Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
11. Siksaan kembali


__ADS_3

Sampai sore anaya terus dipantau oleh para pelayan yang bergantian berjaga di dalam kamarnya dia tidak tahu harus bagaimana lagi karena dia tidak bisa pergi dari sana selama itu.


" Kenapa sih mereka masih berada di sini aku kan bete lihat mereka semua apalagi aku tidak bisa melakukan apapun di sini dan aku juga tidak bisa mengabari teman-teman aku di sekolah apalagi hari ini hari pertama masuk sekolah kembali? "gumamnya dalam hati.


Tetapi mereka semua tetap berada di situ sampai tuan dalbert tapi mana dan juga anggasta kembali ke hotel.


" Selamat sore tuan besar dan tuan muda kami dari tadi berjaga sesuai perintah dari tuan? "ucapnya sambil menundukkan kepala dan mempersilahkan masuk tuan dalbert abimana dan juga anggasta memasuki kamar anaya .


Tuan besar dalbert menganggukan kepalanya dan dia meminta untuk semua pelayan membereskan semua barang-barang milik anaya dan juga anggasta ,karena mereka akan pulang ke mention miliknya.


" kerja bagus dan untuk kalian semua saya inginkan semua barang-barang anggasta dan juga anaya dikemasi karena kami akan segera pindah ke mention milik kami dan kalian juga harus tetap mengikuti semua yang dilakukan ?"sergah dalbert.


Mereka semua menganggukkan kepalanya tanda paham dan mereka langsung mengerjakan apa yang diperintah oleh tuan dalbert.


" Om kenapa kita pergi dari sini? "Ucap anaya.


Tuan besar dalbert melihat anaya dengan tatapan yang sangat tajam dan anggasta yang tersadar dengan tatapan ayahnya kepada anaya dia langsung mengisyaratkan anaya untuk diam.


Anggasta melotot kan matanya pada anaya dan mengisyaratkan agar diam dan tak bersuara lagi.


" kenapa dia kok seperti mau ngomong tapi susah banget apa jangan-jangan dia memarahi aku sampai melototkan matanya seperti itu!"gumam naya.


Saat dia ingin mengatakan sesuatu anggasta langsung menghampirinya dan membekap mulutnya di sana juga, karena dia takut jika ayahnya marah kepadanya nanti.


"Ya sudah kalau begitu kalian langsung kerjakan apa yang saya perintah dan kalian segera turun untuk berangkat sekarang? "Sergahnya.


"Iya aya nanti akan segera nyusul ada hal yang harus kami lakukan dulu di sini? "Ucap anggasta.


"Baik kalau begitu ayah tunggubdi mobil! "Sergahnya.

__ADS_1


"Baik ayah! "Serunya.


Dan dalbert pun langsung meninggalkan kamar itu dan dia segera pergi keluar hotel nya yang di ikuti oleh para ajudan pribadi nya.


"Sini? "Sergah anggasta saat kepergian dalbert.


"Lepasin sakit tangan aku? "Sergah naya yang minta di lepaskan.


Tetapi anggasta tidak mendengarkan seruan dari anaya yang sudah kesakitan akibatnya yang terus menyeret dia ke tempat pribadi nya di sana agar tidak di ketahui oleh siapapun para pekerja di sana pun tidak boleh ada yang mengetahui nya.


"Lepasin aku? "Naya memberontak.


"Diam? "Bentak anggasta yang membuat nyali naya menjadi ciut.


Anaya seketika langsung terdiam dan menahan sakit yang di lakukan oleh anggasta padanya dan anggasta terus menyeret naya ke ruangan itu .


"Arghhhh! "Teriak naya saat anggasta mencambuk naya dengan menggunakan sabuknya.


"Iya sakit tolong jangan lakukan lagi aku mohon? "Penuh mohon.


"Makanya jangan pernah menyangkal atau bertanya pada ayah kalau dia sudah memerintah? "Sergahnya memakai kembali sabuknya.


"Iya aku janji nggak akan aku ulangi lagi! "Seru naya mengusap air matanya .


"Hapus air mata buaya lo jangan sampai orang-orang pada tau kalau lo udah nangis? "Sergahnya.


Naya tidak mengucapkan apa-apa dia terus terisak dalam tangis nya menahan sakit akibat cambukan anggasta pada nya yang meninggalkan bekas.


Anggasta langsung segera pergi dari sana tanpa memperdulikan keadaan anaya saat ini dan dia juga tidak menunggu nya di sana.

__ADS_1


Anaya langsung berdiri dan dia mengusap air matanya yang sudah tumpah membasahi wajah cantiknya itu dan dia mencoba bersikap tegar, agar semua orang tidak mengetahui semua jika ada yang mengetahuinya maka dia akan dihukum kembali oleh anggasta.


"Aku harus bisa kuat dan bisa tunjukkan sama dia kalau aku kuat dan bisa hadapi ini semua dan pastinya aku akan balas dendam jika aku sudah memiliki kekuatan untuk mengalahkan nya? "Sergahnya dengan berusaha berdiri walaupan badannya lemah saat ini.


Naya untuk tetap berjalan dengan normal karena dia takut jika semua orang mengetahuinya maka dia akan dihukum lebih marah dari itu oleh anggasta ,walaupun dia merasa kesakitan untuk sekarang tapi dia tahan.


"Nona Kenapa anda masih berada di sini tuan muda dengan tuan besar pasti akan marah jika berada di sini? "ucap sang pelayanan berlari ke arah naya yang saat ini baru keluar dari ruangan itu.


" Iya tadi saya mengambil barang saya dulu di dalam ruangan ini dan saya juga akan segera menemui mereka! "Alibinya.


" Baiklah kalau begitu nanti saya akan temani anda sampai memasuki mobil milik tuan besar dan saya juga tidak akan lepas tanggung jawab untuk memantau keselamatan nona?"serunya.


Anaya pun berjalan dan lebih dahulu untuk segera menemui angasta dan juga dapat yang sudah menunggunya di dalam mobil sana.


Dan dia terus diikuti oleh pelayan itu sampai dia akan memasuki mobil milik mertuanya, karena saat ini dia berada di luar dan merupakan banyak sekali orang-orang yang memantau dirinya. Apalagi semua orang mengetahui jika naya saat ini menantu dari dalbert abimana.


Tetapi mereka semua tidak mengetahui pasti bagaimana wajah asli anaya yang tidak memakai riasan saat ini ,sehingga mereka lemah dengan itu semua karena tidak menyangka jika itu anaya menantu dari dalbert abimana.


Anaya sudah memasuki mobil milik dalbert dan saat ini dia duduk berdampingan dengan anggasta karena tuan dalbert duduk di depan.


"Jalan? "Sergah dalbert.


"Baik tuan! "Ucapnya.


Sehingga sopir pribadinya langsung menanjak untuk segera pergi dari sana karena tuannya sudah memerintahkan dia untuk segera menjalankan mobil yang akan dikendarainya dengan membawa tuan besar dalbert, anggasta dan juga menantunya anaya.


Selama perjalanan anaya tidam mengeluarkan sepatah kata pun karena dia takut jika terjadi kesalahan dalam bicaranya, apalagi dengan keluarga anggasta yang sangat dingin dan sikapnya sulit untuk ditebak apalagi mereka memiliki sifat arogan yang membuat anaya takut.


Anggasta sibuk dengan handphone nya itu tanpa menghiraukan anaya yang saat ini sedang merasa kesakitan dan dia menahannya agar orang yang berada di dalam mobil itu tidak mengetahui jika dia sudah dicambuk oleh anggasta.

__ADS_1


" Iya benar-benar tidak punya hati dia sendiri yang kurang membuat aku kesakitan seperti ini tapi dia seolah tidak mengetahui apa-apa apalagi di depan semua orang!"gumam naya dalam hatinya.


Dia menatap ke arah samping mobil sambil melihat gedung-gedung tinggi yang sudah dia lewati tanpa mengetahui tempat itu apa dan dia sedang di mana saat ini.


__ADS_2