
Setelah lama menunggu anggasta di depan teras rumah pacarnya ternyata ada pembantu rumah itu yang membukakan pintu.
" eh aden ternyata udah di sini maaf ya, tadi bibi ketiduran soalnya kecapean banget dan silahkan masuk non sasya udah ada di dalam? "Ucapnya.
" Iya bi nggak apa-apa! "serunya yang langsung masuk di rumah dan duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kekasihnya itu turun.
Bi euis segera menutup pintu depan dan dia pamit kepada anggasta untuk memanggilkan sasya pacar dari anggasta.
" Permisi aden bibi mau panggilin dulu non sasya ya aden tunggu di sini aja? "Serunya.
Anggasta hanya menganggukkan kepalanya saja dan dia merongoh handphone miliknya setelah kepergian bi euis dari sana.
Bi euis menaiki tangga untuk menuju ke kamar sasya, dia pergi ke sana untuk memberitahu jika anggasta sudah datang ke rumahnya dan dia sedang menunggu di ruang tamu.
Tok tok tok
Pintu diketuk dari luar dan si pemilik kamar memberikan izin kepada bi euis yang datang ke kamarnya, karena dia sudah mengetahui jika itu dan di rumah itu hanya ada mereka berdua saja.
" masuk aja kuncinya nggak dikunci kok?"serunya dari dalam.
Yang membuat bi euis langsung memasuki kamar sasya setelah mendapatkan izin dari orang yang memiliki kamar itu.
" iya bi ada apa? "serunya.
" itu non den anggasta sudah ada di ruang tamu dia nungguin non di sana! "serunya.
"Oh iya bi ,biarin aja dia nunggu dulu sebentar lagi juga aku turun kok! "Serunya.
" iya non kalau begitu ,bibi permisi dulu ya mau siapin minum buat den anggasta? "ucapnya.
"Iya bi! "Tutur sasya lembut pada bi euis.
Bi euis pun langsung pergi dari sana meninggalkan sasya yang masih sendirian di dalam kamar nya, karena dia masih bersiap.
__ADS_1
"Sasya mana sih lama banget keburu malem ini! "Gumam anggasta yang masih duduk di kursi ruang tamu.
Tidak lama dari itu bi euis membawakan satu gelas jus untuk anggasta dan dia sudah tau jus kesukaan anggasta apa, sehingga dia langsung membawakannya tanpa bertanya.
Dan selama ini bi euis sudah cukup mengenal dekat terhadap anggasta, bahkan mereka sering bercanda satu sama lain tanpa ada kecanggungan apapun.
Karena selama ini sasya hanya tinggal bersama bi euis di rumah itu. Kedua orang tua sasya saat ini masih berada di luar negeri, karena mereka memiliki bisnis di sana .
Sedangkan sasya masih tetap berada di indonesia ,karena dia tidak mau ikut tinggal disana.
Sasya berdiri di depan cermin riasnya dia menata penampilan nya terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar nya.
"Aku itu emang cantik jadi mau di gimanain aja penampilan aku pasti cakep! "Gumamnya tersenyum menatap cermin riasnya.
"Udah perfect, sekarang cus buat ketemu ayang! "Gumamnya yang langsung pergi dari sana tanpa menutup kamar tidur nya.
Sasya berjalan menuju ke arah tangga dan dia menuruni satu persatu anak tangga ,karena akan menemui pacarnya yang saat ini sudah menunggu dia.
"Nggak terlalu lama kok, sekarang aja kita berangkatnya keburu kemalaman nanti kita pulangnya kalau kita berangkat nanti? " ucap anggasta.
"Ya udah sekarang kita berangkat !"serunya.
Mereka segera beranjak dari sana menuju ke tempat yang mereka akan tuju dan itu semua membuat sasya sangat bahagia ,karena dia bisa jalan bersama anggasta untuk kesekian kalinya.
"Bi aku berangkat sekarang ya nanti pulang nya agak malem ya? "Seru sasya.
"Iya non, hati-hati ya di jalannya? "Ucap bi euis menghampiri mereka berdua.
Mereka berdua pun langsung pergi dari sana dan bi euis mengikuti nya dari belakang, sampai di ambang pintu bi euis hanya melihat anggasta dan sasya dari sana.
Sedangkan mereka berdua langsung menaiki mobil milik anggasta dan pergi meninggalkan kediaman sasya.
" akhirnya setelah 2 hari gak ketemu kita ketemu lagi ya sayang ,aku udah kangen banget sama kamu gara-gara acara kemarin aku nggak bisa ke mana-mana dan nggak bisa lihat kamu! "Ucap anggasta sambil menyetir mobilnya.
__ADS_1
" Jangan bahas itu aku nggak suka!"sergah sasya yang marah.
" aku nggak bahas hari itu, tapi aku cuma uang perasaan aku sama kamu kalau aku itu sangat kangen banget sama kamu dan akhirnya sekarang kita bisa bertemu lagi.Maaf ya? "Ucapnya memegang tangan sasya sambil mencium tangannya.
" Ya udah kita bahas tentang kita aja karena aku gak suka kalau kamu balas-balas itu dan kenapa sih kamu mau aja nurutin semua kemauan ayah kamu itu ,kan kamu udah besar kamu bisa nolak itu semua agar kamu juga tidak terlihat sama perempuan itu? "Sergahnya .
" Iya sayang maaf karena aku dari dulu sampai sekarang ini nggak bisa nolak keinginan ayah mau apapun yang dia inginkan aku akan selalu mengabulkannya! "Serunya yang masih memegang tangan sasya.
"Iya kamu kan anak penurut jadi turutin aja semua keinginan ayah kamu, sekarang nikah dan sebentar lagi pasti kamu akan dimintai cucu olehnya? "sergah sasya menampakkan wajah cemberut.
" Jangan gitu dong sayang aku akan melakukan apapun yang ayah minta, tetapi tidak yang satu itu karena aku sangat mencintai kamu tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan kamu walaupun dia Istri aku sekalipun? "ucap anggasta.
" tapi beneran apa yang kamu ucapkan barusan aku nggak suka sama penghianatan,jika kamu melanggarnya aku akan langsung meninggalkan kamu? "Sergah sasya yang tidak bisa dibantah lagi.
"Iya iya sayang sini? "Ucap anggasta yang menyenderkan kepala sasya di bahunya , sedangkan dia fokus kembali menyetir mobilnya.
Selama perjalanan sasya terus nempel pada anggasta yang membuat anggasta nyaman-nyaman saja, karena itu yang dia inginkan dari pacarnya.
" sayang menurut kamu istri baru kamu itu cantik nggak? "serunya melihat ke arah anggasta saat ini yang masih menyetir, karena mereka belum sampai ke tempat tujuan.
" kecantikan juga kamu sama gista jadi nggak usah bahas orang itu, aku juga nggak suka sama dia? "sergah anggasta sambil mengelus kepala sasya.
" Makasih sayang!"serunya yang langsung memeluk anggasta .
Mereka masih berada di dalam mobil karena mereka belum juga sampai ke tempat tujuan yang mereka akan tuju.Walaupun itu sudah memakan waktu yang cukup lama, tetapi mereka have fun berada di dalam mobil.
"sayang liat deh lucu banget ya langitnya hari ini? "ucap sasya.
Anggasta langsung melihat ke arah yang sasya tunjukkan dan benar saja hari ini langit yang begitu sangat indah, apalagi sunset yang sebentar lagi tenggelam benar-benar indah.
"Iya sayang! "Ucapnya tersenyum ke arah sasya.
Sasya membalas senyuman dari anggasta dengan senyuman manis nya yang membuat anggasta tergila-gila padanya sampai sekarang ini.
__ADS_1