu lumayan lama sehingga membuat dia harus melakukan segala cara untuk bisa mengatur nafasnya kembali.


Beberapa menit yang dibutuhkan oleh naya untuk mengatur nafasnya kembali agar kembali normal seperti biasanya dan tidak menyulitkan dia untuk bernapas barulah dia bisa berbicara kepada anggasta yang sudah menyebabkannya seperti itu.


" ini semua gara-gara kamu ya gara-gara kamu ya udah buat aku kayak gini, aku cuma berteriak karena aku kaget kamu peluk aku tadi bukannya kamu bilang sendiri kamu nggak mau deket-deket sama aku, tapi apa buktinya kamu sendiri yang mendekati aku kan? "sergah naya.


" Gue nggak tahu apapun yang terjadi karena gue tadi ketiduran dan gue juga nggak tahu kalau gue meluk lo, jadi nggak usah bahas ini lagi apalagi sampai ayah mengetahui ini semua nggak boleh! " peringatan anggasta yang langsung beranjak dari sana dan dia langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, walaupun itu masih subuh dan masih banyak waktu luang untuk dia pergunakan .


"Ihhh, dasar aneh! "Sergah naya yang merasa kesel kepada anggasta.


" aku gak akan maafin dia dan aku akan bahas ini semua nanti di meja makan biar ayahnya juga tahu gimana caranya itu dan pasti dia akan di marahi habis-habisan oleh ayahnya dan aku sekarang sudah merdeka berada di sini mereka akan tunduk sama aku dengan apapun yang aku katakan! "Gumamnya.


Naya menunggu keluarnya anggasta dari kamar mandi karena dia sendiri juga akan menggunakan kamar mandi itu untuk membersihkan tubuhnya, karena hari ini adalah hari pertamanya dia masuk kembali ke sekolah dan sekolah baru baginya untuk sekarang karena dia sudah pindah sekolah dan dipindahkan langsung oleh tuan dalbert sesuai permintaan dari naya yang ingin bersekolah kembali.


Lama dia menunggu anggasta yang yang masih berapa di dalam kamar mandi dan baru keluar dari kamar mandi setelah anaya sudah merasa sangat kesal karena terlalu lama menunggu, dan anggasta keluar dari kamar mandi dengan menggunakan balutan handuk saja yang menampilkan tubuhnya yang sangat estetis yang membuat naya tercengang dengan tubuh anggasta.


Perutnya kotak-kotak yang merupakan dambaan setiap kaum hawa sampai anaya pun yang melihatnya tidak bisa mengedipkan kedua matanya itu dan tidak bisa beralih dari anggasta yang saat ini berada di depannya.


Anggasta melihat anaya yang dari tadi hanya diam melihatnya saja ,padahal dia saat ini ingin segera memakai pakaiannya saat naya sudah masuk ke dalam kamar mandi .Tetapi dia hanya diam saja di sana yang membuat anggasta merasa geram.


"kenapa dia diam saja dan tidak berkedip melihat aku! "gumam anggasta dalam hatinya.

__ADS_1


naya langsung tersadar saat anggasta langsung pergi dari sana meninggalkan dia yang masih mematung di sana dan segera memasuki kamar mandi untuk menghilangkan kegugupan nya.


__ADS_2