
Anaya tidak langsung menghampiri mertua dan suaminya yang saat ini sudah berada di meja makan untuk sarapan dia terlebih dahulu berbicara kepada mbak mirna, dan menyapanya untuk hari ini dan di pagi hari ini pula dia sangat bahagia dan sangat merasa sedikit nyaman berada di sana karena memiliki teman baru.
" pagi mbak mirna hari ini kelihatan cantik banget mbak mau ke mana kok udah rapi aja padahal ini masih pagi loh? "ucapnya.
" Oalah terima kasih banyak non mbak sebentar lagi mau pergi ke pasar dan tumben banget non jam segini udah rapi juga ?" ucapnya melihat penampilan anaya.
" Mbak aku kan udah bilang kalau jangan panggil aku dengan sebutan non panggil aja nama aku naya nggak usah panggil non kalau lagi berdua seperti ini kan kita udah jadi teman dan ini aku udah pakai seragam pagi-pagi gini , Karena aku mau pergi berangkat sekolah dan ini hari pertama aku kembali lagi masuk sekolah doain ya semoga aku bisa kembali lagi bersekolah. Setelah ini karena aku takut jika mereka tidak mengizinkan aku untuk pergi berangkat sekolah! "Ucapnya sambil curhat kepada mbak mirna.
" Eh iya naya maaf ya, ya sudah mbak doain biar kamu bisa diberi izin oleh tuaan besar dan juga tuan muda untuk pergi berangkat sekolah lagi ,walaupun kamu sudah menikah tetapi umur kamu masih seharusnya duduk di bangku sekolah dan kamu juga harus melanjutkannya agar cita-cita tercapai? "ucap mbak mirna tersenyum.
" Iya mbak kalau gitu aku pergi ke sana dulu ya untuk nemuin mereka biar aku juga sekalian minta izin buat untuk bilang kepada mereka jika aku ingin sekolah lagi dan aku masih ingin belajar !"ucap naya.
" Ya sudah kalau begitu mbak juga mau pamit karena sebentar lagi mbak mau pergi ke pasar untuk para belanja bulanan takutnya tuan besar marah, jika pembatu sampai telat dan mbak berharap banget dan mau agar ada yang bisa mengambil hatinya biar tuan besar. Agar tidak seenaknya kepada kami yang merupakan pekerja di sini! "Ucap mbak mirna.
" datang aja salahin itu semua sama aku aku cuma butuh support dari kalian yang ada di sini untuk membantu semua rencana aku dan aku juga ingin mendapatkan support lebih dari mbak biar semua rencana aku bisa berjalan dengan lancar ,karena aku akan berusaha mengubah suasana di rumah ini agar lebih menjadi baik dan suasananya seperti di rumahku dulu biar semua orang yang berada di sini saling membantu dan saling menghargai walaupun berbeda profesi! "Ucap naya.
__ADS_1
" Wah kalau begitu mbak akan sangat juga akan memberitahu orang-orang lain supaya bisa bekerja sama tetapi takutnya mereka ada yang berbicara kepada tuan besar soal ini dan rencana kamu akan terbongkar bagaimana? "Ucapnya.
" Iya juga sih ya udah kalau gitu biar kita aja yang mengetahuinya semua nggak ada siapapun yang tahu lagi selain kita berdua dan aku mohon untuk mbak bisa menjaga rahasia ini agar aku bisa dengan cepat mengubah suasana di rumah ini dan aku juga ingin semuanya diperlakukan secara sama dan juga secara manusiawi! "usul naya.
" mbak setuju banget dengan rencana naya dan baju ga akan membantu sebisa membantu kalau mbak sudah tidak bisa bantu maaf ya ,nanti mbak kan pikirkan caranya sekarang mbak akan pergi dulu dan nanti setelah pulang bahkan memikirkan cara lain supaya bisa membantu rencana kamu itu? "Serunya.
" ya udah silakan mbak aku juga mau berangkat sekolah nanti aku minta salah deh kalau lama-lama pada bicara di sini nanti kita lanjutin lagi apa bicara kita yang belum terselesaikan ini . Aku mau pergi ke meja makan dulu untuk ikut sarapan dan aku juga ingin meminta izin kepada mereka agar aku bisa sekolah kembali? "Seru naya tersenyum ke arah mbak mirna.
Mbak mirna pun membalas senyuman naya dan dia segera pergi dari sana begitu juga naya yang langsung pergi ke meja makan untuk mengikuti sarapan pagi di rumah itu.
"Heh ngapain lo ada di sini lo bggak diajak sarapan di meja makan kita dan nanti kalau mau makan setelah kita selesai makan baru lo bisa makan? "sergah anggasta yang sangat ketus.
Dalbet yang mendengarkan itu langsung membuat anggasta diam karena dia sendiri juga tidak melarang anaya berada di sana.
"Anggasta diam biarkan saja dia di sini ?"sergahnya yang membuat agar tak langsung dari diam dan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
" awas aja ya lo gue akan hukum lagi lu sampai nggak bisa berbuat apa-apa lagi dan luka akan mendapatkan ampunan dari gue yang udah bikin gue marah kayak gini dan sekarang .Ayah gue lebih memihak lo, gue akan buat lo tidak akan pernah melupakan nya! "gerutu anggasta dalam hatinya.
Naya tersenyum bahagia dengan itu semua dan dia menghampiri mereka berdua yang saat ini masih berada di meja makan dan masih melanjutkan sarapannya, sehingga naya langsung duduk di sebelah anggasta walaupun dia merasa ogah duduk di sana.
Dalbert mengerutkan keningnya karena melihat pakaian anaya yang berbeda dengan biasanya dan dia memakai baju seragam sekolahnya dan membawa ransel sekolah nya yang membuat dia bingung.
"Kamu mau kemana dengan pakaian seperti ini? "Sergah dalbert.
Anggasta yang sudah mengetahuinya dari tadi bahkan dari subuh dia mengetahui jika ayah akan pergi ke sekolahnya dan dia juga merasa aneh ,tetapi dia bahagia pasti akan ada permasalahan di hidup anaya. Karena dia sudah melakukan hal sesuka hatinya di rumah itu dan itu semua tidak disukai oleh ayahnya.
" sebentar lagi lo akan mendapatkan hukuman yang lebih besar dari ayah karena lo udah masuk ke permasalahan ayah gue seperti ini dan pasti dia tidak akan pernah mengizinkan lo untuk kembali bersekolah ,apalagi sekarang status lo yang udah berubah yang dari tadinya sebagai siswa sekarang sebagai istri dan sekolah mengetahui hal itu langsung dikeluarin! "Gumam anggasta yang masih bisa didengar oleh anaya.
Mendengarkan hal tersebut naya semakin kesal dengan anggasta apalagi dia seperti mengejeknya dalam menghadapi dalbert abimana.
" Kayak pernah pikirkan sesuatu agar dia bisa diam dan juga bisa mendengarkan jika mertua kamu akan mengizinkan kamu bersekolah kembali ,walaupun kamu sudah menikah dengan anaknya!"ucap naya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" lihat aja anggasta dalbert abimana dan kamu dengerin semuanya jika aku bisa meluluhkan hati mertuaku sendiri dan bisa mengambil hatinya agar dia bisa meneruskan semua ,keinginan aku tanpa harus mendengarkan semua ucapan dari kamu! "Gumamnya yang tidak bisa di dengar oleh mereka berdua dan naya sambil tersenyum kembali.