Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
8. Malam setelah menikah


__ADS_3

Semua orang yang menghadiri acara pernikahan antara anggasta dan anaknya sudah pulang, kecuali keluarga terdekat serta para ajudan dari ayahnya anggasta.


"Akhirnya acara ini sudah selesai aku bisa istirahat sekarang dan biarkan saja mereka masih berada di sini!"gumam anggasta.


Sementara itu, mamanya naya, yaitu nazma, bersama ajudan pribadi suaminya reno pulang bersama-sama. Reno menjadi salah satu ajudan pribadi naya karena dia masih memiliki butik dan membutuhkan seorang ajudan yang dapat menjaga bisnisnya.


"Silakan, nyonya," ucap reno saat membukakan pintu mobil.


"Terima kasih, reno!" jawab naya.


Reno mengangguk lalu kembali menutup pintu mobil ketika naya sudah masuk ,ia langsung memutar mobil ke arah rumah naya dan membawanya pulang terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya sendiri karena pekerjaannya hari itu telah selesai dan dia butuh istirahat.


"Semoga saja naya di sana baik-baik saja dan aku bisa tenang tapi aku tidak percaya dengan keluarga itu yang akan menjaga baik-baiknya ya .Dan aku sangat paham betul dengan perilaku keluarga itu ,tapi bagaimana lagi ini pun sudah terjadi dan aku tidak memiliki hak apapun padanya! "Gumam reno.


Reno segera memutari mobil milik nazma dan dia segera memasukinya untuk segera memarkirkan mobil milik nazma tersebut.


Di rumah naya, dia tidak sendirian karena masih banyak pembantu yang bekerja dan tinggal di sana, serta penjaga ketat di luar rumah yang membuatnya merasa aman. Meskipun ada banyak orang yang membantunya, hatinya tetap sedih karena harus kehilangan orang-orang yang dicintainya yang baru saja menikah karena dia masih merasa terlalu muda.


Sementara itu, naya sendiri berada di kamar hotel yang disediakan untuk anggasta dan dirinya. Saat ini, Anggasta masih di kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang berkeringat setelah mengikuti acara pernikahan.


" Apa yang akan terjadi setelah ini bahkan satu regu saat ini sudah berubah dan aku tidak bisa bersama teman-temanmu lagi seperti dulu, bahkan masa mudaku sudah hancur saat ini dan aku tidak bisa melakukan apapun lagi! "Gumamnya yang sangat sedih.


Naya merasa gelisah karena dia hanya tinggal bersama anggasta, laki-laki yang menjadi suaminya sendiri, dan dia tidak biasa berduaan dengan laki-laki lain kecuali papa nya yang sudah meninggal dan reno, ajudan pribadi ayahnya. Dia merasa campur aduk dan tak berdaya, tetapi berusaha untuk tenang dan sabar karena dia ingin bebas jika bercerai dengan anggasta secepat mungkin.


“Aku harus mencari cara untuk menceraikan dia secepatnya agar aku bisa hidup tenang dan bebas dari semua yang telah mereka lakukan!” Gumam naya, mencoba untuk tersenyum.


Lamunannya terputus saat pintu kamar mandi terbuka, membuatnya teriak kaget. Anggasta, yang masih bertelanjang dada dan hanya membungkus tubuhnya dengan handuk, kembali ke kamar mandi karena dia tidak ingin naya melihatnya seperti itu.

__ADS_1


“Kenapa aku bisa lupa begitu saja kalau sekarang ada dia di sini!” teriak anggasta kepada dirinya sendiri sambil merutuki kecerobohan dirinya.


“Keluar dari kamar sekarang!” sergah anggasta dari dalam kamar mandi.


Mendengar itu, naya segera meninggalkan kamar karena takut membuat anggasta marah. Dia merasa takut karena dia sendirian di situ, ibunya sudah pulang, dan tidak ada orang lain di sekitar mereka kecuali penjaga di luar kamar hotel.


“Aku keluar sekarang saja biar dia tidak marah,” gumamnya sambil menutup pintu kamar.


Anggasta segera kembali ke kamar mandi dan mengenakan bajunya ,naya menunggu di luar kamar karena dia masuk ke kamar terlalu cepat tanpa izin anggasta. Dia ragu masuk kembali ke dalam kamar setelah dia ditegur tadi, karena dia takut ditegur lagi oleh anggasta. Akhirnya, dia memutuskan untuk masuk ke kamar dan melihat anggasta sedang merebahkan diri di atas tempat tidur.


Anggasta melirik ke arah naya, yang masuk ke kamar tanpa izin, dan merasa terganggu. Dia bertanya dengan wajah tidak sabar mengapa naya mau masuk ke kamarnya.


"Aku kedinginan di luar sana, apalagi sudah malam. Seharusnya aku sudah tidur di kamar ini," jawab naya.


"Kalau begitu, kenapa kamu masuk ke dalam kamar ini?" tanya anggasta saat dia berdiri dan mendekati naya.


Anggasta tersenyum sinis dan menatap tajam pada naya. Dia terganggu dengan sikap naya yang tidak sopan.


"Mengapa kamu mendekati saya seperti ini?" sergah naya.


Tidak banyak bicara, anggasta langsung menyeret naya dan melemparnya ke lantai yang membuatnya meringis kesakitan.


"Awshhhhh!" ringisnya sambil memegang kepalanya yang terbentur.


"Kamu berhak merasakan hal ini karena hidupmu menghancurkan hidupku!" Menjambak rambut naya, kata anggasta.


Meski naya sudah meminta maaf, anggasta tetap tidak mendengarkannya dan tampak menikmati siksaan yang diberikan kepada naya.

__ADS_1


"Aku mohon, tolong hentikan rasa sakit ini." mohon naya.


"Aku suka melihatmu seperti ini!" teriak anggasta sambil membanting naya.


Naya menangis sejadi-jadinya sementara anggasta kembali ke atas kasurnya dan merebahkan diri dengan memegang handphonenya tanpa memperdulikan kondisi naya.


"Ma, tolong, naya sakit dan dia jahat padaku!" gumamnya di tengah-tengah tangisannya.


"Aku harus apa sekarang badanku terasa remuk bahkan dia tidak memiliki belas kasihan terhadap aku yang merupakan seorang perempuan dan dia juga mempunyai adik perempuan ,apakah dia akan merasa baik-baik saja jika dia diperlakukan seperti aku barusan!"gumam naya di tengah isak tangisnya.


Anggasta tidak menghiraukan gumaman dari naya yang masih bisa bicara dengan di telinganya, tetapi tidak jelas dengan perkataan itu.


Anggasta terus menerima pesan dari seseorang yang tidak diketahui oleh naya. Ia tidak merasa kasihan pada naya yang saat ini sudah babak belur dan wajahnya penuh dengan memar karena siksaan yang kena.


"Aku berjanji akan membalas dendammu saat aku mengetahui kelemahanmu, aku janji!" gumam naya dalam hati sambil mengusap air matanya yang terus membasahi wajahnya yang penuh lebam itu.


anggasta y ang terus sibuk dengan handphonenya itu tanpa memikirkan keadaan naya saat ini ,bahkan ia tidak memperdulikan nya yang saat ini sudah menjadi istri saya yang seharusnya dia rangkul dan diberi kasih sayang. Tetapi tidak dengannya yang sudah mau nyakitin aja bahkan menyiksanya di hari pernikahan mereka.


"miss yo my love! "anggasta mengirimkan chat itu pada pacarnya.


Dia tersenyum bahagia karena bisa berkomunikasi dengan pacarnya yang tidak diketahui oleh ayahnya itu dan dia selama ini berpacaran secara diam-diam agar ayahnya tidak memarahinya.


"Besok kita ketemu ya? "Dengan emot love.



Anggasta terus bertukar chat dengan pacar nya itu tanpa melihat ke arah naya yang saat ini kesulitan untuk berdiri.

__ADS_1


Naya berusaha bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya tanpa memperdulikan anggasta di sana.


__ADS_2