
Selama mereka dalam perjalanan tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun dan di sana terjadi keheningan sampai mereka telah sampai dimension milik dalbert yang sangat mewah jauh berbeda dengan rumah naya yang selama ini dia tinggali.
"Wah rumah nya gede banget lebih gede sama rumah mama papa dan ini lebih mewah, pantas saja mereka angkuh karena memiliki kekayaan sebanyak ini! "Gumam naya.
Dan mereka semua segera turun dari mobil dan langsung segera memasuki rumah mension ,naya yang dari tadi berada di belakang semuanya hanya mengikuti saja tanpa berbicara apapun.
" sekarang kalian masuk ke dalam kamar masing-masing istirahat lah dulu? "sergah dalbert yang langsung diikuti oleh semua orang yang berada di sana begitu juga dengan anggasta putra semata wayangnya dan juga naya.
"Baik ayah! "Anggasta yang yang belum berarti dari sana meninggalkan semua orang yang masih berada di ruang tengah sedangkan naya kebingung harus pergi ke mana karena di sana pun dia tidak bisa bertanya karena masih ada dalbert.
" sekarang aku harus pergi ke mana aku takut jika nanti aku tidak memiliki tempat tidur dan harus tidur di lantai lagi! "gumamnya.
Dalbert yang melihat naya saat ini sedang uring-uringan sehingga dia menanyakan nya.
"Naya kenapa kamu masih diam saja di sini cepat pergi ke kamar kamu dan segera beristirahat lah? "sergahnya.
Mau tidak mau naya bertanya kepada dalbert karena dia sendiri bingung harus berbuat apa dan dia juga baru pertama kali nya datang ke rumah itu.
" Maaf om kamar naya di mana? "Ucapnya.
"Jangan panggil saya om lagi sekarang kamu panggil saya dengan ayah seperti anggasta pada saya? "Sergah nya.
"Iya om eh ayah! "Seru naya.
Dalbert segera memanggil salah satu pelayannya yang berada di rumah itu.
" kamu antarkan dia ke kamar anggasta karena sekarang dia merupakan menantu di rumah ini dan kalian harus mengawasinya? "sergah dalbert.
"Baik tuan! "Ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya tanpa melihat ke arah dalbert.
Dalbert pun segera pergi dari sana menuju ke arah kamarnya yang di mana kamarnya berada di bawah sedangkan kamar anggasta berada di lantai atas dekat kamar tamu.
__ADS_1
" silahkan nona ikuti saya? "ucapnya yang masih menundukkan kepalanya.
Naya hanya menganggukan kepalanya saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dia pun mengikuti kemana arah pelayanan itu akan pergi ,karena dia juga tidak mengetahui ruangan di rumah itu.
" kenapa dari tadi tidak sampai-sampai juga aku sudah kelelahan, di mana kamarnya?"sergah naya yang sudah tidak sabaran.
" sabar nona sebentar lagi kita akan sampai di depan kamar tuan muda! "ucapnya.
" Nama kamu siapa?".
"Nama saya mirna panggil saja mbak mirna non! ".
" Oke kalau gitu mbak mirna mau kan jadi temen aku disini karena aku juga nggak punya siapa-siapa di sini apalagi teman mau kan? "seru naya.
"Yoalah boleh banget non?" Mirna dengan mata berbinar.
" Ya udah kan sekarang kita udah jadi teman nih jadi panggilnya naya aja jangan pake nan non nan non !"serunya.
" pasti takut ketahuan sama mereka kan kalau nanti mbak nggak panggil aku non ya udah nggak apa-apa nanti kalau ada mereka aja panggilannya kalau nggak ada siapa-siapa panggil aja nama aku? "ucapnya.
" Ya sudah kalau begitu maunya!"ucapnya tersenyum ke arah naya.
" nah ini kita udah sampai ini kamar tuan muda dan sebelahnya ada kamar tamu jangan sampai lupa kalau kamar tuan muda ada di sebelah kanan dan kamar tamu ada di sebelah kiri? "tutur mbak mirna.
" Iya siap aku tahu kok kalau gitu dan nanti kalau aku mau apa-apa boleh kan aku minta bantuan dari mbak mirna? "serunya.
" dengan senang hati bahkan membantu tapi kalau tidak mampu maaf kalau nantinya mbak tidak bisa membantu naya? "ucapnya.
"Iya mbak makasih ya, oh iya ini buat mbak anggap aja ini sebagai hadiah pertemanan kita jangan nolak ya? " ucap Naya memberikan paper bag yang berada di dalam tasnya.
"Loh ini apaan? "Ucap mirna kaget.
__ADS_1
" Ini hadiah buat mbak karena mbak mau menjadi temen aku disini dan aku nanti kalau punya sesuatu yang berarti bagi mbak pasti aku kasih lagi ya untuk sekarang aku cuma bisa kasih ini aja maaf ya kalau hadiahnya nggak terlalu mahal? "Ucapnya.
Mirna menerima paper bag yang diberikan oleh naya kepadanya dan dia sangat berterima kasih kepada naya dan dia juga baru pertama kalinya selama dia bekerja di sana mendapatkan hadiah dari majikannya.
"Loh kok mbak nangis? "Seru naya.
"Mbak terharu karena selama mbak bekerja di sini tidak pernah mendapatkan hadiah dari majikan mbak! "ucapnya.
Naya langsung memeluk mbak mirna dan dia mencoba untuk menenangkannya karena dia juga yang membuatnya sampai menangis seperti itu, padahal dia pikir dengan memberikan hadiah itu maka pertemanan mereka akan lebih dekat lagi sebagai suaminya. Tetapi, mbak mirna itu adalah orang yang sangat tulus jadi tidak perlu disogok dengan apapun.
" aku pikir dengan caraku memberikan sesuatu kepada orang lain yang berada di rumah ini mereka akan lebih dekat denganku ,karena aku memiliki segalanya sekarang tetapi berbeda dengan mbak mirna aku tahu dia orang yang tulus dan aku sangat beruntung bertemu dengannya .Semoga saja aku bisa lebih dekat dengannya dan dia selalu membantu aku di sini! "Gumamnya dalam hati.
Sekarang mbak mirna sudah berhenti menangis dan dia menatap lengkat wajah naya, karena dia merasa tidak asing dengan wajah naya tapi dia tidak tahu naya itu sebenarnya siapa.
" kalau udah kan begini aku merasa aku pernah melihat dia sebelumnya tapi di mana ya aku lupa lagi dan aku yakin aku pernah bertemu dengannya!"gumamnya dalam hati.
" Ya sudah naya sekarang kamu masuk dulu ke kamar tuan muda dan beristirahat di sana karena besok pagi pasti kamu akan mengikuti kegiatan-kegiatan yang selalu dilakukan di rumah ini dan kamu juga pasti harus mengikuti syarat-syarat untuk tinggal di sini? "Ucap mbak mirna.
" persyaratan apa?"naya mengerutkan keningnya.
" persyaratannya kamu harus mengikuti semua perintah dari tuan besar dan juga tuan muda tetapi jika tuan besar tidak mengizinkan dengan perintah dari tuan muda kamu tidak boleh melakukannya kecuali tuan besar sendiri yang memperbolehkan itu semua? "Ucapnya.
" ribet banget sih tinggal di rumah ini padahal rumahnya beda jauh dengan rumah aku sama-sama besar tapi peraturannya nggak sesuai banget!"gerutunya.
" nanti juga kamu akan mengerti sendiri dan ingat jangan coba-coba melanggar perintah dari tuan besar dan jangan pula melanggar peraturan di rumah ini agar kamu tidak mendapatkan hukuman darinya! "Ucap mbak mirna.
"Iya mbak makasih ya? "Ucap naya .
" Ya sudah kalau begitu mbak pamit dulu ya, karena baru mengerjakan pekerjaan yang lainnya selamat malam selamat beristirahat semoga mimpi indah? "Serunya.
" Iya mbak makasih ya sekali lagi mbak juga istirahat jangan kerja terus biar sakit nantinya?"ucap naya.
__ADS_1
"Iya sama-sama !"ucapnya tersenyum dan meninggalkan naya sendirian di sana yang belum memasuki kamar tuan mudanya yaitu anggasta.