
Anaya sendirian di dalam kamarnya dan dia hanya bisa menatap nanar keadaan kamarnya itu karena di sana tidak ada siapapun, dia pun segera beranjak dari sana untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, karena dia baru saja pulang.
" Naya udah gak usah dipikirin apapun lagi ,sekarang kamu beresin dulu badan kamu karena udah lengket juga kan tubuh kamu, gak usah pikirin keinginan dia dulu yang gak jelas kamu ketahui! "Gumamnya yang langsung beranjak dari sana.
Naya langsung mengambil baju ganti terlebih dahulu, karena takut saat dia keluar dari kamar mandi ada anggasta di dalam kamar. Dan dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Naya membatalkan untuk pergi ke rumah alcan hari ini, karena dia sudah kemalaman pulang ke rumah. Akibat terlalu lama di rumah tiara tadi sore, sehingga dia tidak memiliki waktu lebih lama lagi untuk berada di luar rumah setelah pulang sekolah.
"Gasta, kamu mau kemana? "Sergah dalbert yang saat ini masih berada di ruang tamu bersama para pekerja di rumah itu yang masih belum membubarkan diri mereka.
"Aku ada urusan dulu ayah, sebentar kom! "Serunya yang langsung pergi begitu saja.
Dalbert membiarkan saja, karena dia masih menikmati istirahat nya di sana. Sambil mendengarkan ucapan ajudan nya, tetapi untuk para pekerja yang lain ,mereka berada lebih jauh dari mereka.
Sehingga mereka tidak mengetahui pembicaraan dari majikan mereka bersama para ajudannya, yang saat ini sedang mengobrol serius di sana, mereka hanya bisa diam saja, karena belum bisa membubarkan diri sebelum mendapatkan perintah dari tuannya.
Anggasta yang saat ini sudah memasuki mobilnya dan dia akan langsung pergi meninggalkan kediaman rumahnya itu, dengan tujuan akan menemui pacarnya yang saat ini belum dia kasih kabar, karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya dari tadi pagi sampai dia pulang ke rumah.
Dia sengaja tidak mengabari pacarnya terlebih dahulu .Jika dia akan pergi ke rumahnya, dia lakukan itu sebagai surprise buat pacarnya dan dia pergi ke toko kue. Karena akan membeli kan kue kesukaan pacarnya itu.
"Hai sayang, tunggu bentar ya. Maaf karena aku nggak ngabarin kamu hari ini, soalnya banyak kerjaan! "Serunya yang mempercepat laju kendaraan nya.
__ADS_1
Dia terus meracau merencanakan untuk memberikan suprise pada sasya, sampai dia berhenti di depan toko kue yang sangat besar, toko langganan nya selama ini dan dia sering membawa sasya datang ke sana. Dan sasya sangat menyukai salah satu kue yang ada di sana, sehingga dia sering membelikan kue dari sana untuknya.
"Mbak, saya mau kue brownies seperti biasa? "Serunya pada penjaga toko langganan nya, yang sudah mengenal anggasta yang menjadi langganan di toko itu.
"Baik mas, mohon ditunggu! "Serunya yang langsung mengambilkan kue brownies yang dimaksud oleh anggasta.
Anggasta lumayan lama menunggu di sana, sampai penjaga itu kembali lagi dengan membawa kue brownies yang sangat spesial untuk anggasta. Dan anggasta sudah menyelesaikan semua pembayaran nya, sehingga dia bisa langsung segera pergi dari sana.
"Terima kasih mbak! "Serunya.
"Sama-sama, mas! "Serunya .
Setelah menerima kue brownies yang di berikan oleh penjaga toko itu, dan anggasta langsung pergi dari sana. Dia segera menghampiri mobilnya yang dia parkirkan di depan toko kue itu.
\*\*\*
Di sebuah club malam, dimana semua orang sedang menikmati kehidupan mereka di sana, begitu juga dengan sasya yang sudah sempoyongan akibat terlalu banyak meminum minuman beralkohol bersama teman-teman nya.
"Gue bahagia banget, kalo lo selalu ajak gue ke tempat ini? "Teriak sasya ywng berada di dalam pelukan arya.
" pasti dong baby, besok-besok kita pergi ke sini lagi jadi beban kehidupan semuanya akan hilang? "sergahnya sambil mencium kening sasya.
__ADS_1
Sasya, dia hanya diam saja diperlakukan itu oleh arya dan dia tidak menolak dengan apa yang arya lakukan kepadanya karena saat ini dia sudah tidak sadarkan diri ,akibat minum minuman alkohol yang terlalu banyak.
Mereka meneruskan aktivitas mereka di sana yang berjoget mengikuti iringan lagu yang membuat mereka menikmatinya dan mereka juga sama-sama mabuk di sana.
Sampai akhirnya, dia tidak sadarkan diri dan arya membawanya ke suatu tempat, di mana dia membawa ke tempat itu untuk kedua kalinya. Karena sebelumnya dia sudah membawa sasya di sana dan dia juga sudah tidur bersama dengannya. Dia melakukan itu ,karena dia sangat menyukai sasya yang saat ini merupakan pacar dari anggasta dan dia juga mengetahui hal itu, tapi untuk kesempatan yang sangat berpihak kepadanya dia lakukan itu.
"Sayang, pasti kamu udah nggak kuat ya sabar ya aku bawa kamu ke tempat yang kemarin dan aku juga nggak akan biarin kamu pulang dulu! "Gumamnya sambil sempoyongan.
Arya dengan sangat semangat dia membawa sasya, dengan tubuh yang masih sempoyongan. Karena dia sama-sama meminum alkohol yang sangat banyak sama seperti sasya. Tetapi dia seperti biasa saja karena sudah terbiasa meminum minuman yang dikonsumsi oleh sasya, sehingga tidak terlalu parah sepertinya.
Dia menggendong sasya, menuju ke arah mobilnya karena dia memarkirkan mobilnya di dekat klub malam yang saat ini mereka datangi dengan sama-sama dalam kondisi tidak sadarkan diri dan untuk arya dia separuh sadar.
Dia memasukkan sasya ke dalam mobilnya dengan segera dan segera pergi dari tempat itu ,untuk menuju ke tempat yang dia maksud dalam ucapannya tadi. Tetapi karena dia belum sadarkan diri dan saat ini sudah tidak sadarkan diri, jadi dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah itu kepadanya bahkan itu terjadi untuk kedua kalinya yang tidak disadari sedikitpun.
"Malam ini, akan ada pesta besar buat kita berdua dan kita juga akan menikmati malam yang panjang ini! "Serunya yang tersenyum licik pada sasya sambil terus mengendarai mobilnya dengan oleng.
Dia tertawa dengan sangat kencang di sana sambil melihat ke arah sasya yang sudah tidak sadarkan diri dari tadi dan menurutnya sangat indah untuk, karena selama ini dia sangat menyukai sasya. Tetapi sasya lebih memilih yang harus ada dari padanya, sehingga muncul lah rasa obsesi yang sangat dalam dalam dirinya untuk memiliki sasya apapun caranya.
Dan selama dia menyukainya pun dia tidak langsung berkata apapun pada sasya, dia hanya menunjukkan rasa cintanya kepada sasya dengan segala perhatian yang dia berikan dan bantuan yang selalu dia berikan kepadanya.
Tapi karena obsesinya yang sangat tinggi dan dia sampai lupa diri bahwa sasya yang merupakan teman masa kecilnya harus diharuskan begitu saja ,karena obsesi yang terlalu tinggi itu.
__ADS_1
Sampai-sampai dia melupakan keinginan kedua orang tua sasya yang sudah menitipkan sasya padanya, saat mereka belum berangkat ke luar negeri dan menetap di sana untuk pekerjaan.