Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
41. Perseteruan


__ADS_3

Saat ini naya bener-bener kebingungan dengan apa yang sudah terjadi dan dia juga tidak mengerti maksud dari ucapan anggasta ,apalagi saat dia melihat kearah alcan dan tempat itu .Dan benar-benar tidak mengerti dan sepertinya ada kesalah pahaman di antara mereka semua.



"Ini sebenarnya ada apa, kenapa aku bisa ada disini. Alcan tadi kita ada di taman sekolah kan, kenapa sekarang kamu juga ada di sini? "Seru naya melihat pada alcan.



" Emang kita tadi ada di taman sekolah tapi karena kamu ketiduran dan aku juga gak tega membangunkan kamu dan aku juga tidak tahu rumah kamu di mana .Jadi aku bawa aja kamu ke rumah aku ini, di sini juga nggak ada siapa-siapa dan dari tadi juga aku nggak tidur! "Serunya.



Ucapan itu membuat naya sangat terkejut Begitu juga dengan anggasta yang mendengarnya dia langsung kembali memukul alcan yang tidak melawan.



" lo bener-bener ya ,jadi orang nggak tahu malu, seharusnya kalau lo nggak tahu di mana rumahnya seenggaknya tanya dulu bangunin dia kalau dia benar-benar tidur. Jangan asal bawa ke rumah apalagi di rumah Ini nggak ada siapapun? "Sergah anggasta yang sangat emosi.



Anaya tidak bisa melakukan apapun lagi saat ini ,karena dia juga merasa takut dengan emosi yang dimiliki oleh anggasta saat ini. Sehingga dia hanya diam dan mendengarkan semua ucapan dari mereka berdua yang tidak mau mengalah.



Anggasta langsung menarik naya dari sana untuk membawanya pergi, tetapi alcan yang merasa tidak semua dan dia juga tidak mau terjadi sesuatu kepada naya. Sehingga dia bersikeras untuk membuat naya, tetap berada di sana sampai mereka kembali berkelahi.



"Ayos cepetan pulang, sebelum ayah mengetahui ini semua dan nanti masalahnya akan semakin panjang dan makin besar juga? "Sergah anggasta sambil menarik lengan naya.



" tapi kak? "ucap naya terpotong.



" cepetan mau diaduin sama ayah biar dia tahu bagaimana hal sebenarnya dan gue gak akan ikut campur akan itu semua? "Bentak anggasta yang menarik paksa tangan mungil naya.


__ADS_1


"Nggak! "Teriak naya.



Alcan yang melihat itu semua merasa geram dan dia langsung saja menghentikan pergerakan yang dilakukan oleh anggasta yang saat ini menyakiti naya. Dan anggasta pun tidak tinggal diam, dia pun membalas lagi pergerakan dari alcan yang membuat dia membuang waktunya di sana.



"Lepasin dia? "Bentak anggasta.



Alcan tidak mau melepaskan tangan naya dan dia hanya menaik turunkan alisnya seperti menantang anggasta disana.



"Lepasin sekarang juga atau mau lebih parah kaya sekarang,muka lo udah pada benjol apa gue kasih bogeman mentah gue lagi hah. Lepasin? "Teriak anggasta.



Alcan tetap saja tidak menuruti perkataan anggasta yang membuat naya sangat ketakutan ,karena dia takut jika temannya itu disakiti oleh anggasta.




"Nay, nggak usah bohongin gue lah gue juga tahu siapa dia dia itu nggak punya adik selain gista itu juga adik sepupu .Jadi lo gak usah pura-pura buat lindungi dia! "Serunya.



" tapi ini beneran dia itu kakak aku jadi kamu nggak usah bicara yang di luar pasar lagi sekarang. Biarin aku pergi sama kakak aku sendiri, nanti aku jelasin semuanya! "Ucap naya yang membuat alcan langsung melepaskan genggaman tangannya dari naya dan melihat anggasta tersenyum licik ke arahnya.



Karena gasta merasa puas dengan apa yang dikatakan oleh naya, sehingga membuat dia merasa sangat senang dan dia menang dari alcan yang dari tadi berseteru dengannya. Sedangkan naya dia merasa sangat bersalah dengan itu semua karena dia sudah membohongi banyak orang dan dia juga sudah berbohong kepada teman barunya itu.



"Maafin aku alcan karena aku sudah membohongi kamu dan aku juga sudah menyakiti hati kamu pastinya, karena aku memilih pulang bersama gasta dan besok aku akan jelasin semuanya sama kamu di kelas .Semoga aja kamu mengerti dengan semua ini dan aku bisa lolos dari hukuman darinya malam ini! "Gumam naya dalam hatinya.

__ADS_1



Anggasta dan naya segera pergi dari sana meninggalkan kediaman alcan, mereka segera pergi dengan menaiki mobil anggasta dan alcan hanya bisa melihat kepergian mereka tanpa bisa berkata-kata lagi karena dia sangat kalut dengan pikirannya sekarang ini yang memikirkan naya.



"Nay kata lo, lo itu tinggal sendiri di kota ini tapi kenapa lo punya kakak dan kakak lo dia. Kenapa nay gue nggak suka sama dia, apa selama ini lo bohongin gue kalau lo ninggal sendirian di kota ini dan apa maksud dan tujuan kamu melakukan ini semua padahal gue ingin sekali lebih dekat dengan lo, lebih mengenal dari batas pertemanan? "Gumamnya yang tidak bisa berhenti.



" gue tunggu penjelasan lo yang sebenarnya dan gue mau kejelasan saat ini! "gumamnya kembali.



Naya yang dari tadi hanya diam menatap jalanan dia tidak bisa berkata apapun ,apalagi anggasta yang menatapnya seperti musuh yang membuat dia tidak respect kepadanya untuk berkata-kata .Begitu juga dengan anggasta yang sama-sama diam tanpa berkata-kata karena dia saat ini sedang menahan rasa marah yang dari tadi dia tahan.



Selama perjalanan mereka tidak berbicara dan saat ini mereka sudah sampai di depan rumah milik ayahnya gasta, setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu karena lokasi rumah alcan untuk sampai ke sana membutuhkan waktu sekitar satu jam yang harus mereka tempuh dan itu juga berlawanan arah jika dari sekolah.



" Kalau benar tadi aku tidurnya di taman kenapa alcan bisa langsung kepikiran membawa aku ke rumahnya ya kan dia bisa bangunin aku ,walaupun aku ganggu dalam tidur aku tapi aku nantinya bisa bahasa sendiri kalau dibangunin salah dia juga sih ngapain nggak bangunin aku! "Gumamnya.



" lo siap-siapa aja dapat hukuman dari gue karena lo udah langgar semua peraturan yang telah gue beri, kalau sampai ayah mengetahui ini semua gue juga akan habis sama dia ,karena gue gak mau sampai nama ayah gue tercemar. Apalagi tercemar sama lo yang sudah merusak image keluarga ini karena semua orang tahu kalau itu adalah istri gue! "Gumam anggasta.



Mobil sudah berhenti di depan rumahnya tepat sekali di depan rumah dan ia langsung segera keluar dari mobil yang diikuti oleh naya yang keluar terakhir dari mobilnya, anggasta langsung memberikan kunci mobilnya kepada para pekerja untuk menyimpannya di garasi.



Naya yang hanya bisa terdiam dia hanya menurut saja saat tegas dan menyuruhnya untuk mengikuti dia memasuki kediaman ayahnya dan dia memerintahkan kepada semua pekerja, untuk tidak masuk ke dalam rumah dan lebih dahulu untuk saat ini yang membuat heran semua pekerja. Karena malam-malam begini mereka harus berada di luar tanpa bisa memasuki rumah untuk beristirahat.



" kalian semua tidak boleh ada yang masuk dulu sebelum saya menyuruh kalian untuk masuk dan saya tidak mau, jika ada yang melanggarnya? "sergah anggasta yang langsung dituruti oleh semua pekerja yang bekerja di rumah itu dan mereka saat ini hanya bisa menunggu di luar rumah sambil bertanya-tanya dengan satu sama lain di sana.

__ADS_1


__ADS_2