Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
31. Amarah


__ADS_3

Setelah obrolan mereka panjang lebar dan tiba-tiba naya baru mengingat sesuatu yang lupakan jika dia mempunyai tugas yang harus diselesaikan malam ini ,karena dia sudah memiliki jadwal pelajaran di kelasnya dan dia juga baru mengingatnya.Bahwa hari ini dia mendapatkan tugas yang harus dikumpulkan esok hari otomatis dia harus mengerjakannya saat itu juga.


" Aduh mbak aku lupa aku belum mengerjakan tugas buat dikumpulin besok dan dari tadi aku keasikan ngobrol sama mbak di sini.Jadi aku sampai lupa kayak gini! " seru naya menepuk jidatnya.


" Ya ampun mbak nggak tahu sekarang ngerjain aja dulu nanti ngobrolnya dilanjut lagi apalagi ini juga udah mau malam, mbak mau bersih-bersih dulu! "Serunya.


" Ya udah aku mau ngerjain dulu tugas-tugas aku dan nanti mbak ke kamar aku ya tempat pukul 9 malam ,karena aku mau pada cerita lagi sama mbak? "Serunya.


" Mbak takut kalau menemui kamu di kamar karena pasti tuan muda sudah kembali pulang ,jadi kita lanjutkan lagi obrolan kita ini besok saja. Sekarang kamu kerjakan dulu untuk tugas kamu dan langsung istirahat karena besok kan harus kembali pergi ke sekolah jadi kamu harus fresh? "ucapnya.


" Ya udah deh aku sekarang pergi ke kamar untuk mengerjakan tugas-tugas aku see you mbak! "serunya yang langsung pergi dari sana meninggalkan mbak mirna yang saat ini masih berdiri di sana.


Mbak mirna hanya tersenyum melihat kepergian naya yang saat ini merupakan sahabatnya di rumah itu dan dia segera kembali dengan pekerjaannya yang masih belum terselesaikan, karena dari tadi dia hanya menemani naya di sana.


" Aduh kenapa aku sampai lupa kayak gini sih, padahal kan udah depan rumah kamu pulang sekolah niatnya mau langsung dikerjain. Eh malah keasikan ngobrol sama mbak mirna jadinya lupa deh! "Gumamnya menaiki satu persatu anak tangga.


Sesampainya di dalam kamar nya dia langsung segera merongoh tas sekolahnya ,karena dia yang akan mengerjakan tugasnya yang besok ketemu lagi. Dan pelajaran itu ada 2 kali pertemuan setiap minggunya, jadi dia harus segera mengerjakannya karena takut terkena hukum apa lagi murid baru di sekolah itu.


" mana soalnya juga banyak banget dan ini pasti bakalan memakan waktu dan nanti kalau aku kesiangan berangkat sekolahnya gimana ,karena telat bangun! "gumamnya menepuk-nepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


" ngerjain aja dulu sama punya nih yang penting aku ngerjain enggak bolos-polos amat! "Gumamnya sambil mengerjakan satu persatu soal yang dia dapatkan dari guru dan dia harus mengerjakannya dengan tepat waktu, karena dia juga harus mengatur istirahatnya sendiri.


Setelah lama berkutat dengan soal-soal yang diberikan oleh guru kepadanya, akhirnya dia bisa beristirahat karena tugas-tugasnya sudah terselesaikan.


Saat dia beranjak dari meja belajarnya ternyata anggasta sudah berada di dalam kamar dan saat ini dia memasang wajah yang tidak bersahabat, tetapi naya tidak memikirkan itu semua, karena dia tidak ingin berurusan dengan anggasta.


Naya segera membereskan buku-buku nya dan merapikan kembali meja belajarnya yang sudah sedikit berantakan akibat mengerjakan tugas nya itu.


Selesai membereskan meja belajarnya naya segera beranjak dari sana dan menaiki kasur nya karena dia ingin segera beristirahat, tetapi pergerakannya terhenti karena anggasta membentaknya secara kasar.


"Diam di sana! "Sergah anggasta sambil menenteng jas nya, karena dia baru pulang dari kantor dengan kemarahan nya.


Dia pura-pura baik-baik saja meskipun jantung nya tidak baik-baik saja, karena dia merasa takut dengan bentakan anggasta tetapi dia tidak boleh memperlihatkan nya di hadapan anggasta.


Anggasta terus mendekati nya dengan wajah yang sangat menyeramkan bagi anaya dan dia langsung menyeret naya dari sana sampai jatuh ke lantai tanpa belas kasihan.


"Lepaskan sakit !"teriak naya merintih kesakitan.


"Lo udah buat gue marah dan gue akan hukum lo sekarang juga, sekarang gue gak takut dengan semua ancaman yang lo lakuin? "Sergahnya menjambak rambut naya.

__ADS_1


" Kenapa tiba-tiba kamu mau sama aku emangnya apa yang salah dengan aku. Aku nggak ngelakuin apapun? "Sergah naya melawan. Tetapi kekuatannya kalah dengan kekuatan anggasta yang sangat kuat dibanding dirinya.


Anggasta langsung mendorong Naya sampai naya terjatuh ke lantai dan dia segera mengambil handphonenya dan memperlihatkan semua foto-foto dan juga video tentang nya di sekolah, sehingga membuat naya diam seribu bahasa dia tidak bisa menjelaskan apapun saat ini karena kesalahpahaman itu.


" dia itu teman-teman aku teman baru di sekolah baru aku ,karena semua teman-teman tidak mau menemani aku selain dirinya dan ia juga sangat baik berbeda dengan kamu ya apa ajaran kepada aku! "sergah naya yang lama terdiam.


" gak usah banyak bacot lu, gue akan hukum lo kalau sampai ayah mengetahui ini dan pasti gue juga akan dimarahi gara-gara lo dasar perempuan murahan, apalagi semua orang sudah mengetahui itu adalah istri gue dan jika sedikit pun lo membuat kesalahan yang membuat gue dan ayah gue angat marah gue juga nggak akan diam aja? "Sergah yang melempar handphone miliknya ke sembarang tempat.


Naya Mama jangan ininya yang terbentur ke lantai dan itu sudah mengeluarkan darah yang membuat saya sangat ketakutan, tapi anggasta terus saya menjambak rambut naya tanpa ampun. Walaupun keningnya sudah mengeluarkan darah tetapi anggasta tetap membiarkan saja seolah dia tidak peduli dengan itu semua. Karena anaya sudah membuat dia sangat marah untuk hari ini dan tidak tahu kenapa dia sangat begitu merasa saat melihat foto-foto itu, padahal dia tidak memiliki perasaan kepada naya sedikitpun.


Naya meringis kesakitan dengan apa yang telah diperbuat oleh anggasta dan itu memang benar-benar sakit sekujur tubuhnya terasa sangat sakit, karena dia di banting ke lantai oleh anggasta.


"Stop! "Serunya dengan nada yang sangat lemah.


Anggasta terus menyiksa naya di sana tanpa ampun dia juga tidak memikirkan kondisi naya saat ini yang sudah sangat lemah dan dia sudah tidak berdaya lagi ,karena siksaan demi siksaan yang dilakukan oleh anggasta padanya itu.


Sampai dia tidak sadarkan diri dan anggasta tidak memperdulikannya, dia segera pergi dari sana untuk tidur di kamar tamu yang merasa bersebrangan dengan kamarnya.


Dengan penuh emosi dia keluar dari sana sambil membanding pintu dengan sangat keras dan dia juga memasuki kamar tamu dengan penuh keemosian yang sangat tidak bisa dihindari oleh siapapun.

__ADS_1


Sesampainya di kamar kamu dia langsung merenung dengan menatap ke arah langit di atas balkon kamar itu. Dia sungguh tidak percaya pada dirinya sendiri,karena sudah semarah itu pada naya padahal dia tidak menyukai nya.


__ADS_2