Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
55. Terbukti


__ADS_3

Naya tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh anggasta dengan orang itu karena dari sana tidak terdengar, karena jarak pun sangat jauh dari sana. Dia melihat setelah anggasta mengobrol panjang dengan orang itu dia seperti orang kesetanan yang langsung menghajar orang itu, sampai babak telur yang langsung dipisahkan oleh para penjaga yang ada di rumah itu. karena suaranya sangat kencang, sehingga mereka langsung memisahkan.


"Ya ampun, dia benar-benar jahat, kasihan juga orang itu tapi lebih latihan lagi handphone aku yang dibanting sama dia! "gumam naya melihat ke arah handphone nya yang sudah tergeletak di lantai.


Dia segera mengambil handphonenya karena anggasta dan orang itu sudah dipisahkan oleh para penjaga, sehingga dengan mudahnya dia bisa mengambil handphonenya kembali dan mengecek. Apakah baik-baik saja atau tidak handphonenya itu secara handphone-nya dibanting dengan sangat keras.


" syukurlah handphone aku baik-baik aja dan nggak ada kerusakan sama sekali, tapi aku harus meminta ganti rugi sama dia gara-gara dia handphone aku sampai terjatuh ke lantai ini dengan sangat keras. Kalau ada apa-apa sama handphoneku ini mau bagaimana! "Gumamnya .


Dia langsung pergi begitu saja meninggalkan anggasta dan orang tersebut yang saat ini masih ditangani oleh para pekerja di rumah itu dan salah satu dari mereka ada yang memanggil tuan besar dalbert abimana, karena ya tidak ingin ikut campur lagi. Dia segera menjauhkan dirinya dari segala masalah yang sudah menimpa nya secara terus menerus.


" aku harus segera sampai di kamar, sebelum dia sampai duluan!"gumamnya yang terus berlari seperti dikejar hantu.


Saat akan menaiki tangga ternyata tuan dalbert abimana ada di sana, yang membuat naya semakin khawatir dan dia tidak memperdulikannya hanya berlari menjauhkan dirinya. Yang membuat tuan dalbert mengerutkan keningnya, karena dia belum mengetahui masalahnya seperti apa dan apa penyebabnya sehingga dia membiarkan saja naya pergi begitu saja.


" Mari tuan? "Seru penjaga yang ingin menunjukkan tempat di mana saat ini anggasta berkelahi dengan pekerja di rumah itu.


Dalbert pun mengikuti penjaganya yang akan menunjukkan keberadaan anggasta saat ini, dan dia tidak memikirkan apapun lagi ,karena yang terpenting hanyalah putranya.

__ADS_1


Naya saat ini sudah berada di dalam kamarnya dan dia langsung menuliskan sesuatu di dalam buku diary kesayangannya. Setiap hari dia selalu menuliskan kejadian-kejadian yang dialami dalam hidupnya. Apalagi setelah tinggal di rumah anggasta, dia sangat rajin menulis menumpahkan semua yang ada di dalam hatinya.


Lumayan lama berada di meja belajarnya sambil menulis di atas buku diary dan dia langsung mengirimkan video saat aku tercebur ke kolam renang pada mamanya dengan maksud, supaya mamanya menyimpan baik-baik video itu. Karena jika berada terus di dalam handphonenya pasti akan anggasta hapus. Menghilangkan barang bukti dan jejak nya selama ini, yang telah memperlakukan buruk naya selama ini.


Mama naya sangat sedih tapi dia tidak bisa melakukan apapun ,karena keseharian yang selalu dipantau oleh orang-orang suruhan dari dalbert, dia hanya bisa melakukan yang diminta oleh naya, dengan menyimpan semua bukti-bukti kekerasan anggasta terhadap putrinya.


"Halo mama, naya mau minta tolong sama mama,tolong simpan baik-baik video yang saya barusan kirimkan sama mama dan mama jangan lupa dia lihat video itu, karena nyatanya itu tidak benar, karena naya nggak apa-apa? "ucapnya.


" Iya sayang,apapun yang kamu kirimkan sama mama mama simpan baik-baik dan kamu jaga diri baik-baik di sana ya ,kalau ada sesuatu atau dia melakukan apapun lagi sama kamu. Tolong langsung hubungin mama !"ucapnya dalam isakan tangis.


Naya yang tidak kuasa mendengar tangisan dari mamanya dia langsung menutup telepon itu ,karena dia tidak boleh sedih ,apalagi kelihatan sedih di rumah itu.


Sekarang naya seperti tidak mengetahui apa-apa, dia segera pergi ke dapur untuk mengambil makanan, karena perutnya merasa lapar dan kebetulan di sana ada mbak mirna yang sedang memasak.


Naya naya berjalan menuju ke dapur dengan hati-hati ,karena dia takut bertemu dengan anggasta. Tapi untungnya di sana tidak ada siapapun jadi dia dengan leluasa langsung masuk ke arah dapur untuk meminta makanan berupaya perutnya terisi.


"Hai mbak, mbak lagi masak apa wanginya harum banget sampai wanginya keluar keluar? "mengendus masakan yang masih berada di atas wajan.

__ADS_1


"Eh naya, ini mbak lagi masakin nasi goreng ,karena tadi ituan anggasta meminta di masakin nasi goreng kesukaannya. Nanti mbak anterin ke kamar! "serunya.


" tapi kok bisa harum ini ya mbak , ajarin aku dong buat masak ,biar nanti kalau nggak ada mbak aku bisa masak sendiri? "ucapnya sambil merengek seperti anak kecil.


" kalau nanti sampai ketahuan sama tuan, maka mbak yang nantinya akan dimarahin ,karena mengajari kamu masak dan seharusnya kamu hanya diam saja banyak pelayan juga di sini! "Ucapnya.


"Yah, kok gitu sih mbak! "Ucap naya yang begitu lesu.


Mbak mirna yang tidak tega melihat naya seperti itu mau tidak mau dia mengajari naya masak saat itu juga ,karena dia sendiri tahu jika naya itu masih kekanak-kanakan .


"Ya udah, mbak makan ajari kamu masang sekarang juga ,tapi hasil masakannya kamu sendiri yang makan ya karena mbak sudah kenyang? "ucapnya.


" Oke biar aku aja yang makan dan kebetulan aku juga lagi lapar ini makanya mau diajarin masak sama mbak! "serunya sangat bersemangat.


Mbak mirna yang tadinya ingin naya diam saja ,naya malah semakin semangat untuk belajar masak dan terpaksa dia harus mengajarinya masak ,karena naya sangat bersemangat untuk belajar masak darinya. Padahal saat dia bilang jika hasil pemasangannya naya makan sendiri itu hanya pura-pura, karena dia ingin menakutinya agar tetap diam saja.


Tapi alhasil naya semakin bersemangat untuk belajar memasak darinya dan di mulailah mereka mengawali memasak nasi goreng seperti yang sudah di masakan oleh mbak mirna untuk makanan dan memasak masakannya sendiri.

__ADS_1


Dengan tekun dan fokus naya mengikuti semua arahan dari mbak mirna yang mengajarinya masak nasi goreng seperti kesukaan anggasta, dapur rumah itu sudah acak-acakan dibuat oleh naya yang baru pertama kalinya belajar masak nasi goreng ,karena di rumahnya dia tidak diperbolehkan untuk masuk ke dapur.


Begitu juga di rumah itu dia tidak diperbolehkan untuk masak ataupun belajar masak ,karena di sana lebih banyak pelayan yang akan menyiapkan hidangan untuk keluarga besar tuan dalbert. Kapanpun mereka meminta pasti akan tersaji, karena pelayanan dari rumah itu selama 24 jam .


__ADS_2