Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
24. Perintah


__ADS_3

Kini mereka sama-sama sudah berada di meja makan dan melakukan sarapan bersama dengan dalbert .



Tidak ada yang mengeluarkan suara selama sarapan berlangsung setelah selesai pun tidak ada yang mengeluarkan suaranya, terutama naya yang saat ini sangat sibuk sendiri. Iya terus aja mengecek tas ransel yang akan dibawa ke sekolah ,karena takut jika ada salah satu barang yang dia tidak kebawa.



Anggasta melihat anaya yang dari tadi sangat merasa kesal ,karena suara berisik yang dilakukan oleh naya. Tetapi nanti akan marah dalbert menghentikannya dan dia langsung berbicara kepada anggasta.



" anggasta pagi ini dan seterusnya kamu harus mengantarkan dia ke sekolah dulu baru bisa pergi ke kantor ayah tunggu kamu di kantor jangan membantah? "ucapnya, karena di sana disaksikan oleh para pelayan yang bekerja di sana.



Anggasta langsung melihat kepada ayahnya yang saat ini masih duduk di meja makan dan dia mengerutkan alis serta sambil melototkan kedua bola matanya itu lebar-lebar, saat mendengar perintah dari ayahnya yang membuat dia merasa jengkel.



" sudah lakukan saja apa yang ayah katakan, ayah akan menunggu kamu di kantor?"sergahnya sambil mengelap mulutnya dengan tisu.



" Satu lagi kamu jangan berani-beraninya menurunkan dia di jalan ingat itu? "Peringat nya yang langsung berdiri dan segara pergi dari sana yang diikuti oleh para bodyguard nya.



Anggasta melihat kepergian ayahnya yang begitu saja dan itu membuat dia sangat merasa kesal dan sangat jengkel, apalagi setiap hari dia harus mengantar jemput anaya ke sekolah dan lebih parahnya lagi sekolah itu merupakan sekolah dirinya dulu.



Yang pasti di sana banyak sekali orang mengenalnya bahkan guru-guru pun akan langsung mengenalinya. Jika dia pergi ke sana tetapi jika dia tidak melakukan itu maka dia akan dipahami oleh ayahnya.



" terpaksa aku harus melakukan ini, gara-gara dia awas aja! "sergahnya dalam hati.



Naya melihat kegelisahan anggasta dan dia tahu betul saat ini anggasta sedang mengumpati dirinya dalam hati.


__ADS_1


" aku tahu kok dia lagi ngumpat dalam hatinya ,tapi nggak papa yang penting sekarang mereka tunduk sama aku dan terutama singa yang satu ini biar dia nggak bisa macam-macam sama aku lagi! "Gumamnya dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya.



Anggasta yang melihat anaya yang saat ini tersenyum seperti itu dan dia berharap jika naya saat ini sedang bahagia di atas penderitaan nya karena kemenangan dia, dan membuat dia merasa geram tetapi amarahnya dia tahan karena di sana banyak sekali para pekerja yang menyaksikan.



"Sabar gasta, lo lakuin dengan cara mulus buat ngadepin dia! "Gumamnya.



Anggasta segara beranjak dari sana karena waktu pun semakin siang, apalagi dia harus pergi ke sekolah terlebih dahulu sebelum datang ke kantor untuk bekerja seperti biasanya.



Naya pun ikut berdiri dan langsung pergi setelah berminatan kepada para pekerja yang berkerja disana, walaupun mereka seorang pelayan tetapi nya sangat menghormati nya. Karena mereka orang tua dan usia mereka lebih tua darinya, sehingga dia sangat menghormatinya .



" semangat bekerja untuk hari ini dan aku pamit pergi ke sekolah dulu ya! "Ucapnya sambil tersenyum, yang langsung dibalas dengan anggukan dan juga senyuman dari setiap para pekerja.



Anaya pun langsung berjalan menuju ke arah pintu utama untuk segara pergi dari sana dan akan menuju ke sekolah baru nya.




"Puas lo sekarang hah! "Sergah anggasta pada naya yang saat ini sudah berada di dalam mobilnya.



Anaya tidak menjawab dia hanya diam saja sambil memegang handphone miliknya yang merupakan kado ulang tahun dia yang ke-16 dari ayahnya ,yang kini sudah meninggal dunia dan itu adalah salah satu barang peninggalan dari ayahnya.



Dan dia akan menyimpan baik-baik semua kenangan -kenangan dari ayahnya yang sampai sekarang dia simpan.



"Lo budeg apa gimana sih, jawab gue? "Bentak anggasta.

__ADS_1



" udah lupa ya sama janjiannya atau mau aku beberkan semuanya biar semua orang tahu, terutama pada wartawan agar beritanya langsung menyebar luasnya sejagat maya? "Ucap naya yang pura-pura tidak takut dengan bentakan anggasta pada dirinya.



Anggasta langsung terdiam mendengar ucapan naya barusan dan dia langsung menancapkan gas tanpa memikirkan orang yang menyadarinya. Bahwa saat ini naya sudah membuat dia semarah itu gara-gara membicarakan tentang naya yang akan membeberkan semuanya.



"Gasta pliss tahan, lo gak akan menang kalo berhadapan sama orang kayak dia. Main halus aja biar hasilnya juga mulus, nggak papa sekarang dia mau ngelakuin apapun yang penting lo bisa balas dendam sama dia! "Gumamnya dalam hati sambil terus mempercepat laju kendaraannya.



Naya sebenarnya ketakutan saat ini tetapi dia mengubur dalam-dalam rasa takut itu ,karena dia tidak mau dianggap lemah oleh anggasta.



"Naya kamu nggak usah khawatir karena ini nggak lam dan sebentar lagi kamu akan sampai di sekolah jadi kamu tetap tenang ya soalnya di depan dia kamu jangan memperlihatkan rasa takut saat ini, agar anggasta tidak menganggap tidak jika kamu itu lemah, stay strong naya! "gumamnya menyemangati diri nya sendiri.



Dan naya pun berhasil melewati rasa takutnya dan saat ini dia sudah sampai di sekolah barunya itu dan sekolah itu pun merupakan sekolah anggasta dulu , naya melihat sekolah itu merasa sangat bahagia karena sekolah dulunya tidak seperti sekolahnya saat ini yang lebih mewah dan lebih elegan jika dilihat dari luar .Apalagi jika dia melihatnya dari dalam sangat-sangat begitu mewah yang ada di pikiran naya saat ini.



" Wow sekolahnya bagus banget beruntung aku bisa bersekolah di sini! "Gumamnya menetap ke arah luar yang saat ini masih berada di dalam mobil bersama anggasta.



Anggasta merasa heran karena anaya belum juga keluar dari mobilnya yang membuat dia membuang waktunya untuk pergi ke kantor.



" ngapain lo masih ada di sini cepat keluar dari mobil gue cepetan keluar? "sergah anggasta.



Naya tidak menjawab seolah menulikan pendengarnya saat di bentak oleh anggasta , tetapi dia terus saja memperbaiki penampilan nya, karena ini adalah hari pertama nya bersekolah kembali dan suasana sekolah baru .



"Emang bener ini orang eror, gue udah nyuruh dia buat segera keluar dari sini malah terus diem sambil terus memperbaiki penampilan. Padahal gue udah enek liat dia terus deket-deket sama gue! "Gumamnya dalam hati.

__ADS_1



Sedangkan naya dia hanya diam saja tanpa mendengarkan anggasta yang dari tadi sudah mengusir nya, yang membuat anggasta semakin geram padanya.


__ADS_2